Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 5, No. 1Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata

Published September 24, 2025

Issue description

Panorama: Jurnal Kajian Pariwisata adalah jurnal pariwisata yang diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Bangsa Institute. Jurnal ini terbit 3 Kali dalam setahun. Jurnal ini mengkaji bidang kepariwisataan baik nasional maupun global. Jurnal ini membuka kesempatan menulis bagi para praktisi dan akademisi dalam mengisi jurnal guna menambah khasanah bidang Kepariwisataan. Jurnal ini dikelola bekerja sama dengan akademisi dan praktisi  ahli terutama bidang kepariwisataan. Jurnal ini menerima hasil penelitian, kajian pustaka, maupun hasil diskusi atau FGD ilmiah. Tujuan dari penerbian ini selain mengembangkan kepariwisaataan dari sesi ilmiah, juga menambah khasanah ke dunia internasional tentang pesona panorama Indonesia. Jurnal ini selain menerima artikel berbahasa Indonesia, juga menerima artikel berbahasa Inggris. Penerbit berharap jurnal ini menjadi wadah dan saksi bagi perkembangan dunia pariwisata di Indonesia

Articles

  1. RAFLESIA ZOOLAND SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI DAN REKREASI DI KOTA BENGKULU

    Raflesia ZooLand is a revitalization concept of the former Taman Remaja or zoo located in Lingkar Timur, Singaran Pati District, Bengkulu City, which is currently abandoned. This area is being redeveloped by adopting Rafflesia arnoldii as Bengkulu’s local icon and by offering a dual function as recreational and educational tourism. Recreational tourism is intended as a means of entertainment, relaxation, and family gathering through facilities such as a nature-themed aesthetic café, children’s playground, family park, prayer room, souvenir shop, and thematic photo spots. Meanwhile, educational tourism is designed to provide interactive learning about wildlife, Bengkulu’s unique flora, and environmental awareness through animal shows, informative signboards, guided tours, and regulations that teach visitors to maintain cleanliness and avoid feeding animals carelessly.

    This study aims to analyze the potential, challenges, development strategies, and guided tour simulation of Raflesia ZooLand. The research method used is descriptive qualitative based on library research, utilizing academic literature, official reports, and media publications. The findings show that Raflesia ZooLand has strong potential due to the identity of the Rafflesia flower, the historical value of Taman Remaja, its strategic location, and the opportunity to integrate modern facilities. The main challenges include limited infrastructure, minimal facilities, weak promotion, and a lack of professional management.

    Development strategies are directed toward infrastructure revitalization, strengthening local identity branding, digital promotion, and multi-stakeholder collaboration. The revitalization of Raflesia ZooLand is projected to create significant social, economic, and environmental impacts. The guided tour simulation further indicates that this destination has the potential to become a recreational, educational, and family-friendly attraction, as well as a new tourism icon for Bengkulu City.

  2. STRATEGI PENGEMBANGAN SAWAH DESA TALANG SEMUT SEBAGAI DESTINASI AGROWISATA BERBASIS MASYARAKAT

    Talang Semut Village, located in Seluma Regency, Bengkulu, offers vast and beautiful rice fields. While previously known as a gathering place for local residents, Talang Semut Village is now being considered for development as an agro-tourism destination. This transformation aims to provide added economic value, preserve farming culture, and improve the welfare of the surrounding community. Research shows that agro-tourism development in Talang Semut Village faces several obstacles, including a lack of promotion and low human resource capacity. With this strategy, it is hoped that the rice fields of Talang Semut Village can develop into a sustainable agro-tourism destination that provides economic, social, and cultural benefits to the community. Based on the SWOT analysis, the tourism village development strategy implemented includes developing tourist attractions, improving facilities and infrastructure, increasing visitor accessibility, community empowerment, establishing development partnerships, and empowering marketing.

     

  3. Aktivitas Pariwisata Edukasi Dalam Mengembangkan Destinasi Berbasis Minat Khusus di Taman Budaya Kota Bengkulu

    Of the many tourist destinations in Bengkulu city, too many are based solely on nature and water, neglecting the local culture. As we know, culture-based tourism in Bengkulu is limited to the annual Tabut Festival, which focuses only on preservation. Educational and special interest tourism can utilize cultural heritage sites like Taman Budaya as a venue for recreation, education, and direct learning with experts.Using a qualitative approach, this study employs a case study method on several activities: make-up classes, dance classes, batik-making classes, and exhibitions. The research findings show that educational tourism not only enhances a destination's appeal by offering unique and valuable products but also contributes to skill development, cultural awareness, and community involvement. These activities have successfully attracted new tourist segments, created economic opportunities for local instructors and entrepreneurs, and built the destination's image as a center for creativity and learning.It is concluded that integrating educational tourism is an effective strategy to strengthen a destination's position in the global market, encourage the diversification of tourism products, and create more meaningful experiences for tourists.

  4. EKSISTENSI DAERAH TUJUAN PARIWISATA CANGGU DALAM PERSPEKTIF WISATAWAN DOMESTIK MILENIAL

    Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian negara. Bali, sebagai destinasi wisatayang popular baik di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara mengalami perkembangan yang cukup pesat dan berdampak terhadap masyarakat setempat. Desa Canggu merupakan salah satu destinasi wisata yang mengalami tren positif terutama di kalangan wisatawan milenial. Fenomena ini menimbulkan sejumlah implikasi yang menarik untuk dikaji. Berpijak dari fenomena tersebut, penelitian ini difokuskan pada karakteristik wisatawan domestik milenilal yang berkunjung ke Canggu dan menganalisis eksistensi Canggu sebagai destinasi wisata dalam perspektif wisatawan domestik milenial. Permasalahan tersebut dijelaskan dengan menjawab pertanyaan penelitian yang dapat diformulasikan sebagai berikut: (a) bagaimana karakteristik wisatawan domestik milenial yang melakukan kunjungan wisata ke daerah tujuan wisata Canggu dan (b) bagaimana esksistensi daerah tujuan wisata Canggu dalam perspektif wisatawan domestik milenial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang ditunjang dengan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara, dan studi kepustakaan. Permasalahan dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan Teori Fenomenologi dan Teori Citra Destinasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa sebagian besar wisatawan domestik milenial yang berkunjung ke destinasi wisata Canggu berusia 24 – 29 tahun dengan status pekerjaan yang beragam seperti freelancer, digital nomad, wirausaha dan karyawan swasta. Aktivitas yang dilakukan wisatawan domestik milenial cukup beragam seperti menikmati sunset, cafe hopping, serta merasakan kuliner lokal maupun western yang ada di Canggu. Keberadaan daerah tujuan wisata Canggu dalam perspektif wisatawan domestik milenial tetap eksis sesuai dengan gaya hidup generasi milenial yang mencari keseimbangan antara relaksasi, hiburan, dan pengalaman otentik.

  5. RENCANA PENGEMBANGAN PARIWISATA NEGERI WAAI BERDASARKAN KOMPONEN PENDUKUNG PARIWISATA DAN TINGKAT POTENSI WISATA

    Negeri Waai merupakan salah satu negeri di Provinsi Maluku yang menjadi salah satu tujuan wisata karena terkenal akan berbagai destinasi wisata diantaranya wisata Air Terjun, Wisata Pendakian Gunung Salahutu, dan wisata Air Waiselaka, yang sudah ada sejak dulu dan menjadi salah satu wisata budaya di Negeri Waai. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan rencana pengembangan pariwisata Negeri Waai berdasarkan komponen pendukung pariwisata dan tingkat potensi wisata.  Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, skoring dan studi literatur.Hasil penelitian menunjukan bahwa komponen pendukung pariwisata pada objek wisata di negeri Waai terdiri dari atraksi,amenitas,aksesibilitas dan ansilari dan tingkat potensi pariwisata pada wisata air Waiselaka dan Air Terjun berada pada tingkat potensi sedang, sedangkan wisata pendakian Gunung Salahutu berada pada tingkat potensi rendah. Adapun rencana penelitian ini adalah merumuskan rencana pengembangan pariwisata di Negeri Waai. Selain itu penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pemerintah dalam mengelola dan merencanakan pengembangan pariwisata di Negeri Waai.

  6. PENGEMBANGAN PRODUK PANNA COTTA VEGAN BERBAHAN DASAR KRIMER SAWIT DAN SUSU BERAS

    This study aims to develop a vegan panna cotta product using palm-based non-dairy creamer and rice milk as a healthy and environmentally friendly dessert alternative. The background of this research stems from the growing demand for plant-based food suitable for individuals with lactose intolerance, vegans, and health-conscious consumers. Two formulations were tested: P1 (75% palm creamer and 25% rice milk) and P2 (50% palm creamer and 50% rice milk), evaluated through organoleptic testing involving 83 panelists, including 3 expert panelists and 80 consumer panelists. The results showed that formula P1 was more preferred, with the highest scores in color (85%), taste (78.75%), and texture (78.75%). Expert panelists gave perfect scores (100%) on all attributes. These findings indicate that vegan panna cotta made with a combination of palm creamer and rice milk—especially in the P1 formulation—is well accepted and has strong potential to be developed as a healthy and appealing plant-based dessert alternative.

  7. ANALISIS POTENSI SUNGAI AIR BESI SEBAGAI KAWASAN WISATA  HEALING DI ARGAMAKMUR

    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Kawasan Wisata Sungai Air Besi sebagai destinasi healing yang paling nyaman di Arga Makmur. Seiring meningkatnya tekanan hidup dan tuntutan pekerjaan, kebutuhan akan tempat relaksasi dan pemulihan mental menjadi semakin esensial. Kawasan Wisata Sungai Air Besi, dengan kekayaan alamnya yang meliputi aliran sungai yang jernih, pepohonan rindang, serta suasana yang tenang dan sejuk, menawarkan lingkungan yang ideal untuk melepaskan penat dan memulihkan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, (Literature review) yang mengumpulkan dan merangkum inti dari penelitian-penelitian terdahulu serta menelaah pandangan para ahli yang tercantum dalam berbagai sumber.

  8. PENGARUH PELATIHAN SOFT SKILL DAN HARD SKILL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI HOTEL XYZ

    Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dampak dari pelatihan soft skill dan hard skill terhadap performa karyawan di Hotel XYZ. Jenis penelitian menggunakan asosiatif kausal melalui pendekatan kuantitatif dengan motode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 104 responden, yang merupakan karyawan tetap di Hotel XYZ. Untuk analisis data, digunakan metode uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, serta analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil dari studi ini mengindikasikan bahwa pengembangan soft skill dan hard skill, masing - masing atau secara bersamaan, menghasilkan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Angka koefisien regresi untuk soft skill adalah 0,280 dengan nilai signifikansi 0,001. Dengan nilai yang diperoleh, maka disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi soft skill dan hard skill melalui program pelatihan yang berkelanjutan dapat meningkatkan kinerja karyawan secara signifikan di Hotel XYZ.

  9. SOSIALISASI INFORMASI LOKASI DAN RUTE MENUJU CAFE BAWAH LANGIT DESA PANCAWATI KABUPATEN BOGOR

    This study aims to examine the role of information dissemination regarding the location and route to Café Bawah Langit, located in Pancawati Village, Bogor Regency. This study used a descriptive qualitative method with a digital media observation approach (Google Maps, TikTok, and Instagram), as well as direct observation and interviews with nine informants, consisting of visitors, managers, local residents, and the village secretary. The results show that information dissemination regarding the location and route to Café Bawah Langit is still relatively low. Dissemination is limited to social media, with minimal physical information such as road signs, banners, or flyers. Based on interviews with visitors, they generally rely on private vehicles due to inadequate public transportation. This is because the socialization of the location and route to the Café is also considered inadequate by most informants, as is the condition of the location to the Café. Due to the lack of information dissemination, the number of visits to Café Bawah Langit has been low. This study recommends increasing information dissemination, both digitally and physically, as well as improving road infrastructure and providing public transportation to increase tourist visits.