Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku produk ramah lingkungan merupakan salah satu upaya strategis dalam mengurangi pencemaran serta mendukung penerapan ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi serta menganalisis kualitas, manfaat, dan potensi penerapannya sebagai produk berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengidentifikasi, mengkaji, dan mensintesis berbagai hasil penelitian sebelumnya terkait proses pemurnian minyak jelantah, formulasi lilin, serta dampak lingkungan dan peluang ekonominya. Hasil telaah menunjukkan bahwa proses pemurnian menggunakan adsorben seperti arang aktif dan bleaching earth efektif dalam meningkatkan kejernihan dan menurunkan bau tengik, sehingga minyak layak digunakan sebagai bahan pembuatan lilin. Produk lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah memiliki kualitas fisik dan stabilitas pembakaran yang baik, serta dapat ditingkatkan nilai estetikanya melalui penambahan pewarna dan minyak esensial. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan minyak jelantah tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan limbah rumah tangga, tetapi juga memiliki potensi ekonomi melalui pengembangan produk ramah lingkungan. Dengan demikian, inovasi ini mendukung praktik produksi berkelanjutan serta membuka peluang pemberdayaan masyarakat.
You may also start an advanced similarity search for this article.