Abstract
Supervisi pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pendidikan Islam karena berfungsi untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, efektivitas proses pembelajaran, dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi supervisi pendidikan di Pondok Pesantren Ar Rahman dalam perspektif Islam, khususnya dalam penerapan authentic assessment pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi pendidikan di pesantren tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga pada pembinaan spiritual, moralitas, dan keteladanan perilaku baik guru maupun siswa. Supervisi dilaksanakan dengan prinsip musyawarah, bimbingan, dan keteladanan yang mengacu pada nilai-nilai keislaman. Adapun tantangan utama yang dihadapi oleh guru meliputi keterbatasan fasilitas pendukung, perbedaan kemampuan dalam memahami konsep serta penerapan authentic assessment, dan kurangnya fokus siswa akibat tahap perkembangan usia. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa supervisi berbasis Islam berpotensi membentuk tenaga pendidik yang profesional, inovatif, serta berakhlak mulia dalam menciptakan proses pembelajaran yang terintegrasi antara aspek intelektual dan spiritual.
Educational supervision plays a crucial role in the Islamic education system, serving to enhance teacher quality, instructional effectiveness, and student learning outcomes. This study aims to describe the implementation of educational supervision at Pondok Pesantren Ar Rahman from an Islamic perspective, particularly in applying authentic assessment within the Akidah Akhlak subject. The study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis. The findings reveal that educational supervision in the institution not only focuses on academic aspects but also emphasizes moral development, discipline, and exemplary behavior among teachers and students. The supervision process is conducted through guidance, deliberation, and exemplary leadership rooted in Islamic values. The main challenges faced by teachers include limited infrastructure and facilities, varied competencies in mastering authentic assessment theory and practice, and reduced student concentration due to developmental stages. Overall, the study concludes that Islamic-based supervision has the potential to develop professional, ethical, and innovative educators capable of integrating intellectual and spiritual dimensions in the learning process.
References
Asf, Jasmani, dkk. Supervisi Pendidikan (terobosan baru dalam peningkatan kinerja pengawas sekolah dan guru ).Jogjakarta:Ar-Ruzz Media, 2013.
Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2018.
Ma’sum, Toha. “Mencetak Guru Berkarakter Melalui Supervisi Pendidikan Berbasis Profetik.” Al Idaroh: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Islam 3, no. 1 (2019).
Masaong, Abd. Kadim. Supervisi Pembelajaran Dan Pengembangan Kapasitas Guru. Bandung: Alfabeta,2013.
Mulyasa, E. Manajemen Dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara, 2022.
Suharsimi, Arikunto. Dasar-Dasar Supervisi. Jakarta: Rineka Cipta, 2022.
Sumarto. Supervisi Pendidikan Islam. Bengkulu: Literasiologi,2020.
Supradi, Bambang. “Hakikat Supervisi Dalam Pendidikan Islam.” Indonesian Journal of Islamic Educational Management 2, no. 1 (2019).