Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 10 No. 7 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

PERBANDINGAN METODE FERMENTASI SEMI ANAEROB DAN ANAEROB PADA PROSES PEMBUATAN BIOETANOL

Submitted
December 26, 2025
Published
2025-12-27

Abstract

Kebutuhan energi yang terus meningkat mendorong pengembangan energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode fermentasi semi anaerob dan anaerob dalam produksi bioetanol dengan bahan baku molase menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Variasi penelitian meliputi jumlah ragi (6 g, 9 g, dan 12 g) serta lama fermentasi (3, 5, dan 7 hari). Parameter yang dianalisis adalah penurunan nilai Brix, yield hasil fermentasi, serta kadar bioetanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi semi anaerob menghasilkan kadar bioetanol lebih tinggi dibandingkan fermentasi anaerob pada semua variasi yang diuji. Kondisi optimum diperoleh pada penggunaan 9 g ragi dengan waktu fermentasi 5 hari, menghasilkan bioetanol sebesar 18,34% pada fermentasi semi anaerob dan 16,36% pada fermentasi anaerob. Yield terbaik juga diperoleh pada hari ke-5, yaitu 1% (anaerob) dan 0,80% (semi anaerob). Keunggulan metode semi anaerob disebabkan adanya suplai oksigen terbatas pada tahap awal fermentasi yang mendorong pertumbuhan populasi ragi serta meningkatkan aktivitas enzimatis, sehingga konversi gula menjadi etanol lebih efisien. Namun, pada fermentasi yang diperpanjang hingga 7 hari terjadi penurunan kadar bioetanol dan yield diakibat berkurangnya nutrisi serta akumulasi produk samping yang menghambat metabolisme mikroorganisme.

References

  1. Annisa Fitriyah Permata Cika, dkk (2022). Pengaruh pH Fermentasi dan Putaran Pengadukan pada Fermentasi Molasses terhadap. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI), 41-46.
  2. APROBI. (11 Juni 2024). Pertamax Green 95 Hadir Sebagai BBM Ramah Lingkungan di Indonesia. Jakarta.
  3. Florin Dumitru Bora, d. (11 April 2023). Produksi Anggur Rendah Alkohol dengan Fermentasi Semi-Anaerob Secara Sequintial. Jurnal Ilmu Hayati Terapan dan Lingkungan, 407-418.
  4. Hasanuddin dkk, 2. (2019). Pemurnian Bioetanol Limbah Kulit Nanas Menggunakan Alat Distilasi Sederhana Model Kolom Refluks. Jurnal Zarah, Vol. 7 No. 1, 22-28.
  5. I. Syauqiah. (2015). Pengaruh Waktu Fermentasi Dan Persentase Starter Pada Nira Aren (Arenga Pinnata) Terhadap Bioethanol Yang Dihasilkan. Jurnal Info Teknik. Vol. 16. pp. 217–226.
  6. Monita Octria dkk. (2018). Optimalisasi Produksi Bioetanol dari Filtrat Kulit Nanas. Jurnal Internasional Teknik & Teknologi, 5226-5228.
  7. Pamilia, C. (Desember 2016). Pengaruh Konsentrasi Asam Sulfat dan Vaiasi Massa Ragi Terhadap Pembuatan Bioetanol dari Biji Durian. Jurnal Teknik Kimia No. 4, Vol. 22,, 45-52.
  8. Sa'id, P. (2022). Pengaruh pH dan waktu Fermentasi Molase menjadi Bioetanol menggunakan Bakteri EM4. Jurnal Politeknik Negeri Sriwijaya, 33-40.
  9. Siti Khodijah, A. A. (April 2015). Analisis Pengaruh Variasi Persentase Ragi (Saccharomyces cerevisiae) dan waktu pada proses fermentasi dalam pemanfaatan Duckweed (Lemna minor) sebagai Bioetanol. Jurnal Neutrino Vol. 7, No. 2, 71-76.
  10. Tuti Maryana, D. S. (14-05-2020). Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Ragi Pada Produksi. Agroindustri, 47-56.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.