Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 6 No. 1 (2025): Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata, ISSN 3031-5085

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA BERKELANJUTAN DI KAMPUNG WAE REBO

Submitted
December 9, 2025
Published
2025-12-09

Abstract

Pariwisata budaya memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas kolektif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama ketika nilai budaya tidak hanya diposisikan sebagai komoditas visual, tetapi dijadikan landasan utama dalam pengelolaan destinasi. Kampung Wae Rebo sebagai desa adat yang memperoleh pengakuan internasional masih menghadapi tantangan signifikan, seperti keterbatasan sarana-prasarana, aksesibilitas yang terbatas, serta rendahnya literasi masyarakat mengenai prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana mekanisme Collaborative Governance milik Ansell dan Gash dapat menjadi kerangka yang efektif untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan, dengan menekankan keterkaitan antara pembangunan infrastruktur dan penguatan kapasitas sosial masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur melalui penelaahan jurnal ilmiah, laporan penelitian, artikel akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan content analysis berbasis pendekatan tematik guna mengidentifikasi dinamika sosial, pola kolaborasi, serta arah kebijakan yang berkembang di Wae Rebo.  Artikel ini menyimpulkan bahwa pengembangan pariwisata Wae Rebo menuntut integrasi antara pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, dengan menempatkan Collaborative Governance sebagai kerangka tata kelola utama yang memungkinkan harmonisasi antara pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan jangka panjang.

References

  1. Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543-571.
  2. Antar, Y. (2013). Pesan dari Wae Rebo. Gramedia Pustaka Utama.
  3. Arma, N. A. (2023). The COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN SMART VILLAGE DESA PANGANDARAN. Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik, 10(2), 492–502. https://doi.org/10.37606/publik.v10i2.648
  4. Aulia’i, I. A., Jagad, L. S., Kumala, N. C., & Qasamah, S. I. Analisis Peran CBT terhadap Lingkungan di Desa Wisata Karangrejo. Jurnal Nasional Pariwisata, 14(2), 80-93.
  5. Beeh, Y. Y. (2017). The role of community in the development of Wae Rebo as a community-based tourism destination in East Nusa Tenggara. Journal of Business on Hospitality and Tourism.
  6. Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai. (n.d.). Wae Rebo, the most beautiful village in the world.https://pariwisata.manggaraikab.go.id/destinasi/wae-rebo-the-most-beautiful-village-in-the-world/.
  7. Djeharung, K. K. (2021). TA: KAWASAN KAMPUNG BUDAYA WAE REBO DALAM KONTEKS MENINGKATKAN DAYA TARIK PARIWISATA (Doctoral dissertation, Institut Teknologi Nasional Bandung).
  8. Elfa Aulia, F., Adi Subakti, I., Luthfi Khoirini, I., Dewi Anggraeni, L., Trisnawati, N., & Ayu Putri, P. (2024). Meninjau Penerapan Community-Based Tourism di Desa Wisata Karangrejo, Borobudur: Stakeholder Mapping Analysis. 14(2), 176–188.
  9. Elvina Eka Saputri, Siska Nurnaningati, & Tri Ayu Mukaromatul. (2024). Smart Cultural Heritage : Strategi Wujudkan Cultural Capital Desa Tulusbesar Melalui Program Mojangki (Monggo Sanjang Mriki Space) Inovasi Desa Budaya Tulusbesar. ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat, 2(5), 171–178. https://doi.org/10.61132/aspirasi.v2i5.1036
  10. Fitriyawati. (2025, Mei 28). Menguak asal usul Wae Rebo yang jarang diketahui. IndonesiaJuara. Diakses dari dari
  11. https://indonesiajuara.asia/blog/menguak-asal-usul-wae-rebo/
  12. Lanur, V. S. C., & Martini, E. (2015). Pengembangan Desa Wisata Wae Rebo Berdasarkan Kearifan Lokal Jurnal Planesa (Vol. 6).
  13. Mahadiansar, M., Fitriasari, E. T., & Karlina, T. (2024). Analysis of collaborative governance in tourism based on empowering coastal communities in Indonesia. COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting, 7(6), 9295–9310.
  14. Jeruma, G. (2022). MENENTUKAN ARAHAN PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG DESA WISATA WAE REBO KABUPATEN MANGGARAI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (Doctoral dissertation, ITN MALANG).
  15. Jadu, D. (2025). Tata kelola wisata Wae Rebo oleh Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo dalam pengembangan destinasi wisata di Desa Satar Lenda Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu, 9(8), 34–39. https://sejurnal.com/pub/index.php/jimt/article/view/8887/9995
  16. Ohorella, Z., & Fitriati, R. (2024). The role of facilitative leadership in collaborative governance of marine tourism policy: A study of diving tourism in Tidore City, North Maluku Islands. COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting, 7(6), 9295–9310.
  17. Ratna. (2025). waerebo ekowisata budaya dan semangat keberlanjutannya. https://lingkungan.pasca.ugm.ac.id/2025/07/08/waerebo-ekowisata-budaya-dan-semangat-keberlanjutannya/.
  18. Risang Aji, R. (2023). Pemanfaatan Modal Budaya dalam Mendukung Pariwisata Edukasi di Desa Wisata Pentingsari The Utilization of Cultural Capital to Support Educational Tourism in Pentingsari Tourism-Village. http://jurnal.uns.ac.id/jdk.
  19. Sangkak, A., & Maulida Ikmal, N. (t.t.). STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA KAMPUNG WAEREBO KECAMATAN SATAR MESE BARAT KABUPATEN MANGGARAI NUSA TENGGARA TIMUR. Jurnal Inovasi Sektor Publik, 2(2), 2022.
  20. Satria, G. (2022, Agustus 10). Wae Rebo didorong jadi destinasi wisata kelas dunia. Victory News. Diakses dari
  21. https://mabar.victorynews.id/pariwisata/pr-3394108112/wae-rebo-didorong-jadi-destinasi-wisata-kelas-dunia.
  22. Saul, E., Citra, I. P. A., & Sarmita, I. M. (2022). Implementasi strategi pengelolaan desa wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai pada masa new normal. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 10(1), 32-42.
  23. Shidqi Rabbani, S., Bachtiar, A., & Setya Wijaya, R. (2021). Optimalisasi Pengembangan Pariwisata dan Potensi Ekonomi Lokal Di Kampong Waerebo Nusa Tenggara Timur. Jurnal Syntax Admiration, 2(9), 1753–1774. https://doi.org/10.46799/jsa.v2i9.313.
  24. Teo, Y. S. A., & Mahyuni, L. P. (2023). Inovasi Digital Pengembangan Desa Wisata Wae Rebo Sebagai Cerminan Good Governance Melalui E-Goverment. JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA, 7(2).
  25. Utami, Yuanita and Madjid, Udaya (2025) "Analysis of Collaborative Governance of The Nation's Collective Memory Archive Registration Program," Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan: Vol. 27: No. 1, Article 4.
  26. Yusuf, A. M. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif & penelitian gabungan. Prenada Media. Raharjo, W. B., Cirebon, A. K., Jawa, P., Program, B., Administrasi, S., & Daerah, P. (t.t.). COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA KERATON KACIREBONAN KOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT.
  27. Beeh, Y. Y. (2019). Peran masyarakat dalam pengembangan Wae Rebo sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional.
  28. Lanur, V. S. C., & Martini, E. (2015). Pengembangan desa wisata Wae Rebo berdasarkan kearifan lokal. Jurnal Planesa, 6(2), 60–70.
  29. Pajarosya, A. (2021). Perancangan identitas visual Kampung Waerebo melalui logo Universitas Komputer Indonesia. http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/5926

Similar Articles

1-10 of 34

You may also start an advanced similarity search for this article.