This research was motivated by looking for good amperage parameters and testing welding results. The aim of this research was to determine the effect of welding current parameters on welding results in the SMAW process using SS400 steel. The variations in welding current used were 80A, 95A and 110A. The aim of this research is to find good amperage parameters and test welding results. This research method uses an experimental research method. Welding results testing is carried out using the Non-Destructive Testing (NDT) method with the Liquid Penetrant Testing technique to detect defects on the weld surface. Test results show that variations in welding current affect the quality of welding results, with defects identified including underfill, undercut, porosity and incomplete penetration. Based on the AWS D1.1 standard, specimens whose defects exceed the tolerance limits are declared not to meet the criteria. 95A welding current produces the best quality with optimal penetration and better surface finish than other currents. This research emphasizes the importance of controlling welding current parameters to ensure welding results that comply with standards and the need for appropriate welding and inspection procedures to minimize defects.
Penelitian ini dilatarbelakangi untuk mencari parameter ampere yang baik serta melakukan pengujian hasil pengelasan, Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh parameter arus pengelasan terhadap hasil pengelasan pada proses SMAW menggunakan bahan baja SS400, Dengan variasi arus pengelasan yang digunakan adalah 80A, 95A, dan 110A. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mencari parameter ampere yang baik serta melakukan pengujian hasil pengelasan, Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian experiment. Pengujian hasil pengelasan dilakukan menggunakan metode Non-Destructive Testing (NDT) dengan teknik Liquid Penetrant Testing untuk mendeteksi cacat pada permukaan las. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi arus pengelasan memengaruhi kualitas hasil pengelasan, dengan cacat yang teridentifikasi meliputi underfill, undercut, porositas, dan incomplete penetration. Berdasarkan standar AWS D1.1, spesimen yang cacatnya melebihi batas toleransi dinyatakan tidak memenuhi kriteria. Arus pengelasan 95A menghasilkan kualitas terbaik dengan penembusan optimal dan permukaan yang lebih baik dibandingkan arus lainnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengendalian parameter arus pengelasan untuk memastikan hasil pengelasan yang sesuai standar serta perlunya prosedur pengelasan dan pemeriksaan yang tepat untuk meminimalkan cacat.
You may also start an advanced similarity search for this article.