STRATEGI PROMOSI MASJID ISHLAH PARIANGAN SEBAGAI DESTINASI WISATA HERITAGE UNGGULAN DI SUMATRA BARAT
Penelitian ini membahas bagaimana strategi promosi Masjid Ishlah Pariangan, salah satu masjid tertua di Minangkabau, masih belum berjalan optimal meskipun memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang kuat. Lokasinya berada di Nagari Tuo Pariangan desa yang dikenal sebagai pusat awal masyarakat Minangkabau. Namun, besarnya potensi tersebut belum diimbangi dengan upaya promosi yang terencana. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data dari observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta penelusuran literatur digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi Masjid Ishlah masih terkendala minimnya media interpretatif di lokasi, ketiadaan narasi sejarah yang resmi, dan lemahnya kehadiran digital. Informasi yang diterima wisatawan pada akhirnya bergantung pada cerita warga, sehingga menimbulkan perbedaan narasi dan membuat citra heritage sulit terbentuk secara konsisten. Temuan ini menegaskan perlunya strategi promosi yang lebih terarah, terutama melalui penyediaan media interpretatif, penguatan konten digital, dan penyusunan narasi sejarah yang seragam. Kolaborasi antara pengurus masjid, pemerintah nagari, dan masyarakat lokal menjadi kunci agar promosi menghadirkan pengalaman edukatif yang lebih utuh bagi pengunjung. Jika dikelola dengan baik, Masjid Ishlah berpotensi menjadi ikon heritage yang memperkuat posisi Pariangan sebagai destinasi budaya unggulan di Sumatra Barat.