Dalam dunia industri jasa, efektivitas waktu kerja menjadi faktor penting dalam menunjang produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas kerja dalam proses pembuatan kopi espresso menggunakan metode Maynard Operation Sequence Technique (MOST), sebuah metode pengukuran waktu kerja secara tidak langsung berbasis data waktu gerakan (Predetermined Motion Time System). MOST digunakan untuk menghitung waktu normal dan menentukan waktu standar dalam aktivitas barista, khususnya pada proses manual yang berulang. Penelitian dilakukan di Toko Kopi Haji Wawa, Kecamatan Kramatwatu, dengan fokus pada operator perempuan yang bertugas membuat espresso. Melalui observasi langsung dan pencatatan aktivitas kerja berdasarkan urutan gerakan MOST, diperoleh waktu normal sebesar 3760 TMU atau setara 2,256 menit. Setelah ditambahkan allowance sebesar 15% sesuai standar ILO, diperoleh waktu standar sebesar 2,654 menit untuk menghasilkan satu cangkir espresso. Dengan asumsi jam kerja barista 8 jam per hari, maka potensi output optimal adalah 480 cangkir per hari. Hasil ini menunjukkan bahwa metode MOST efektif untuk menganalisis aktivitas kerja, menetapkan waktu standar yang akurat, serta mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi di sektor jasa minuman. Penelitian ini juga merekomendasikan penataan ulang peralatan kerja dan pelatihan efisiensi gerakan sebagai bentuk continuous improvement.
You may also start an advanced similarity search for this article.