Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 6, No. 1Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata, ISSN 3031-5085

Published December 1, 2025

Issue description

Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata adalah jurnal pariwisata yang diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Bangsa Institute. Jurnal ini terbit 3 Kali dalam setahun. Jurnal ini mengkaji bidang kepariwisataan baik nasional maupun global. Jurnal ini membuka kesempatan menulis bagi para praktisi dan akademisi dalam mengisi jurnal guna menambah khasanah bidang Kepariwisataan. Jurnal ini dikelola bekerja sama dengan akademisi dan praktisi  ahli terutama bidang kepariwisataan. Jurnal ini menerima hasil penelitian, kajian pustaka, maupun hasil diskusi atau FGD ilmiah. Tujuan dari penerbian ini selain mengembangkan kepariwisaataan dari sesi ilmiah, juga menambah khasanah ke dunia internasional tentang pesona panorama Indonesia. Jurnal ini selain menerima artikel berbahasa Indonesia, juga menerima artikel berbahasa Inggris. Penerbit berharap jurnal ini menjadi wadah dan saksi bagi perkembangan dunia pariwisata di Indonesia

Articles

  1. STRATEGI PROMOSI MASJID ISHLAH PARIANGAN SEBAGAI DESTINASI WISATA HERITAGE UNGGULAN DI SUMATRA BARAT

    Penelitian ini membahas bagaimana strategi promosi Masjid Ishlah Pariangan, salah satu masjid tertua di Minangkabau, masih belum berjalan optimal meskipun memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang kuat. Lokasinya berada di Nagari Tuo Pariangan desa yang dikenal sebagai pusat awal masyarakat Minangkabau. Namun, besarnya potensi tersebut belum diimbangi dengan upaya promosi yang terencana. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data dari observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta penelusuran literatur digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi Masjid Ishlah masih terkendala minimnya media interpretatif di lokasi, ketiadaan narasi sejarah yang resmi, dan lemahnya kehadiran digital. Informasi yang diterima wisatawan pada akhirnya bergantung pada cerita warga, sehingga menimbulkan perbedaan narasi dan membuat citra heritage sulit terbentuk secara konsisten. Temuan ini menegaskan perlunya strategi promosi yang lebih terarah, terutama melalui penyediaan media interpretatif, penguatan konten digital, dan penyusunan narasi sejarah yang seragam. Kolaborasi antara pengurus masjid, pemerintah nagari, dan masyarakat lokal menjadi kunci agar promosi menghadirkan pengalaman edukatif yang lebih utuh bagi pengunjung. Jika dikelola dengan baik, Masjid Ishlah berpotensi menjadi ikon heritage yang memperkuat posisi Pariangan sebagai destinasi budaya unggulan di Sumatra Barat.

  2. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM ATMOSPHERE CAFÉ BANDUNG TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG

    Social media has become an essential tool in modern marketing strategies, particularly in the culinary industry. Instagram, as a visually oriented platform, allows businesses to showcase their brand image, ambiance, and product uniqueness that may influence consumers’ visiting decisions. This study aims to analyze the influence of Instagram utilization on customers’ visiting decisions at Atmosphere Café Bandung. This research employed a quantitative approach using a questionnaire distributed to 103 respondents who had previously visited Atmosphere Café. The collected data were analyzed using simple linear regression analysis with the assistance of IBM SPSS to examine the relationship between Instagram usage as the independent variable and visiting decisions as the dependent variable. The results indicate that Instagram has a positive and significant effect on customers’ decisions to visit Atmosphere Café. Promotional activities through photo posts, videos, and Stories effectively increase consumer interest and encourage actual visits. These findings confirm that digital marketing strategies through Instagram serve as an effective medium for enhancing brand image, increasing consumer engagement, and expanding market reach.

  3. COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA BERKELANJUTAN DI KAMPUNG WAE REBO

    Pariwisata budaya memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas kolektif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama ketika nilai budaya tidak hanya diposisikan sebagai komoditas visual, tetapi dijadikan landasan utama dalam pengelolaan destinasi. Kampung Wae Rebo sebagai desa adat yang memperoleh pengakuan internasional masih menghadapi tantangan signifikan, seperti keterbatasan sarana-prasarana, aksesibilitas yang terbatas, serta rendahnya literasi masyarakat mengenai prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana mekanisme Collaborative Governance milik Ansell dan Gash dapat menjadi kerangka yang efektif untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan, dengan menekankan keterkaitan antara pembangunan infrastruktur dan penguatan kapasitas sosial masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur melalui penelaahan jurnal ilmiah, laporan penelitian, artikel akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan content analysis berbasis pendekatan tematik guna mengidentifikasi dinamika sosial, pola kolaborasi, serta arah kebijakan yang berkembang di Wae Rebo.  Artikel ini menyimpulkan bahwa pengembangan pariwisata Wae Rebo menuntut integrasi antara pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, dengan menempatkan Collaborative Governance sebagai kerangka tata kelola utama yang memungkinkan harmonisasi antara pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan jangka panjang.

  4. STRATEGI ITDC DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI BUKIT MERESE SEBAGAI DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN

    This study explores how the InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) works to maintain the sustainability and long-term appeal of Bukit Merese as a key tourism destination within the Mandalika Special Economic Zone (SEZ). Using a qualitative case-study approach involving interviews, field observations, and document analysis, the research finds that ITDC’s strategy centers on sustainable tourism principles through improving accessibility, developing environmentally conscious infrastructure, involving local communities in site management, and strengthening destination promotion. These efforts have produced meaningful impacts, including enhanced economic opportunities for residents, preservation of local cultural identity, and improved protection of the hill and coastal environment. The findings indicate that ITDC’s initiatives are effective in sustaining Bukit Merese’s attractiveness, although further improvements in amenities, visitor management, and deeper community collaboration remain necessary to ensure long-term sustainability.

    Penelitian ini membahas bagaimana InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menjaga keberlanjutan dan keberadaan Bukit Merese sebagai destinasi wisata unggulan di KEK Mandalika. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, penelitian ini menemukan bahwa strategi ITDC berfokus pada prinsip pariwisata berkelanjutan dengan memperbaiki akses, membangun infrastruktur ramah lingkungan, melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan, serta memperkuat promosi kawasan. Upaya tersebut memberikan dampak positif yang terlihat dari peningkatan ekonomi masyarakat, terjaganya nilai budaya lokal, hingga perlindungan kawasan bukit dan pesisir. Temuan ini menunjukkan bahwa langkah ITDC cukup efektif dalam mempertahankan daya tarik dan keberlanjutan Bukit Merese, meskipun peningkatan fasilitas, pengendalian jumlah kunjungan, serta kolaborasi lebih luas dengan masyarakat masih dibutuhkan untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang.

  5. PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI GRAND SAVERO HOTEL BOGOR

    The hotel cannot run well if employee management in motivation towards employee performance is not managed properly. One effort that can be made to improve employee performance is to increase motivation, which refers to conditions that encourage or force someone to carry out a task or activity in order to achieve certain goals. This study was motivated by problems related to employee performance at the Grand Savero Hotel Bogor for 3 (three) years. The data collection technique uses research instruments, quantitative or statistical data analysis with the aim of testing the established hypothesis. Based on the results of the study, work motivation has a positive and significant effect on employee performance, H1 is accepted and H0 is rejected. This can be shown by the significance value of 0.003 which is smaller than 0.05 and the regression coefficient value of 0.391.

  6. STRATEGI BRANDING SONGKET PANDAI SIKEK SEBAGAI PRODUK WISATA BUDAYA BERKELANJUTAN DI SUMATERA BARAT

    Songket Pandai Sikek merupakan warisan budaya tekstil Minangkabau yang menghadapi tantangan dalam era globalisasi dan modernisasi. Penelitian ini mengkaji strategi branding Songket Pandai Sikek sebagai produk wisata budaya berkelanjutan untuk meningkatkan nilai ekonomi sambil mempertahankan nilai budaya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis kasus, penelitian ini menemukan bahwa strategi branding yang efektif meliputi: (1) storytelling autentik tentang nilai filosofis dan proses pembuatan khas Minangkabau, (2) kolaborasi dengan desainer kontemporer, (3) sertifikasi dan perlindungan indikasi geografis, (4) pemasaran digital berbasis konten edukatif, dan (5) pengembangan experiential tourism berbasis Nagari Pandai Sikek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding berkelanjutan dapat meningkatkan daya saing Songket Pandai Sikek di pasar wisata budaya sekaligus memberdayakan pengrajin lokal dan melestarikan tradisi tenun.

  7. Pengembangan Pariwisata Budaya Berkelanjutan Dalam Upaya Menjaga Tradisi Nilai Masyarakat (Studi Kasus Gawe Selamat Desa Praja Yatim Desa Montong Betok)

    Pariwisata budaya memiliki peran penting dalam pelestarian tradisi lokal sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat. Namun, perkembangan pariwisata yang tidak terkontrol dapat mengancam nilai-nilai sakral dan keaslian budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi Tradisi Gawe Selamat Desa Praja Yatim sebagai daya tarik wisata budaya berkelanjutan di Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Gawe Selamat Desa Praja Yatim memiliki berbagai prosesi adat seperti presean, wayang kulit, memaos, ziarah makam, selamat reban, hingga santunan anak yatim yang bernilai budaya tinggi dan mampu menarik minat wisatawan. Partisipasi masyarakat sangat dominan sehingga tradisi tetap terjaga sesuai nilai-nilai lokal. Strategi pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan diterapkan melalui pembatasan pada prosesi sakral, penyediaan aksesibilitas dan amenitas yang memadai, serta keterlibatan pemuda dalam promosi. Dengan demikian, tradisi lokal tidak hanya terpelihara tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

     

  8. STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA TERENG WILIS  MELALUI WORKSHOP KEPARIWISATAAN

    Pengembangan pariwisata merupakan sektor strategis yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan ke suatu wilayah akan berdampak langsung pada meningkatnya pendapatan yang diperoleh dari aktivitas kepar iwisataan. Dalam konteks ini, pengembangan pariwisata berbasis desa menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Desa Perian yang berada di Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi wisata yang cukup besar, terutama pada objek wisata Tereng Wilis. Akan tetapi, potensi tersebut belum dikelola secara maksimal akibat keterbatasan kualitas sumber daya manusia, minimnya kegiatan promosi, serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini diarahkan untuk menyusun strategi pengembangan destinasi wisata Tereng Wilis dengan memanfaatkan analisis SWOT dan pelaksanaan kegiatan workshop kepariwisataan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Pelaksanaan workshop kepariwisataan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta para pemangku kepentingan terkait pengelolaan pariwisata yang berbasis pada potensi lokal. Dengan adanya perencanaan yang terarah dan kerja sama yang berkelanjutan, pengembangan destinasi wisata Tereng Wilis diharapkan mampu mendukung terciptanya pariwisata berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat Desa Perian.

     

  9. PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP KEAMANAN, KENYAMANAN, DAN KEPERCAYAAN DALAM OPEN TRIP

    Kegiatan open trip sudah menjadi salah satu pilihan wisata yang menarik dan popular di kalangan mahasiswa, karena bisa memberikan kemudahan, biaya yang relatif terjangkau, serta bisa menjadi satu kesempatan untuk memperluas relasi. Namun dari hal itu muncul sebuah kekhawatiran akan potensi resiko kriminalitas yang bisa saja dialami oleh mahasiswa, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk bisa mengetahui bagaimana pengalaman mahasiswa mengenai keamanan selama mengikuti open trip serta untuk bisa menggali lebih dalam akan persepsi resiko yang bisa muncul sebelum keberangkatan. Metode yang kami gunakan yaitu dengan metode kuantitaif melalui Google Forms dimana kami bisa melihat jawaban- jawaban dari responden. Serta menggunakan metode statistik deskriptif yaitu dengan pengumpulan dan penyajian data secara ringkas.