RADIKALISME DALAM PERSPEKTIF TEKS AKADEMIK DAN NONAKADEMIK

Main Article Content

Meisya Muthia Rezqy
Moudy Sestini
Najwa Salsabilla
Reva Septriyandany
Shania Salsabilla Nofia Putri

Abstract

Radikalisme merupakan fenomena sosial yang terus berkembang dan menjadi perhatian dalam berbagai kajian, baik dalam ranah akademik maupun nonakademik. Isu ini sering kali dipahami secara berbeda tergantung pada konteks, tujuan penulisan, serta latar belakang penulis teks. Perbedaan cara penyajian dan sudut pandang tersebut berpengaruh terhadap pemaknaan radikalisme di kalangan pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep radikalisme dipahami dan direpresentasikan dalam teks akademik dan nonakademik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis teks, yang menitikberatkan pada pengkajian isi, penggunaan bahasa, serta konteks sosial yang melatarbelakangi teks. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber tertulis yang relevan dengan tema radikalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks akademik cenderung membahas radikalisme secara sistematis, objektif, dan berbasis teori serta data ilmiah, sehingga lebih menekankan aspek konseptual dan analitis. Sementara itu, teks nonakademik lebih banyak menampilkan pendekatan naratif, opini personal, serta pengalaman subjektif yang bertujuan untuk membangun pemahaman praktis dan emosional pembaca. Perbedaan karakteristik kedua jenis teks tersebut memengaruhi cara pembaca memahami radikalisme, baik sebagai fenomena ilmiah maupun sebagai persoalan sosial yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian tentang radikalisme serta meningkatkan sikap kritis pembaca dalam menelaah berbagai wacana yang berkembang di masyarakat.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

RADIKALISME DALAM PERSPEKTIF TEKS AKADEMIK DAN NONAKADEMIK. (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 12(1), 341-350. https://cibjournal.com/index.php/argopuro/article/view/6812

References

Abdurrahman, M., & Kibtiyah, M. (2025). Moderasi beragama dan pencegahan radikalisme di kalangan generasi muda. Jurnal Studi Keislaman dan Pendidikan, 12(1), 45–60.

Akram, M., & Nasar, A. (2023). Digital narratives and the construction of radical discourse on social media. Journal of Media and Communication Studies, 15(2), 101–115.

Awan, I., & Zempi, I. (2020). Online extremism and everyday discourse: Digital media and radical narratives. International Journal of Cyber Criminology, 14(1), 1–16.

Azca, M. N. (2020). Radikalisme, ekstremisme, dan kekerasan politik di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(2), 89–103.

Darmawan, R., Suryadi, A., & Lestari, P. (2025). Peran pendidikan tinggi dalam pencegahan radikalisme. Jurnal Pendidikan Sosial, 10(1), 1–14.

Fairclough, N. (2018). Critical discourse analysis: The critical study of language (2nd ed.). London: Routledge.

Fautanu, I. (2024). Persepsi mahasiswa terhadap isu radikalisme di lingkungan kampus. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 8(1), 67–80.

Horgan, J. (2019). Walking away from terrorism: Accounts of disengagement from radical and extremist movements. London: Routledge.

Hyland, K. (2019). Academic discourse: English in a global context. London: Bloomsbury.

Katili, L. M. (2024). Konstruksi wacana radikalisme dalam media daring. Jurnal Bahasa dan Media, 6(2), 120–134.

Kruglanski, A. W., Bélanger, J. J., & Gunaratna, R. (2021). The three pillars of radicalization: Needs, narratives, and networks. Oxford: Oxford University Press.

Maraulang, Y. (2025). Radikalisme dalam perspektif teks akademik dan nonakademik. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(1), 23–38.

Mutohar, A., & Sudrajat, A. (2022). Bahasa persuasif dalam narasi radikal di ruang publik. Jurnal Komunikasi dan Masyarakat, 5(2), 89–102.

Nisa, E. F., Hidayat, R., & Prasetyo, A. (2023). Media digital dan penyebaran wacana radikalisme. Jurnal Media dan Budaya, 7(1), 55–70.

Putra, R. A., Hanafiah, M., & Kurniawan, D. (2024). Radikalisme dan konstruksi wacana di ruang publik Indonesia. Jurnal Penelitian Sosial, 11(2), 140–155.

Rahmatullah, M., Hasan, N., & Prabowo, A. (2021). Karakteristik teks akademik dalam kajian sosial. Jurnal Linguistik Terapan, 4(1), 33–47.

Safar, M., Ismail, N., & Rahman, F. (2024). Radikalisme dan interpretasi agama di masyarakat. Jurnal Studi Agama dan Sosial, 9(2), 98–112.

Saman, M., Yusuf, A., & Ridwan, H. (2023). Penguatan nilai toleransi sebagai strategi pencegahan radikalisme. Jurnal Pendidikan Multikultural, 6(1), 1–15.

Schmid, A. P. (2020). Handbook of terrorism prevention and preparedness. The Hague: ICCT Press.

Sutrisno, B., Wahyuni, S., & Karim, A. (2024). Integrasi moderasi beragama dalam kurikulum pendidikan. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 8(2), 76–90.

Swales, J. M., & Feak, C. B. (2020). Academic writing for graduate students (4th ed.). Ann Arbor: University of Michigan Press.

Wardani, D., Prasetya, R., & Laili, N. (2022). Representasi radikalisme dalam teks media nonakademik. Jurnal Kajian Media, 5(2), 112–126.

Widiawati, S. (2024). Glocal radicalism: Dinamika lokal dan global dalam gerakan radikal. Jurnal Studi Global dan Lokal, 3(1), 41–56.

Widiarni, L., Siregar, M., & Anwar, R. (2024). Radikalisme digital dan narasi ekstrem di media sosial. Jurnal Komunikasi Digital, 10(1), 1–18.

Zainuddin, A., Rahmawati, D., & Hakim, L. (2023). Radikalisme dalam konteks sosial-keagamaan Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama, 7(2), 85–99.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.