Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 10 No. 8 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DAN BUBUK ARANG KAYU TERHADAP DAYA DUKUNG PADA TANAH LUNAK (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN JALAN TOL TRANS SUMATERA RUAS BETUNG –TEMPINO – JAMBI SEKSI 2B)

Submitted
January 29, 2026
Published
2026-01-29

Abstract

Tanah lunak merupakan permasalahan utama dalam konstruksi jalan karena memiliki daya dukung rendah dan plastisitas tinggi. Kondisi ini ditemukan pada tanah dasar di Sta 109+100 Proyek Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Betung–Tempino–Jambi Seksi 2B dengan nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah asli sebesar 3,25%, lebih rendah dari persyaratan minimum 6%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu sekam padi (ASP), bubuk arang kayu (AK), serta kombinasi keduanya terhadap karakteristik pemadatan dan daya dukung tanah lunak. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium yang meliputi uji sifat fisik tanah, uji pemadatan Standard Proctor, serta uji CBR pada kondisi unsoaked (pemeraman 1, 3, dan 7 hari) dan soaked (perendaman 1, 3, dan 7 hari). Variasi campuran ASP digunakan sebesar 3%, 5%, dan 7%, sedangkan AK sebesar 10%, 15%, dan 20%, serta kombinasi ASP 3%, 5%, dan 7% dengan AK konstan 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah asli tergolong tanah lunak dengan klasifikasi AASHTO A-7-5, nilai OMC sebesar 33,75% dan MDD sebesar 1,255 g/cm³. Penambahan ASP meningkatkan nilai CBR hingga 9,19% (unsoaked) dan 6,36% (soaked) pada variasi 7%. Penambahan AK memberikan peningkatan CBR yang lebih signifikan dengan nilai maksimum mencapai 21,20% (unsoaked) dan 12,96% (soaked) pada variasi 20%. Kombinasi ASP 7% dan AK 10% menghasilkan nilai CBR optimum sebesar 9,42% (unsoaked) dan 6,36% (soaked). Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu sekam padi dan bubuk arang kayu efektif digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah lunak yang ekonomis dan ramah lingkungan.

References

  1. American Association of State Highway and Transportation Officials. (1974). Moisture-Density Relations of Soils Using a 2.5-kg (5.5-lb) Rammer and a 305-mm (12-in.) Drop. AASHTO T 99-74. Washington, D.C.
  2. American Association of State Highway and Transportation Officials. (1974). Standard Method of Test for Specific Gravity of Soils. AASHTO T 100-74. Washington, D.C.
  3. American Association of State Highway and Transportation Officials. (1983). Standard Method of Test for The California Bearing Ratio. AASHTO T 193-83. Washington, D.C.
  4. American Society for Testing and Materials (ASTM) D422. 1972, Standard Test Method for Particle-Size Analysis of Soils, ASTM International, United State.
  5. American Society for Testing and Materials (ASTM) D 423-66. (1972). Standard Test Method of Test for Liquid Limit of Soil.
  6. American Society for Testing and Materials (ASTM) D 424-74. (1971). Standard Test Method of Test for Plastic Limit of Soil.
  7. American Society for Testing and Materials (ASTM) D 698-70. (1989). Standard Test Method for Laboratory Compaction Characteristics of Soil Ussing Standard Efford.
  8. American Society for Testing and Materials (ASTM) D1883. (1987). Standard Test Method for CBR (California Bearing Ratio) of Laboratory Compacted Soils: ASTM International, United State.
  9. American Society for Testing and Materials (ASTM) D 2216-71. (1989). Standard Test Method for Laboratory Determination of Water (Moisture) Content of Soil and Rock by Mass.
  10. Alwiyah, S., Anggreana, V., & Mildawati, R. (2024). Pengaruh Campuran Spent Bleaching Earth (SBE) dan Semen Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Terhadap Nilai California Bearing Ratio (CBR). Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil, 13(2), 139–146.
  11. Ariyani, N., & Nugroho, A. C. (2007). Pengaruh kapur dan abu sekam padi pada nilai cbr laboratorium tanah tras dari dusun seropan untuk stabilitas subgrade timbunan. Majalah Ilmiah Ukrim Edisi1/th XII.
  12. Badan Standarisasi Nasional. 1994. SNI-03-3637-1994. Metode Pengujian Berat Isi Tanah Berbutir Halus. Badan Standarisasi Nasional : Jakarta.
  13. Badan Standarisasi Nasional. 2008. SNI-03-1965-2008. Cara Uji Penentuan Kadar Air Untuk Tanah dan Batuan. Badan Standarisasi Nasional : Jakarta
  14. Bowles, J. E. (1989). Sifat-sifat fisis dan Geoteknis Tanah. Erlangga. Jakarta.
  15. Bowles, J. E., Wira, Hainin, J. K., & Silaban, P. (1986). Analisa dan Disain Pondasi. Erlangga.
  16. Craig, R. F. (2004). Craig’s soil mechanics. CRC press.
  17. Desanta, C. (2017). Pemanfaatan Abu Sekam Padi Terhadap Nilai Kuat Dukung Tanah Di Bayat Klaten. Doctoral dissetation, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  18. Hardiyatmo, H. C. (2002). Mekanika Tanah I, Edisi ketiga. Penerbit PT, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  19. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Bina Marga. (2020). Spesifikasi Umum untuk Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol 2020. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga
  20. Putra, C. E., & Makarim, C. A. (2020). Analisis alternatif perbaikan tanah lunak dan sangat lunak pada jalan tol. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil, 1137–1150.
  21. Wardoyo, S., Destiasari, F., Wahyudin, W., Hasibuan, G., & Sollu, W. P. (2019). Atlas Sebaran Tanah Lunak Indonesia. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Similar Articles

1-10 of 87

You may also start an advanced similarity search for this article.