ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN TERBATAS MELALUI SISTEM HIDROPONIK DI USAHA TERASMAHIRA, JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN
pdf

Keywords

lahan terbatas, hidroponik, pertanian perkotaan, urban farming

How to Cite

ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN TERBATAS MELALUI SISTEM HIDROPONIK DI USAHA TERASMAHIRA, JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN. (2026). Hibrida: Jurnal Pertanian, Peternakan, Perikanan, 6(1), 1-10. https://cibjournal.com/index.php/hibrida/article/view/5589

Abstract

Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan tingginya kepadatan penduduk menjadi tantangan dalam pengembangan kegiatan pertanian. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi pemanfaatan lahan sempit agar tetap produktif, salah satunya melalui penerapan sistem hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan lahan terbatas melalui sistem hidroponik di Usaha Terasmahira, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menilai kontribusinya terhadap efisiensi dan produktivitas penggunaan lahan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Terasmahira memanfaatkan lahan seluas 175 m² di kawasan permukiman padat dengan menempatkan 13 instalasi hidroponik yang disusun secara efisien. Penerapan sistem hidroponik mampu mengoptimalkan penggunaan lahan, air, dan nutrisi, serta meningkatkan fungsi lahan kosong menjadi ruang produktif bernilai ekonomi. Faktor pendukung meliputi kesesuaian sistem hidroponik dengan kondisi perkotaan, keterampilan pelaku usaha, ketersediaan infrastruktur, dan permintaan pasar. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan modal, ketergantungan pada pasokan air dan listrik, skala usaha yang masih kecil, serta keterbatasan ruang fisik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem hidroponik merupakan solusi efektif dan berkelanjutan dalam pemanfaatan lahan terbatas di wilayah perkotaan serta mendukung pengembangan pertanian perkotaan

pdf

References

[1] Alma, Azizah, Ichwana Ichwana, dan Indera Sakti Nasution. 2021. Sistem akuisisi gambar menggunakan kamera 3D Kinect V2 untuk memonitoring ketinggian tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 6(3):147–154.

[2] Aprilia, H. 2022. Uji potensi eco-enzym terhadap pertumbuhan tanaman selada romaine (Lactuca sativa var. longivolia) dengan teknik hidroponik. Bandung: FKIP Universitas Pasundan.

[3] Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. 2025. Penduduk, laju pertumbuhan penduduk, dan kepadatan penduduk Provinsi DKI Jakarta. Jakarta: BPS Provinsi DKI Jakarta.

[4] Despommier, D. 2013. Farming up the city: The rise of urban vertical farms. Trends in Biotechnology, 31(7):388–389.

[5] Eigenbrod, C. dan Gruda, N. 2015. Urban vegetable production for food security in cities: A review. Agronomy for Sustainable Development, 35(2):483–498.

[6] Hutapea, G. 2022. Budi daya seledri (Apium graveolens L.) dengan sistem hidroponik DFT (Deep Flow Technique). Lembang: BBPP Lembang

[7] Junainah, W., Kanto, S., dan Soenyono. 2016. Program urban farming sebagai model penanggulangan kemiskinan masyarakat perkotaan. Wacana, 19(3):148–156.

[8] Kurniaty, I., Sukmawati, A.N. Ramadhani, N. Fatimah, A. Renata, dan R.E. Saputra. 2021. Pembuatan hidroponik untuk budidaya tanaman sayur-sayuran sebagai upaya meningkatkan kesehatan di era pandemi Covid-19. Journal Lepa-Lepa Open, 1(3):402–409.

[9] Min, A., Nguyen, N., Howatt, L., Tavares, M., dan Seo, J. 2022. Aeroponic systems design: Considerations and challenges. Journal of Agricultural Engineering.

[10] Mok, H.F., Williamson, V.G., Grove, J.R., Burry, K., Barker, S.F., dan Hamilton, A.J. 2014. Urban agriculture in developed countries: A review. Agronomy for Sustainable Development, 34(1):21–43.

[11] Orsini, F., Kahane, R., Nono-Womdim, R., dan Gianquinto, G. 2013. Urban agriculture in the developing world: A review. Agronomy for Sustainable Development, 33(4):695–720.

[12] Rosiana, M. 2022. Identifikasi perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Terisi dan kesesuaiannya dengan rencana pola ruang Kabupaten Indramayu. Bandung: Universitas Komputer Indonesia.

[13] Santini, G. 2022. The role of urban and peri-urban agriculture to build food secure cities and resilient food systems. Acta Horticulturae, 1356:1–8.

[14] Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

[15] Sulistyowati, L. dan Nurhasanah. 2021. Analisis dosis AB mix terhadap nilai TDS dan pertumbuhan pakcoy secara hidroponik. Jambura Agribusiness Journal, 3(1):28–36.

[16] Suryani, S., Nurjasmi, R., dan Fitri, R. 2020. Pemanfaatan lahan sempit perkotaan untuk kemandirian pangan keluarga. Jurnal Ilmiah Respati.

[17] Yachya, A. 2022. Pertumbuhan daun stek ginseng jawa (Talinum paniculatum Gaertn.) pada tiga sistem hidroponik berbeda. Stigma: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 15(1):28–37.

Downloads

Download data is not yet available.