Simpang tak bersinyal merupakan bagian penting dari sistem transportasi yang sering menjadi titik kemacetan, terutama pada daerah dengan pertumbuhan aktivitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tiga tak bersinyal di Jalan Negeri Sakti – Jalan Srimulyo, Kabupaten Pesawaran, yang mengalami kepadatan lalu lintas pada jam puncak pagi dan sore. Metode penelitian menggunakan survei lapangan dengan pengumpulan data primer berupa volume lalu lintas, geometrik jalan, dan hambatan samping selama jam puncak. Analisis kinerja dilakukan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 dengan parameter kapasitas, derajat kejenuhan (DS), tundaan, dan peluang antrian. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas simpang sebesar 1.850,60 skr/jam (pagi) dan 1.975,69 skr/jam (sore). Derajat kejenuhan yang diperoleh adalah 0,695 (pagi) dan 0,703 (sore) yang termasuk dalam Tingkat Pelayanan (LOS) C. Tundaan rata-rata sebesar 5,545 detik/skr (pagi) dan 5,521 detik/skr (sore), dengan peluang antrian antara 1,73–20,18%. Simpang masih beroperasi dalam kondisi stabil, namun memerlukan intervensi seperti pemasangan rambu prioritas dan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan di masa depan.
You may also start an advanced similarity search for this article.