Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 7, No. 4Trigonometri : Journal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Published September 23, 2025

Issue description

Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam adalah jurnal yang mempublish berbagai rumpun ilmu alam diataranya Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Jurnal ini diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Bangsa Institute. Jurnal ini terbit 3 kali dalam setahun. Jurnal ini mengundang para akademisi dan praktisi untuk berperan serta mengisi jurnal ini agar dapat berkelanjutan kedepannya. jurnal ini direview oleh ahli berpengalaman di bidang nya agar dapat menghasilkan kualitas tulisan yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya

Articles

  1. IMPLEMENTASI UJI EPSILON-N PADA LIMIT BARISAN MENGGUNAKAN MATLAB

    Penelitian ini membahas implementasi uji epsilon–N pada limit barisan dengan memanfaatkan perangkat lunak MATLAB. Konsep limit barisan merupakan materi fundamental dalam analisis real yang sering menimbulkan kesulitan karena sifatnya yang abstrak serta menuntut pemahaman rigor melalui definisi formal epsilon–N. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif-komputasional dengan dua langkah utama: pembuktian teoretis epsilon–N dan implementasi komputasional menggunakan MATLAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MATLAB mampu menentukan nilai N yang sesuai untuk setiap  serta memverifikasi konvergensi barisan melalui hasil numerik dan grafik. Visualisasi memperlihatkan bahwa nilai barisan semakin mendekati limit dan masuk ke dalam pita batas . Dengan demikian, penggunaan MATLAB terbukti membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara  dan , sekaligus menjembatani konsep abstrak dengan penerapan praktis. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi teknologi komputasi dalam pembelajaran analisis real tidak hanya memperkuat pemahaman teoretis, tetapi juga meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan mahasiswa dalam mengaplikasikan konsep matematika.

  2. IMPLEMENTASI MATLAB DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN SUPREMUM DAN INFIMUM SUATU HIMPUNAN BILANGAN REAL

    Supremum dan infimum merupakan konsep fundamental dalam analisis real yang berkaitan erat dengan kelengkapan bilangan real serta penerapannya pada teori limit, integral, dan analisis konvergensi. Seiring dengan perkembangan teknologi, perangkat lunak seperti MATLAB telah menjadi alat yang efektif dalam menyelesaikan persoalan matematis yang rumit secara numerik maupun simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan MATLAB dalam menentukan supremum dan infimum suatu himpunan bilangan real serta membandingkan hasil komputasi dengan pendekatan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MATLAB mampu memberikan hasil yang cepat, akurat, dan sesuai dengan teori analisis real. Implementasi ini memperlihatkan keterpaduan antara pemahaman teoretis dan aplikasi komputasi dalam mendukung kajian matematika modern.

  3. SYSTEMATIC REVIEW: PERAN PRAKTIKUM DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA

    Praktikum ini bertujuan untuk menelaah peran kegiatan praktikum dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa melalui kajian sistematis terhadap berbagai hasil penelitian yang relevan. Praktikum menjadi bagian penting dalam pembelajaran IPA karena mampu menghubungkan teori dengan pengalaman nyata sehingga siswa dapat memahami konsep secara lebih mendalam dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis sejumlah artikel ilmiah nasional dan internasional yang membahas pelaksanaan praktikum pada pembelajaran sains. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktikum berperan besar dalam mengembangkan keterampilan proses sains, meliputi kemampuan observasi, klasifikasi, pengukuran, interpretasi data, serta penyusunan hipotesis. Selain itu, praktikum juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sikap ilmiah, dan motivasi belajar siswa melalui keterlibatan aktif dalam proses eksperimen. Namun demikian, pelaksanaan praktikum di sekolah masih menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas laboratorium, kurangnya waktu pembelajaran, dan kesiapan guru dalam merancang kegiatan yang efektif. Inovasi seperti penggunaan laboratorium virtual, pengembangan praktikum sederhana berbasis bahan lokal, serta pelatihan guru dalam pengelolaan praktikum menjadi solusi yang potensial untuk mengatasi hambatan tersebut. Secara keseluruhan, kegiatan praktikum terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman konsep dan mengembangkan keterampilan proses sains siswa, sehingga perlu diintegrasikan secara konsisten dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains di sekolah

  4. SYSTEMATIC REVIEW: PERKEMBANGAN PENELITIAN PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM DI INDONESIA

    Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi salah satu pendekatan yang banyak dikembangkan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kajian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis perkembangan penelitian pembelajaran IPA berbasis STEM di Indonesia dalam kurun waktu 2019–2025. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan menelaah delapan artikel nasional yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi. Analisis dilakukan terhadap tren tahun publikasi, jenjang pendidikan yang diteliti, pendekatan metodologis, serta fokus tematik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen pada jenjang SMP dan SMA, dengan fokus utama pada peningkatan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas siswa. Selain itu, mulai terlihat upaya integrasi STEM dengan model pembelajaran lain seperti Learning Cycle 5E serta perluasan menjadi STEAM untuk menekankan unsur seni dan kreativitas. Meskipun tren penelitian STEM menunjukkan perkembangan positif, masih ditemukan keterbatasan dalam variasi metodologi dan kajian longitudinal. Hasil tinjauan ini memberikan dasar bagi pengembangan penelitian lanjutan dan kebijakan pendidikan yang lebih terarah dalam mengimplementasikan pembelajaran STEM di Indonesia. 

  5. PENGEMBANGAN MEDIA JARIMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN PESERTA DIDIK KELAS III MI TARBIYATUL WATHON

    ABSTRAK

    Pengembangan media jarimatika untuk menenamkan konsep perkalian peserta didik Kelas III MI Tarbiyatul Wathon. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengembangan media jarimatika pada materi perkalian serta kelayakan media jarimatika. Dalam mengembangkan media peneliti menggunakan model penelitian ADDIE. Model ADDIE memiiiki lima tahapan yakni: Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subyek yang digunakan dalam ujicoba produk media yaitu peserta didik kelas III MI Tarbiyatul Wathon yang beranggotakan 20 peserta didik. Sebelum media diujicobakan kepada peserta didik, media tersebut diujicobakan terlebih dahulu pada tim ahli yakni ahli media dan ahli materi. Untk kelayakan materi terhadap media memiliki persentase 98% artinya materi dalam pembelajaran matematika materi perkalian dinyatakan valid, sedangkan kelayakan media jarimatika memiliki 2 validator yang pertama 95% dan yang kedua 88% yang menunjukkan bahwa media tersebut valid atau layak digunakan untuk peserta didik kelas III . Berdasarkan hasil angket yang diberikan oleh peserta didik, diketahui bahwa respon setelah menggunakan media jarimatika memiliki kategori sangat layak dengan persentase skor 90% artinya peserta didik merasa senang menggunakan media tersebut.

     

    Kata Kunci : Pemahaman Konsep, Model Penelitian Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE), Perkalian

  6. EKSPLORASI KONSEP ETNOMATEMATIKA PADA ANGKUL-ANGKUL BALI

    Balinese traditional architecture represents a cultural heritage rich in philosophical, aesthetic, and spiritual values rooted in the Tri Hita Karana concept. One of its essential elements, the angkul-angkul or traditional gate, functions not only as an entrance but also as a symbolic reflection of order and balance imbued with mathematical principles. From an ethnomathematical perspective, the angkul-angkul embodies applications of geometry, symmetry, proportion, and ratio that are integrated with local wisdom. This study aims to explore the ethnomathematical concepts embedded in the design and construction of Balinese angkul-angkul and to examine its potential as a contextual medium for culturally based mathematics learning. The research employs a qualitative approach with an ethnographic method through observation, documentation, and in-depth interviews with Balinese craftsmen and cultural practitioners. Data were analyzed descriptively and interpretively to identify mathematical patterns within the structure and proportions of the angkul-angkul. The findings reveal the presence of bilateral symmetry, spatial balance based on the Tri Mandala concept, and traditional measurement systems such as lengkat and nyari, which demonstrate implicit mathematical rationality. This study concludes that Balinese traditional architecture not only carries aesthetic and symbolic value but also embodies mathematical dimensions that can enrich the development of contextual and culture-based mathematics education.

    Arsitektur tradisional Bali merupakan warisan budaya yang merepresentasikan nilai filosofis, estetika, dan spiritual yang berpijak pada konsep Tri Hita Karana. Salah satu elemennya, angkul-angkul, tidak hanya berfungsi sebagai gerbang masuk, tetapi juga mencerminkan keteraturan dan keseimbangan yang sarat makna matematis. Dalam konteks etnomatematika, angkul-angkul memuat penerapan prinsip geometri, simetri, proporsi, dan rasio yang terintegrasi dengan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep-konsep etnomatematika pada desain dan konstruksi angkul-angkul Bali serta menelaah potensinya sebagai sumber pembelajaran matematika berbasis budaya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan perajin serta tokoh budaya Bali. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi pola matematis pada bentuk dan proporsi angkul-angkul. Hasil penelitian menunjukkan adanya penerapan simetri bilateral, keseimbangan ruang Tri Mandala, serta sistem ukuran tradisional seperti lengkat dan nyari yang mengandung rasionalitas matematis. Temuan ini menegaskan bahwa arsitektur tradisional Bali tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memuat dimensi matematis yang dapat dijadikan basis pengembangan pembelajaran matematika kontekstual berbasis budaya.