Pengembangan game puzzle platformer, khususnya yang mengusung gaya visual minimalis seperti Limbo dan Inside, menawarkan tantangan unik dalam menyeimbangkan tingkat kesulitan teka-teki dengan narasi imersif tanpa bantuan petunjuk verbal yang eksplisit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game puzzle edukasi bertema sejarah dengan mengimplementasikan karakter bergaya faceless dan lingkungan interaktif guna meningkatkan imersi pemain serta validasi efektivitas desain level terhadap keterlibatan pengguna. Metode pengembangan yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) Luther-Sutopo yang terdiri dari tahapan Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, dan Distribution, yang diimplementasikan menggunakan Unity Game Engine. Desain karakter dibuat minimalis untuk memfasilitasi self-projection pemain, sementara lingkungan dirancang menggunakan sistem modular. Pengujian dilakukan terhadap 20 responden berusia 15-25 tahun. Hasil pengujian Black Box menunjukkan tingkat keberhasilan fungsionalitas sebesar 100%. Evaluasi User Experience (UX) menunjukkan hasil positif, di mana 85% responden menilai game mudah dimainkan (learnability) dan 90% menyatakan ketertarikan serta kepuasan terhadap materi sejarah dan mekanisme puzzle. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi elemen visual minimalis dan fisika interaktif efektif dalam menciptakan atmosfer imersif dan meningkatkan minat belajar sejarah, meskipun pengembangan fitur teknis lanjutan seperti sistem penyimpanan (save progress) masih diperlukan.
The development of puzzle platformer games, particularly those utilizing minimalist visual styles, presents unique challenges in balancing puzzle difficulty with immersive narratives without explicit verbal cues . This study aims to develop a history-themed educational puzzle game by implementing a 'faceless' character style and interactive environments to enhance player immersion and validate the effectiveness of level design on player engagement. The development method employed is the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) by Luther-Sutopo, consisting of Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, and Distribution phases, implemented using the Unity Game Engine. The character design is minimalist to facilitate player self-projection, while the environment is constructed using a modular system . Testing was conducted on 20 respondents aged 15-25 years. Black Box testing results demonstrated a 100% functionality success rate. User Experience (UX) evaluation yielded positive results, with 85% of respondents rating the game as easy to play (learnability) and 90% expressing interest and satisfaction with the historical material and puzzle mechanisms . The study concludes that the integration of minimalist visual elements and interactive physics is effective in creating an immersive atmosphere and increasing interest in learning history, although further development of technical features, such as a save progress system, is required.
You may also start an advanced similarity search for this article.