Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 10 No. 7 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

ARSITEKTUR BERKELANJUTAN MASJID BAITURRAHMAN SIMPANG LIMA, SEMARANG : INOVASI HIJAU DAN MODERNISASI DI ERA KONTEMPORER

Submitted
December 7, 2025
Published
2025-12-07

Abstract

Revitalisasi Masjid Raya Baiturrahman di kawasan Simpang Lima Semarang menunjukkan bagaimana arsitektur masjid di Indonesia dapat mengintegrasikan prinsip keberlanjutan sambil tetap menjaga identitas lokal. Artikel ini mengkaji latar belakang, strategi desain dan transformasi spasial kompleks masjid setelah renovasi besar pada 2021 – 2022. Pendekatan studi kasus kualitatif diterapkan melalui analisis dokumen, telaah kebijakan dan media, serta observasi visual terhadap kawasan yang telah direvitalisasi. Analisis difokuskan pada strategi pasif-tropis, pengelolaan lanskap dan air, sistem energi dan pencahayaan, serta penaatn ulang ruang publik di sekitar masjid. Temuan menunjukkan bahwa proyek ini mempertahankan tipologi atap limasan dan komposisi aksial, sekaligus menghadirkan ruang terbuka hijau, parkir basement, sirkulasi bebas hambatan, dan plaza fleksibel yang terhubung langsung dengan ruang kota Simpang Lima. Intervensi tersebut memperbaiki mikroklimat, mengurangi kekumuhan visual, dan mendukung penggunaan energi yang lebih efisien melalui naungan, panghawaan silang, dan optimasi pencahayaan buatan. Pada saat yang sama, masjid memperkuat perannya sebagai destinasi wisata religi dan penanda kota Semarang. Studi ini menyimpulkan bahwa Baiturrahman dapat menjadi rujukan eco-mosque kontemporer di kawasan perkotaan padat dan merekomendasikan evaluasi pasca-huni lanjutan untuk mengkuantifikasi kinerja lingkungan dan sosial.

References

  1. Al Muhtada. (2025). Sejarah dan kemegahan Masjid Raya Baiturrahman : Ikon Kota Semarang. Pesantren Riset Al-Muhtada. Diakses dari https://almuhtada.org
  2. Antara. (2023). PUPR : Penataan Masjid Baiturrahman Semarang beri kontribusi ekonomi. Antara News. Diaskes dari https://www.antaranews.com
  3. Creswell, J.W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
  4. Firmansyah, M.V. (2024). Concept and meaning of Baiturrahman Grand Mosque of Semarang: Green and sustainabel mosque. Border: Jurnal Arsitektur, 3(2),xx-xx. Diakses dari https://border.upnjatim.ac.id
  5. Good News From Indonesia. (2023). Kisah Masjid Baiturrahman Semarang: Pembangunannya sulit, kini jadi ikon kota non modern. GoodNewsIndonesia.id. Diakses dari https://www.goodnewsfromindonesia.id
  6. IFC. (2022). Indonesia National Mosque goes green in wordl-first for faith-based buildings. International Finance Corporation. Diakses dari https://www.ifc.org
  7. Kompas. (2023). Ini konsep desain revitalisasi Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Kompas Properti. Diakses dari https://www.kompas.com
  8. Kumparan. (2025). Masjid Baiturrahman Semarang: Masjid megah di kawasan Simpang Lima. Seputar Semarang-Kumparan. Diakses dari https://kumparan.com
  9. Lingkar. (2021). Renovasi Masjid Raya Baiturrahman Semarang dimuali, anggaran Rp 84,2 miliar. Lingkaran.co. Diakses dari https://lingkar.co
  10. Liputan6. (2023). Berusia hampir 50 tahun, ini wajah baru Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Liputan6.com. Diakses dari https://www.liputan6.com
  11. Miles,M.B., & Saldana,J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
  12. Olgyay.V. (2015). Design with climates: Bioclimatic approach to architectural regionalism. Princeton, NJ: Princeton University Press.
  13. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2021). Dipercantik, gerbang Masjid Raya Baiturrahman lebih terbuka sesuai arahan gubernur. PPID Provinsi Jawa Tengah. Diakses dari https://jatengprov.go.id
  14. Pemerintah Provinsi Jawa tengah. (2025). Makin nyaman dan menarik, Masjid Baiturrahman juga jadi destinasi wisata religi. PPID Provinsi Jawa Tengah. Diakses dari https://jatengprov.go.id
  15. Rabbani, M. (2022). Masjid Raya Baiturrahman Semarang Jawa Tengah. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, 7(1), xx-xx.
  16. Sobri, A., dkk. (2021). Prinsip eco-mosque dalam desain masjid berkelanjutan. Jurnal Arsitektur Zonasi, 4(2), xx-xx
  17. Webinar Wajah Baru Simpang Lima. (2023). Wajah Baru Simpang Lima Semarang: Revitalisasi Masjid Raya Baiturrahman. Rekaman webinar, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
  18. Wapres RI. (2023). Wapres minta Masjid Baiturrahman Semarang jadi pusat pembinaan masyarakat sekitar, Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. Diakses dari https://www.wapresri.go.id
  19. Yeang,K. (2008). Eco-design: A manual for ecological design. Chichester: John Wiley & Sons.

Similar Articles

31-40 of 145

You may also start an advanced similarity search for this article.