Abstract
Konsep baik dan buruk membentuk fondasi etika manusia, dengan filsafat Barat seperti hedonisme, naturalisme, dan idealisme menawarkan tolok ukur berbasis kesenangan, alam, serta nilai rasional (Sunampan Putra, 2021). Sementara itu, perspektif Islam melalui ilmu kalam dan tasawuf mengaitkannya dengan wahyu serta pemurnian jiwa (Djamil, 2022; Sholeha, 2025). Analisis komparatif ini mengungkap keragaman standar moral dan relevansinya bagi tantangan modern seperti gaya hidup hedonis digital.
References
Djamil, F. (2022). Hubungan antara konsep baik dan buruk dalam ilmu kalam Mu'tazilah dan Asy'ariyah. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 17(1), 1-20. https://aljamiah.or.id/AJIS/article/view/3006
Idawati. , Nurhidayah, A., Nevianti, N., & Azizah, T. P. (2024). Pengaruh filsafat naturalisme dalam pengembangan moral dan etika siswa. Edukasiana: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 9(3), 762-775. https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/2946
Sholeha, S. (2025). Konsep etika keutamaan dalam tasawuf Abdul Qadir al-Jailani dan pengaruhnya terhadap terbentuknya akhlak manusia. Jurnal Mahasiswa Pembangunan Antar Iklim, 3(1), 1-15. https://journal.aripafi.or.id/index.php/jmpai/article/view/828
Sunampan Putra, I. W. (2021). Komparasi etika hedonisme Epikuros dengan filsafat Cārvāka. Wahana Karsa: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 1(1), 44-60. https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/WK/article/download/726/448/