Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 7 No. 4 (2025): Trigonometri : Journal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

EKSPLORASI KONSEP ETNOMATEMATIKA PADA ANGKUL-ANGKUL BALI

Submitted
November 5, 2025
Published
2025-11-05

Abstract

Balinese traditional architecture represents a cultural heritage rich in philosophical, aesthetic, and spiritual values rooted in the Tri Hita Karana concept. One of its essential elements, the angkul-angkul or traditional gate, functions not only as an entrance but also as a symbolic reflection of order and balance imbued with mathematical principles. From an ethnomathematical perspective, the angkul-angkul embodies applications of geometry, symmetry, proportion, and ratio that are integrated with local wisdom. This study aims to explore the ethnomathematical concepts embedded in the design and construction of Balinese angkul-angkul and to examine its potential as a contextual medium for culturally based mathematics learning. The research employs a qualitative approach with an ethnographic method through observation, documentation, and in-depth interviews with Balinese craftsmen and cultural practitioners. Data were analyzed descriptively and interpretively to identify mathematical patterns within the structure and proportions of the angkul-angkul. The findings reveal the presence of bilateral symmetry, spatial balance based on the Tri Mandala concept, and traditional measurement systems such as lengkat and nyari, which demonstrate implicit mathematical rationality. This study concludes that Balinese traditional architecture not only carries aesthetic and symbolic value but also embodies mathematical dimensions that can enrich the development of contextual and culture-based mathematics education.

Arsitektur tradisional Bali merupakan warisan budaya yang merepresentasikan nilai filosofis, estetika, dan spiritual yang berpijak pada konsep Tri Hita Karana. Salah satu elemennya, angkul-angkul, tidak hanya berfungsi sebagai gerbang masuk, tetapi juga mencerminkan keteraturan dan keseimbangan yang sarat makna matematis. Dalam konteks etnomatematika, angkul-angkul memuat penerapan prinsip geometri, simetri, proporsi, dan rasio yang terintegrasi dengan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep-konsep etnomatematika pada desain dan konstruksi angkul-angkul Bali serta menelaah potensinya sebagai sumber pembelajaran matematika berbasis budaya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan perajin serta tokoh budaya Bali. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi pola matematis pada bentuk dan proporsi angkul-angkul. Hasil penelitian menunjukkan adanya penerapan simetri bilateral, keseimbangan ruang Tri Mandala, serta sistem ukuran tradisional seperti lengkat dan nyari yang mengandung rasionalitas matematis. Temuan ini menegaskan bahwa arsitektur tradisional Bali tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memuat dimensi matematis yang dapat dijadikan basis pengembangan pembelajaran matematika kontekstual berbasis budaya.

References

  1. D’Ambrosio, U. (1985). Ethnomathematics and its place in the history and pedagogy of mathematics. For the Learning of Mathematics, 5(1), 44-48.
  2. Fitroh, W. (2020). Analisis Tradisi Melemang dalam Kajian Etnomatematika Dan Penerapannya dalam Pembelajaran Matematika. JIUBJ : Jurnal Ilmiah Universitas Batang Hari, 20(2), 596– 605.
  3. Ida Bagus Purnawan. (2011). Analysis of Symbolic Meaning of the Space and Layout of the Traditional House in Penglipuran Village [MUDRA Journal of Art and Culture, 26(3), 236-243].
  4. Kadek, S. I., & Made, W. (2021). Eksplorasi Etnomatematika pada Ornamen Tradisional Bali. Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 123-132.
  5. Kholifatuzzuhro, Aina, Sunardi, and Liona Anka Monalisa. “Eksplorasi Etnomatematika Pada Kerajinan Kayu Di Desa Tutul Kecamatan Balung Sebagai Bahan Ajar Geometri.” Kadikma 11, no. 1 (2020).
  6. Mahuda, Isnaini. “Eksplorasi Etnomatematika Pada Motif Batik Lebak Dilihat Dari Nilai Filosofi Dan Konsep Matematis.” Journal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika Dan Statistika 1, no. 1 (2020).
  7. Marsigit, Condromukti, R., Setiana, D. S., & Hardiarti, S. (2016). Pengembangan Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika. Prosiding Seminar Nasional Etnomatematika, 20–38.
  8. Nahak, Hildigardis M.I. (2019). Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, Vol. 5 No.1, 65-76.
  9. Permatasari, R., & Nuraeni, R. (2021). Kesulitan Belajar Siswa SMP mengenai Kemampuan Koneksi Matematis pada Materi Statistika. Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 145-156.
  10. Pradana, P. H. (2016). Penerapan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Matematika. Seminar Nasional Pendidikan, 1, 81–85.
  11. Pratiwi, Jhenny Windia, and Heni Pujiastuti. “Eksplorasi Etnomatematika Pada Permainan Tradisional Kelereng.” Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia 5, no. 2 (2020).
  12. Putra, I. K. W., & Arya, D. P. G. (2019). Kajian Konsep Fraktal terhadap Estetika Kori Agung dalam Arsitektur Tradisional Bali. Tesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
  13. Rusliah, N. (2016). Pendekatan Etnomatematika dalam Permainan Tradisional Anak di Wilayah Kerapatan Adat Koto Tengah Kota Sungai Penuh Propinsi Jambi. Proceeding of International Conference on University, 715–726.
  14. Sari, P. A., & Rahayu, M. (2022). Analisis Proporsi dan Geometri pada Struktur Bangunan Tradisional Bali. Jurnal Seni dan Budaya IndonSesia, 5(1), 45-57.
  15. Setiawan, D. (2021). Etnomatematika dalam Pembelajaran: Studi Kasus pada Struktur Bangunan Tradisional Nusantara. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(3), 99-110.
  16. Soepama, Patma, Syarifudin Kaliky, and Gamar Affagaf. Etnomatematika Suku Nuaulu Maluku. 2018th ed. Ambon: LP2M IAIN Ambon, n.d.
  17. Suharta, I. G. P., Sudiarta, I. G. P., & Astawa, I. W. P. (2017). Ethnomathematics of Balinese traditional houses. International Research Journal of Engineering, IT & Scientific Research, 3(4), 47-56.
  18. Sutarsa, D. A., & Puspitasari, N. (2021). Perbandingan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa antara Model Pembelajaran GI dan PBL. Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 169- 182.
  19. Syahrinnur. “Eksplorasi Etnomatematika Kain Songket Minang Kabau Untuk Mengungkap Nilai Filosofi Konsep Matematika.” Jurnal MathEducation Nusantara 2, no. 1 (2019).
  20. Utami, Rahmi Nur Fitria, Dedi Muhtadi, and Nani Ratnaningsih. “Etnomatematika: Eksplorasi Candi Borobudur.” JPEM Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Pengajaran Matematika 6, no. 1 (2020).
  21. Wahyuni, S., & Koesdyantho, A. (2018). Pengaruh Pembelajaran Etnomatematika Pada Candi Cetho Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Sinektik, 1(69), 191– 20.
  22. Wijaya, I. K. M. (2017). Typology of angkul-angkul architecture forms in Denpasar’s Balinese ethnic houses [Paper presentation, Warmadewa University International Conference on Architecture and Civil Engineering].

Downloads

Download data is not yet available.