Abstract
Dalam era informasi multikultural yang penuh kontradiksi, konsep tanaquḍh (kontradiksi) dalam ilmu mantiq Islam memiliki urgensi tinggi sebagai pondasi verifikasi kebenaran, memastikan eksklusivitas proposisi bertentangan antara wahyu dan aql, serta relevan bagi pendidik PAI di Indonesia untuk memperkuat kurikulum berpikir kritis.
Tujuan utama kajian ini adalah menganalisis dimensi epistemologis tanaquḍh sebagai alat verifikasi pengetahuan serta aspek strukturalnya melalui syarat pembentukan.
Metode yang diterapkan bersifat kualitatif dengan pendekatan analisis konseptual, pengumpulan data dari teks klasik mantiq Islam (seperti karya Ibn Sina dan Al-Ghazali), serta teknik analisis hermeneutik untuk mengurai syarat struktural dan implikasi epistemologis.
Hasil utama menunjukkan tanaquḍh berfungsi sebagai mekanisme eksklusif kebenaran dengan syarat esensial (subjek sama, predikat bertentangan, kuantor universal), berkontribusi ilmiah dengan mengintegrasikan logika klasik ke pendidikan multikultural PAI, dan praktis sebagai alat deteksi inkonsistensi wahyu-aql.
Kesimpulan menyoroti implikasi tanaquḍh dalam mempertajam literasi kritis Islam kontemporer; saran penelitian lanjutan meliputi aplikasi empiris di kelas PAI dan perbandingan dengan logika Barat.
References
Al-Ghazali, A. H. M. (2000). Mi'yār al-'ilm fī fann al-mantiq (Edisi 2). Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah. (Original work published 1912)
Al-Jazairi, A. B. J. (n.d.). Aisarut Tafasir. Tafsirweb. https://tafsirweb.com/4370-surat-an-nahl-ayat-22.html
Az-Zuhaili, W. (n.d.). Tafsir Al-Wajiz. Tafsirweb. https://tafsirweb.com/4370-surat-an-nahl-ayat-22.html
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). SAGE Publications.
F. Riza. (2022). Argumentasi filsafat kenabian Al-Farabi dan Ibn Sina. Jurnal, 7. https://e-journal.metrouniv.ac.id/nizham/article/view/6853
Fakhry, M. (2004). A history of Islamic philosophy (3rd ed.). Columbia University Press.
Gus Imin. (2025, November 8). Gus Imin nilai MQKN 2025 bukti pesantren mampu lahirkan ulama dan intelektual baru. PKB. https://pkb.id/read/12799/gus-imin-nilai-mqkn-2025-bukti-pesantren-mampu-lahirkan-ulama-dan-intelektual-baru/
Marita, et al. (2025). Analisis kurikulum pesantren: Konsep, tujuan, dan implementasi dalam pendidikan Islam. Jurnal Kajian Agama Islam, 9(3), 45. https://rel.ojs.co.id/index.php/jkai/article/download/283/352/584
Muhaimin. (2019). Pendidikan agama Islam berbasis kompetensi. Pustaka Pelajar.
Osman Bakar. (2025). Tawhid and epistemology: Uniting knowledge through the Islamic worldview. IIUM News. https://news.iium.edu.my/?p=183345
PKB. (2025, July 27). ICTP 2025 dorong transformasi pesantren menuju Indonesia emas. BMTU GTN. https://bmtugtnusantara.co.id/ictp-2025-dorong-transformasi-pesantren-menuju-indonesia-emas
Street, T. (2004). Medieval Islamic logic. In Handbook of the history of logic (Vol. 1). North-Holland.