Abstract
Artikel ini mengkaji teori sistem menurut Talcott Parsons,Walter Buckley, Richard A. Ball, dan Niklas Luhmann, serta relevansinya dalam memahami dan menganalisis fenomena sosial masyarakat kontemporer. Teori sistem memandang masyarakat sebagai entitas dinamis yang terdiri atas elemen-elemen yang saling berinteraksi dan membentuk keterkaitan yang kompleks. Pendekatan Parsons memaparkan teori Fungsionalisme structural, AGIL sedang Buckley menggarisbawahi sistem terbuka dan jaringan kausal dalam masyarakat; Ball menekankan proses relasional serta feedback antarindividu dan masyarakat; sementara Luhmann mengelaborasi autopoiesis dan diferensiasi komunikatif dalam sistem sosial. Melalui analisis literatur, artikel membahas anatomi teori sistem secara mendalam dan aplikasinya terhadap berbagai fenomena sosial, seperti perubahan gaya hidup, relasi antar komunitas, dan dinamika media massa. Kajian ini menunjukkan bahwa penerapan teori sistem menjadi alat analisis kritis dalam menghadapi kompleksitas dan perubahan sosial di era modern (Parsons 1937, Buckley, 1967; Ball, 1978; Luhmann, 1984).
References
Aulia, S. (2022). Pengaruh Diet Sehat terhadap Kesehatan Tubuh. Jurnal Kesehatan Indonesia, 15(3), 120-125.
Ball, R. A. (1978). Teori Sistem Umum dalam Analisis Sosial. Jurnal Sosiologi, 23(1), 101-115.
Buckley, W. F. (1967). Sociology and Modern Systems Theory. Prentice-Hall.
Kompasiana. (2022). Teori Sistem oleh Niklas Luhmann. Diakses 10 November 2025.
Lilly, J. R., Cullen, F. T., & Ball, R. A. (2007). Criminological Theory. Sage.
Luhmann, N. (1984). Social Systems. Stanford University Press.
Scribd. (2025). Walter Buckley. Diakses 20 September 2025.
Sitasi dalam teks: (Aulia, 2022; Ball, 1978; Buckley, 1967; Kompasiana, 2022; Lilly et al., 2007; Luhmann, 1984; Scribd, 2025).
The Structure of Social Action , Talcot Parsons , 1937