Penelitian ini bertujuan menilai efisiensi ekonomi antara konstruksi baja dan beton bertulang pada pembangunan jembatan rangka bentang 40 meter. Analisis dilakukan menggunakan data Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) 2024 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kajian ini menyoroti empat aspek utama, yaitu biaya material, upah tenaga kerja, durasi pelaksanaan proyek, dan Life Cycle Cost (LCC) dalam periode rencana 30 tahun. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa total biaya awal jembatan baja sebesar Rp 5,78 miliar, sedangkan beton bertulang mencapai Rp 5,12 miliar. Meski biaya awal baja lebih tinggi, waktu konstruksinya 27% lebih singkat, dengan biaya pemeliharaan jangka panjang yang lebih rendah. Analisis LCC menunjukkan total biaya jangka panjang konstruksi baja sebesar Rp 6,05 miliar dan beton bertulang Rp 6,23 miliar. Dengan demikian, baja memiliki keunggulan ekonomis dalam siklus hidup proyek, terutama pada proyek yang menuntut efisiensi waktu dan ketahanan tinggi.
You may also start an advanced similarity search for this article.