Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 10 No. 8 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

MEDAN ART & CREATIVE CENTER WITH ARCHITECTURAL ART – DECORATIVE APPROACH

Submitted
January 20, 2026
Published
2026-01-20

Abstract

Community Center merupakan tempat berkumpulnya individu dan masyarakat untuk melakukan kegiatan yang positif. Community center berperan penting dalam membangun kohesi sosial dan memberdayakan masyarakat setempat. Remaja dan masyarakat memerlukan pembinaan yang tepat agar dapat mengembangkan daya cipta yang alamiah sehingga dapat meningkatkan potensi dan kemampuannya secara maksimal, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Art and creative center diperlukan untuk mewadahi kegiatan berkesenian dan menyalurkan kreativitas individu dan masyarakat yang sudah ada, agar dapat berfungsi sebagai fasilitas publik yang fungsional untuk menciptakan ruang-ruang baru. Arts and creative center tidak hanya menyediakan sarana untuk mewadahi kegiatan, tetapi juga dapat mengembangkan beberapa bidang industri kreatif di Medan. Implementasi gedung Medan Art & Creative bertemakan Seni Dekoratif ini dapat terwujud berkat adanya hasil penelitian metode deskriptif, studi banding tema dan bangunan terkait, serta penerapan ornamen, nilai, dan bentuk dekoratif dari arsitektur Seni Dekoratif yang diterapkan pada bangunan secara teoritis. Dengan penerapan Arsitektur Dekoratif Seni, diharapkan gedung Pusat Seni dan Kreatif dibangun dengan gaya yang tidak menganut campuran gaya arsitektur yang hanya terfokus pada beberapa sisi, sehingga menghasilkan bangunan yang identik dengan seni dan kreativitas.

References

  1. D. Enjelina K. Gunawan, R. P. (2011). Reaktualisasi Ragam Art Deco dalam Arsitektur Kontemporer. Media Matrasain Journal, 8(1).
  2. Dermawan, A. (2017). Hendra Gunawan and Us Seeing Indonesia (Sebuah Catatan Kuratorial). Jakarta: Ciputra Artpreneur.
  3. Google Earth. (t.thn.). Dipetik April 10, 2025, dari https://earth.google.com/web/search/Jalan+Teuku+Cik+Ditiro+no.+110,+Madras+Hulu
  4. Hasan, M. I. (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  5. Hurlock, E. B. (1999). Perkembangan Anak Julid 1 (edisi 6). Jakarta: Erlangga.
  6. Informasi Tata Ruang dan Zonasi Kota Medan ( INTRUSI). (t.thn.). Peta Zonasi Kota Medan. Dipetik February 20, 2022, dari https://intrusi.pemkomedan.go.id
  7. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). (2022). (Pengertian Pusat) Dipetik February 19 , 2022, dari http://kbbi.web.id/pusat
  8. Kartono, K. (2010). Psikologi Sosial. Jakarta: PT Grafindo Raja Persada Jakarta.
  9. Kusmayadi, & Sugiarto. (2000). Metodologi Penelitian Dalam Bidang Kepariwisataan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  10. Liah Zakiatul, A. (2011). Komparasi Efektifitas Material Pelapis Dinding Sebagai Insulasi Akustik. Jurnal Arsitektur PURWARUPA , 3 (2), 151-156.
  11. Medan, B. P. (2018- 2020). (Jumlah Penduduk Kota Medan Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin(Jiwa)) Dipetik February 20, 2022, dari Available:https://medankota.bps.go.id/indicator/12/31/1/jumlah-penduduk-kota- medan-menurut-kecamatan-dan-jenis-kelamin.html
  12. Neufert, E. (2002). Data Arsitek jilid 2. Jakarta: Erlangga.
  13. Reswick, J. (1965). Pengertian Desain dan Desain Interior. Amerika Serikat.
  14. Soedarsono. (1990). Tinjauan Seni Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Seni. Yogyakarta: Saku Dayar Sana.
  15. Weber, A. (1909). The Theory of The Location of Industries. The University of Chicago Press, Chicago & London.

Similar Articles

11-20 of 185

You may also start an advanced similarity search for this article.