Sains modern sering dianggap sebagai hasil perkembangan peradaban Barat, namun akar historis dan epistemologisnya menunjukkan keterkaitan erat dengan tradisi ilmiah Islam. Artikel ini membahas bagaimana sains modern dapat dipahami sebagai bentuk revolusi Islam, khususnya melalui kontribusi para ilmuwan Muslim dalam membangun metode ilmiah, etos rasionalitas, serta integrasi antara wahyu dan akal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka yang melibatkan literatur sejarah sains, filsafat Islam, dan kajian peradaban. Analisis dilakukan melalui proses kategorisasi, interpretasi historis, dan komparasi antara paradigma ilmiah Islam dan perkembangan sains modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ilmiah Islam tidak hanya menjadi fondasi metodologis bagi revolusi ilmiah di Eropa, tetapi juga membawa konsep penting seperti observasi empiris, eksperimentasi, dan penghormatan terhadap hukum alam sebagai manifestasi kekuasaan Tuhan. Dengan demikian, sains modern dapat dipandang sebagai kelanjutan dari revolusi intelektual yang telah dimulai dunia Islam, sekaligus menjadi jembatan dialog antara pengetahuan kontemporer dan nilai-nilai keislaman. Temuan ini menegaskan pentingnya rekonstruksi sejarah sains yang lebih adil serta revitalisasi semangat ilmiah Islam untuk menjawab tantangan modern.
You may also start an advanced similarity search for this article.