Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 10 No. 6 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

PENGARUH MEDIA TANAM PADA PENURUNAN BOD LIMBAH CAIR AGROINDUSTRI TAPIOKA PADA PROSES FITOREMEDIASI SISTEM LAHAN BASAH BUATAN (Constructed Wetland) MENGGUNAKAN TANAMAN IRIS(Tectorum maxim)

Submitted
November 28, 2025
Published
2025-11-28

Abstract

Sumber air limbah salah satunya berasal dari sektor agroindustri tapioka yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran. Limbah cair agroindustri tapioka dihasilkan dari proses produksi seperti halnya dari pencucian bahan baku sampai pada proses pemisahan pati dari airnya atau (pengendapan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam pada penurunan BOD limbah cair agroindustri tapioka menggunakan sistim constructed wetand dengan media tanaman iris (tectorum wetland). Beberapa metode pengolahan limbah cair tapioka telah banyak diakukan, salah satu metode yang dikembangkan adalah metode fitoremediasi. Tanaman iris (Tectorum maxim) ditanam pada tiga media (pasir, tanah, dan zeolit) dengan lima perlakuan yaitu 1) tanpa tanaman dan media, 2) tanpa media, 3) tanah, 4) tanah dan pasir, 5) tanah dan zeolit. Kualitas air limbah dianalisis dengan mengukur BOD hari ke-0, 4, 8 dan 12. Berdasarkan hasil analisis, media tanam berpengaruh menurukan kadar BOD dengan efektivitas sebesar 7,69%, 84,62%, 88,46%, 96,15% dan 98,72%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media tanam zeolit dan tanah paling efektif dalam menurunkan BOD pada limbah cair agroindusri tapioka.

References

  1. Boyd, C, E. (1990). Water Quality in Ponds for Aquaculture. Auburn: Auburn University Agricultural Experiment Station.
  2. Fajarudin, A. (2002). Laporan Teknologi Pegolahan Air Buangan Industri Tapioka. BPPI Semarang
  3. Hidayah & Wahyu (2010), Nikho, M. A. (2020). Perbandingan Efektivitas Tanaman Cattail (Thypa Angustifolia) dan Tanaman Iris (Iris Pseuadacorus) Pada Constructed Wetland Terhadap Limbah Cair Industri Tahu (Doctoral dissertation, Uin Ar-Raniry Banda Aceh).
  4. Irawanto, R. 2012. Pemanfaatan Tumbuhan DalamPengendalian Lingkungan. Prosiding SeminarPemetaan Potensi dan Inovasi IPTEK Seni dan Budaya. ITS. Surabaya
  5. Jacobs, J.M., & Mongod, J. (2010). Plant Guide for Paleyellow Iris (Iris Pseudacorus). USDA Naural Resources.
  6. Kurniade, Fibrian, N., Sunoko, H. R., & Izzati, M. (2014). Aplikasi Sistem Vertical dan Horizontal Sub Surface Flow Wetland dalam Pengolahan Kembali Effluent IPAL Perusahaan Obat dan Obat Tradisional. Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri, 5(1), 29-36.
  7. Kurniade, I. (2011). Pengolahan Limbah Cair Buatan dengan System Lahan Basah Buatan (Constructed Wetland).
  8. Kristanto, B. (2002). Pengaruh Limbah Cair Terhadap Kualitas Air. Jurnal Lingkungan, 4(1), Semarang 12-18.
  9. Nikho,M.A. (2020). Perbandingan Efektivitas Tanaman Cattail (Thypa Angustifolia) dan Tanaman Iris (Iris Pseuadacorus) pada Constructed Wetland Terhadap Limbah Cair Industri (Doctoral dissertation, Uin Ar-Raniry Banda Aceh).
  10. Oktavia, Lily, dkk 2021 : Jurnal Penelitian Biologi, Vol. 8(1), Mei 2021 Pengaruh Kombinasi Media Tanah dan Pasir Terhadap Penurunan Kadar BOD dan COD pada Limbah Domestik Rumah Makan Menggunakan Tumbuhan Cyprus Jurnal Penelitian Biologi, Vol. 8(1), Mei 2021 Universitas Halu Oleo, Kendari
  11. Raissa, A., & Tangahu, B. V. (2007). Pemanfaata zeolit dalam penjernihan air limbah.
  12. Salt, D, E., Smith, R. D., & Raskin, I. (1998). Phytoremdiation. Annual Riview Of Plant Physiology and Plant Molecular Biology, 49, 634-668.
  13. Setiawan, et.al. (2018) ; Munfah, 2017; Musseng 2021. Zeolit sebagai media filtrasi air limbah yang efektif.
  14. Sulistyani dkk., (2018). Pemanfaatan Zeolit sebagai Adsorben dan Media Pertukaran Ion dam Pengolahan air limbah.
  15. Tian,M. (2011) Application of Constructed Wetland Technology in Urban Landscape Designs, Advanced Materials Research Vols. 211-212, pp. 939-943.
  16. UN-HABITAT. (2008). Constructed Wetlands Manual. (Vol. 978-92-1-13963-7) UN-HABITAT Water for Asian Cities Programme.
  17. Vymazal. J. (2005). Horizontal sub-surface flow and hybrid constructed wetland systems for wastewater treatment. In Ecological Engineering, (25),pp.478-490.
  18. Wang, et al. (2014). Potensi Lumpur Sawah Sebagai Sumber Agen Bioremediasi untuk Pengolahan Limbah Cair Tapioka.
  19. Widajani, S. (2007). Peran tanah lumpur sebagai filter alami dalam penyaringan partikel padat dari limbah.
  20. Yuliana, et al. (2022). Pemanfaatan lumpur sawah sebagai agen bioremediasi limbah cair tapioka.

Similar Articles

1-10 of 25

You may also start an advanced similarity search for this article.