Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Trigonometri : Journal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Current Issue

Volume 8, No. 2Trigonometri : Journal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ISSN 3030-8496

Published January 1, 2026

Issue description

Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam adalah jurnal yang mempublish berbagai rumpun ilmu alam diataranya Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Jurnal ini diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Bangsa Institute. Jurnal ini terbit 3 kali dalam setahun. Jurnal ini men ... See the full issue

Articles

  1. Identifikasi Nilai-Nilai Filosofi Pada Bilangan Prima

    Bilangan prima tidak hanya dianggap sebagai bilangan dengan dua pembagi, tetapi juga mamiliki nilai filosofis yang dapat dipertimbangkan dari berbagai sudut pandang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai filosofi pada bilangan prima. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini akan menyelidiki literatur dan melakukan analisis mendalam. Analisis dihasilkan melalui studi kepustakaan dengan menggunakan analisis isi dan terinterpretatif untuk menafsirkan nilai filosofi bilangan. Hasil dari analisis data ini, menghasilkan nilai-nilai filosofi bilangan prima 3, 7, 11, 13, dan 17. Setiap bilangan prima berdiri sendiri dan tidak dapat diubah oleh faktor selain dirinya dan angka satu, temuan menunjukkan bahwa bilangan prima mencerminkan makna keunikan dan individualitas. Bilangan prima tetap menjadi struktur penting dalam teori bilangan karena menggambarkan nilai keteguhan. Dan keteraturan tersembunyi. Bilangan prima dapat dianggap sebagai symbol perjalanan manusia yang unik, kuat, dan penuh makna secara filosofi. Penelitian ini menunjukkan bahwa bilangan prima tidak hanya bermanfaat dalam matematika tetapi juga memiliki nilai filosofi yang dapat membantu orang berpikir dengan lebih baik dan lebih kritis.

  2. Identifikasi Nilai–Nilai Filsafat Terkait Operasi Matematika

    Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan akar. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan dalam filsafat matematika yang terdiri dari tiga aspek utama: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dari sudut pandang ontologi, operasi dasar dilihat sebagai konsep-konsep yang tidak terlihat yang menggambarkan hubungan kuantitatif di dunia nyata. Dari perspektif epistemologi, operasi-operasi ini menunjukkan cara memperoleh pengetahuan melalui pola, aturan, dan justifikasi logis. Dalam aksiologi, operasi matematika memiliki nilai praktis dalam kehidupan sehari-hari dan berkontribusi pada pengembangan pemikiran kritis, terstruktur dan logis. Analisis menunjukkan bahwa setiap operasi tidak hanya merupakan langkah perhitungan tetapi juga mencerminkan nilai-nilai filosofis yang memperdalam pemahaman manusia tentang struktur pengetahuan dan realitas. Penjumlahan memiliki nilai filosofis, yaitu berpikir sistematis dan terstruktur, pertumbuhan dan perkembangan, serta akumulasi pengalaman dan pengetahuan. Pengurangan memiliki nilai filosofis, yaitu kesadaran akan kehilangan dan perubahan, keseimbangan emosional, serta proses pemurnian dan perbaikan. Perkalian memiliki nilai filosofis, yaitu tanggung jawab terhadap dampak, hubungan sebab-akibat, serta produktivitas dan efisiensi. Pembagian memiliki nilai filosofis, yaitu keadilan dan pemerataan, kesadaran akan keterbatasan (konsep sisa), serta efisiensi dan pengelolaan sumber daya. Akar memiliki nilai filosofis, yaitu pencarian makna dibalik hasil, kesabaran dan ketelitian, serta kembali ke asal (fundamental). Oleh karena itu, matematika dapat dipandang sebagai bidang yang tidak hanya teknis tetapi juga kaya akan makna filosofis.

  3. PERTUMBUHAN AWAL BIBIT CEMARA LAUT (Casuarina equisetifolia L.) DI PERSEMAIAN PERMANEN UPTD BSPTH DINAS KEHUTANAN PROVINSI SUMATERA BARAT

    Casuarina equisetifolia L. is a coastal plant that plays an important ecological role in coastal rehabilitation, abrasion prevention, and coastal ecosystem stabilization. This study aims to explain the initial growth of casuarina seedlings in permanent nurseries in West Sumatra. The study was conducted using a descriptive observation method based on nursery activities at the Forest Plant Certification and Seedling Center of the West Sumatra Provincial Forestry Service in June-July 2025. The stages of the activity included selecting superior seeds, seed treatment, nursery planting, transferring seedlings to polybags, and maintaining seedlings through regular watering. The results showed that casuarina seedlings aged 1–2 months experienced stable vegetative growth, while those aged 3–4 months showed more optimal growth with sturdy stems and well-developed root systems. Thus, the applied nursery technique has the potential to support the provision of quality seedlings for coastal rehabilitation in West Sumatra.

  4. TEKNIK PEMBIBITAN TANAMAN PINANG (Areca Catechu) DI UPTD BSPTH DINAS KEHUTANAN PROVINSI SUMATERA BARAT

    Areca nut (Areca catechu L.) is a plantation commodity with important economic and ecological value in tropical regions, including West Sumatra. The success of areca nut cultivation is largely determined by the quality of the seedlings in the early growth phase. This study aims to describe the areca nut nursery techniques applied at the Forest Plant Certification and Seed Center (BSPTH) of the West Sumatra Provincial Forestry Service. The research method used was direct observation of the nursery stages, including areca nut seed soaking, sowing, and seedling maintenance. The results showed that seed soaking softened the seed coat and supported the germination process. Sowing in soil media with a thin layer of soil covering and maintenance through regular watering supported the gradual growth of young shoots and leaves. The nursery techniques applied at the BSPTH UPTD were considered effective in supporting the early growth of areca nut seedlings and have the potential to increase the success of planting in the field.

  5. ANALISIS PENGGUNAAN BAKING POWDER DAN BAKING SODA TERHADAP BROWNIS KUKUS

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi gramasi baking soda dan baking powder terhadap tekstur, kestabilan, dan tingkat kesukaan konsumen Generasi Z terhadap produk brownis kukus. Tiga formulasi baking powder dan baking soda diuji: ¼ sdt baking soda, ¼ sdt baking soda dan baking powder, dan ¼ sdt baking powder. Metode penilitian  dilakukan melalui uji terhadap 20 responden Gen-Z, dengan tingkat penilaian berdasarkan tekstur brownis yang dihasilkan selama 30 menit masa pengukusan. Hasil penelitian ini akan menjadi penilaian berbasis data berdasarkan gramasi pada baking yang akan mempengaruhi kepadatan dari tekstur brownis kukus dan survei penilaian dari responden. Selain itu juga memastikam cara kerja baking sebagai hasil akhir tekstur brownis.

  6. KAJIAN ASPEK BIOLOGI LINGKUNGAN DALAM PROSES PENILAIAN AMDAL DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI SUMATERA BARAT

    iatan magang merupakan sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi ke dalam dunia kerja. Artikel ini disusun berdasarkan kegiatan magang di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat, khususnya pada Bidang Tata Lingkungan. Tujuan penulisan artikel ini adalah mengkaji peran aspek biologi lingkungan dalam proses penilaian dokumen lingkungan, baik Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL–UPL) maupun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, studi dokumen AMDAL/UKL–UPL, serta partisipasi dalam rapat penilaian lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa komponen biologi lingkungan, meliputi flora, fauna, mikroorganisme, serta ekosistem darat dan perairan, berperan penting dalam mengidentifikasi potensi dampak kegiatan usaha terhadap keseimbangan ekosistem. Dengan demikian, kajian biologi lingkungan menjadi dasar dalam penentuan kelayakan lingkungan serta perumusan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang berkelanjutan.

  7. ESTIMASI BIOMASSA DI HUTAN NAGARI SIMPANG KAPUAK KECAMATAN MUNKA KABUPATEM LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT

    Forests play an important role in storing biomass and carbon as part of climate change mitigation efforts. This study aimed to estimate vegetation biomass in the Nagari Simpang Kapuak Forest, Mungka Subdistrict, Lima Puluh Kota Regency, West Sumatra. The research was conducted using a survey method with nested plot sampling determined through purposive sampling. Measurements were carried out at sapling, pole, and tree levels using diameter at breast height (DBH) and wood density as parameters. Biomass estimation was calculated using allometric equations. The results showed that biomass values varied among observation plots, with the highest biomass recorded in Plot 5 at 33,454.95 ton/ha and the lowest in Plot 1 at 14,361.34 ton/ha. The total accumulated biomass from all sampled plots reached 237,978.82 ton/ha. These results indicate that the Nagari Simpang Kapuak Forest has a high biomass reserve and a strong potential for aboveground carbon storage. The quantitative data obtained from this study can serve as a scientific basis for sustainable forest management and local-scale climate change mitigation strategies.

  8. INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN FLORA DI KAWASAN HUTAN NAGARI SIMPANG KAPUAK KECAMATAN MUNGKA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT

    Hutan Nagari Simpang Kapuak merupakan kawasan hutan berbasis perhutanan sosial di Sumatera Barat yang memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, khususnya flora hutan tropis. Informasi dasar mengenai keanekaragaman flora di kawasan ini masih terbatas, sehingga diperlukan kegiatan inventarisasi sebagai langkah awal dalam mendukung pengelolaan dan upaya konservasi hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi keanekaragaman flora yang terdapat di Kawasan Hutan Nagari Simpang Kapuak. Inventarisasi dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan dengan pencatatan jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa Kawasan Hutan Nagari Simpang Kapuak memiliki keanekaragaman flora yang cukup tinggi dengan komposisi jenis yang beragam, mencerminkan kondisi ekosistem hutan yang masih terjaga. Keberagaman jenis tumbuhan yang ditemukan menunjukkan potensi ekologis kawasan hutan ini sebagai penyangga lingkungan serta sumberdaya hayati yang penting bagi masyarakat sekitar. Data hasil inventarisasi ini diharapkan dapat menjadi data dasar bagi pengelolaan Hutan Nagari Simpang Kapuak, mendukung upaya konservasi berbasis masyarakat, serta menjadi referensi awal bagi penelitian lanjutan terkait keanekaragaman dan ekologi tumbuhan.

  9. METODE MULTIPLIKASI TANAMAN CENDANA (Santalum album L.) SECARA IN VITRO DI UPTD BSPTH DINAS KEHUTANAN PROVINSI SUMATERA BARAT

    The research aims to study the in vitro multiplication method of sandalwood (Santalum album L.) through an internship at the Forest Plant Certification and Seedlings Center, West Sumatra Provincial Forestry Service. The method used includes the stages of preparation of tools and materials, sterilization, media creation, and planting explants in WPM (Woody Plant Medium) culture media with the addition of vitamins and 0.7 ppm Plant Growth Regulators (BAP). The results showed that all culture media remained sterile after one week of incubation without any bacterial or fungal contamination. The explants in the form of green callus began to show indications of potential shoots at the beginning of planting. After 14 days, the explants showed positive development with the explants forming dense, bright green shoot clumps from the initial callus, indicating successful cell differentiation and proliferation. These results demonstrate the effectiveness of using WPM media with BAP in stimulating cell division and shoot growth in sandalwood explants. A controlled environment (22-25°C) supports optimal explant growth. The success of the in vitro multiplication method has proven to be able to produce uniform, disease-free sandalwood seedlings and has the potential to support the conservation program and sustainable cultivation of sandalwood in West Sumatra.

  10. INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN FLORA DI KAWASAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) HARAPAN JAYA BATU AMPAR, NAGARI PANTI, KECAMATAN PANTI,KABUPATEN PASAMAN TIMUR, SUMATRA BARAT

    Hutan Kelola Masyarakat (HKM) Harapan Jaya Batu Ampar di Nagari Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman Timur, Sumatera Barat merupakan kawasan hutan yang dikelola oleh masyarakat dengan tujuan menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Aktivitas pemanfaatan lahan yang intensif berpotensi memengaruhi struktur dan komposisi vegetasi hutan, sehingga diperlukan analisis vegetasi sebagai dasar pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, struktur vegetasi, serta tingkat dominansi tumbuhan pada kawasan HKM Harapan Jaya Batu Ampar. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat dengan pengambilan sampel pada beberapa tingkat pertumbuhan, yaitu semai, pancang, tiang, dan pohon. Parameter yang dianalisis meliputi kerapatan, frekuensi, dominansi, serta Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan HKM didominasi oleh jenis-jenis tumbuhan yang bernilai ekonomis, terutama tanaman perkebunan seperti kopi, yang mengindikasikan bahwa kawasan tersebut termasuk dalam kategori hutan peralihan. Dominansi tanaman budidaya dan berkurangnya vegetasi asli hutan menunjukkan adanya tekanan antropogenik terhadap ekosistem hutan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan degradasi hutan apabila tidak disertai dengan pengelolaan yang tepat. Oleh karena itu, hasil analisis vegetasi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pengelolaan HKM yang berorientasi pada konservasi keanekaragaman hayati dan keberlanjutan fungsi ekosistem hutan.

  11. DIVERSITAS FAUNA DI KAWASAN HUTAN HARAPAN JAYA BATU AMPAR NAGARI PANTI KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN SUMATERA BARAT

    Inventarisasi keanekaragaman fauna merupakan salah satu prediktor terbaik dalam menilai kesehatan hutan, dan hal ini menjadi penting untuk hutan dengan tujuan khusus, seperti Hutan Kemasyarakatan (HKm), namun keanekaragaman fauna masih terlewatkan dalam daftar inventarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi keanekaragaman fauna di Hutan Kemasyarakatan (HKm) Harapan Jaya Batu Ampar, Nagari Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2025 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi dan partisipatif. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung, pengumpulan langsung, penggunaan perangkap jebak, dokumentasi tanda-tanda keberadaan satwa (jejak, suara, dan tanda aktivitas), dan wawancara dengan masyarakat setempat. Identifikasi spesies dilakukan berdasarkan karakter morfologi dan dikonfirmasi melalui studi literatur ilmiah. Kami menemukan 40 spesies satwa yang termasuk dalam 30 famili, termasuk mamalia, burung, herpetofauna, dan serangga. Famili Viverridae, Agamidae, dan Formicidae merupakan famili yang memiliki jumlah spesies yang paling banyak dibandingkan dengan famili-famili lainnya. Beberapa jenis fauna tercatat berstatus Rentan (VU), Genting (EN), hingga Kritis (CR) berdasarkan daftar merah IUCN, yang mengindikasikan nilai konservasi yang tinggi pada kawasan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa HKm Harapan Jaya Batu Ampar memiliki keanekaragaman fauna yang tinggi dan berpotensi menjadi kawasan penting untuk konservasi keanekaragaman hayati.

  12. TEKNIK AKLIMATISASI TANAMAN ANGGREK MERAH (Dendrobium sp.) DI UPTD BSPTH DINAS KEHUTANAN PROVINSI SUMATERA BARAT

    Aklimatisasi merupakan tahap kritis dalam perbanyakan tanaman anggrek hasil kultur jaringan karena menentukan keberhasilan tanaman bertahan hidup dan tumbuh setelah dipindahkan dari kondisi in vitro ke lingkungan luar. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik aklimatisasi tanaman anggrek merah (Dendrobium sp.) yang dilakukan di persemaian UPTD Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan (BSPTH) Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini dilaksanakan במסגרת program magang pada bulan Juni hingga Juli 2025 dengan metode pengamatan langsung terhadap tahapan aklimatisasi, media tanam, dan respon pertumbuhan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses aklimatisasi dilakukan dengan memindahkan bibit anggrek dari botol kultur jaringan ke pot berisi media pakis halus, kemudian diadaptasikan secara bertahap di rumah kaca dengan pengaturan kelembaban, suhu, dan intensitas cahaya. Teknik aklimatisasi yang tepat mampu mendukung pembentukan akar dan daun baru sebagai indikator keberhasilan adaptasi tanaman. Teknik ini berperan penting dalam meningkatkan kelulushidupan bibit serta menunjang upaya konservasi dan budidaya anggrek secara berkelanjutan.

  13. PENGUJIAN MEGALOCITYVIRUS PADA SAMPEL IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) DAN KERAPU (Epinephelus sp.) DENGAN METODE PCR DI BALAI KARANTINA HEWAN, IKAN, DAN TUMBUHAN SUMATRA BARAT

    Megalocytivirus adalah patogen penting pada ikan laut, ikan air tawar, dan ikan hias, khususnya di kawasan Asia dan Indo-Pasifik. Infeksi Megalocytivirus menyebabkan penyakit Sleepy Grouper Disease. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Megalocytivirus pada sampel ikan gurame (Osphronemus goramy) dan ikan kerapu (Epinephelus sp.) menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatra Barat, sebagai upaya mendukung deteksi dini, pengendalian penyakit ikan, serta pencegahan penyebaran patogen melalui lalu lintas perikanan. Hasil analisis nested PCR menunjukkan tidak ditemukannya pita DNA berukuran 167 bp pada seluruh sampel ikan uji (S1–S5), yang menandakan bahwa semua sampel ikan gurame dan kerapu negatif terinfeksi Megalocytivirus. Kontrol positif memperlihatkan pita yang jelas pada ukuran target, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan pita, sehingga mengonfirmasi validitas dan keandalan proses PCR. Temuan ini menunjukkan bahwa sampel ikan dari berbagai wilayah di Sumatera Barat berada dalam kondisi sehat dan bebas dari infeksi Megalocytivirus, serta aman untuk diedarkan.

  14. PENGARUH KECERDASAN LOGIS MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS V SD NEGERI MIJEN 2

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan logis-matematis terhadap kemampuan numerasi siswa kelas V SD Negeri Mijen 2. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Mijen 2 yang berjumlah 19 siswa, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian terdiri atas angket kecerdasan logis-matematis dan tes kemampuan numerasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan uji linearitas, kemudian dilanjutkan dengan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan logis-matematis berpengaruh signifikan terhadap kemampuan numerasi siswa. Hasil uji regresi menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,58, yang berarti bahwa kecerdasan logis-matematis memberikan kontribusi sebesar 58% terhadap kemampuan numerasi siswa, sedangkan 42% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan logis-matematis memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar.