Adopsi Kecerdasan Buatan Generatif (GenAI) di perguruan tinggi
menuntut pengambilan keputusan strategis yang tidak hanya
didasarkan pada kelayakan teknis, tetapi juga pada kepatuhan
terhadap standar etika profesi. Penelitian ini bertujuan untuk
membangun basis pengetahuan bagi Sistem Pendukung Keputusan
(SPK) tata kelola GenAI dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip
etika profesional. Menggunakan pendekatan semantic literature
review terhadap 595 publikasi peer-reviewed dan 3.808 artikel
Scopus, studi ini mengidentifikasi dan memvalidasi lima kriteria
etis utama sebagai parameter keputusan: (1) integritas akademik,
(2) privasi data, (3) bias algoritma, (4) transparansi sistem, dan
(5) kesetaraan akses. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelima
dimensi ini merupakan variabel kritis yang harus dipertimbangkan
oleh administrator dan pendidik dalam merumuskan kebijakan
adopsi teknologi yang bertanggung jawab. Penelitian ini
merekomendasikan sebuah kerangka kerja SPK multikriteria yang menempatkan etika profesi sebagai landasan utama dalam
evaluasi dan seleksi alat GenAI dalam ekosistem pendidikan
digital.
You may also start an advanced similarity search for this article.