Abstract
Kesehatan mental siswa merupakan aspek penting dalam mendukung proses belajar yang optimal. Pada usia remaja, siswa sering menghadapi tekanan akademik, sosial, dan emosional yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menjaga kesehatan mental siswa di SMP PGRI 1 Tangerang, serta mengidentifikasi pendekatan yang digunakan untuk menciptakan hubungan yang nyaman dan terbuka antara guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru Bimbingan dan Konseling, siswa kelas VII, wali kelas, serta dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Bimbingan dan Konseling memiliki peran penting sebagai fasilitator, konselor, dan pendukung dalam membantu siswa mengelola stres, membangun keterampilan sosial, serta memperkuat ketahanan emosional. Namun, masih ditemukan hambatan, seperti rasa sungkan siswa untuk terbuka, terutama pada siswa baru. Pendekatan yang dilakukan seperti konseling kelompok, pembelajaran konseling terjadwal, dan komunikasi personal cukup efektif, namun perlu inovasi untuk meningkatkan keterbukaan siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa keberadaan guru Bimbingan dan konseling sangat penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan mental siswa, tetapi diperlukan pendekatan yang lebih adaptif dan personal untuk mengoptimalkan hasilnya.
References
Ardiyani, S., F. Fadila, and S. Sumarto. 2023. “Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Meningkatkan Ahlak Siswa Di Mts Baitul Makmur Rejang Lebong.”
Fahmi Ilyas Karo Karo, Sari Wardani Simarmata. 2018. “Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Perilaku Menyimpang Siswa Kelas X Smk Swasta Satria Binjai Tahun Pelajaran 2017/2018.” ANSIRU PAI : Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam 2(1):63. doi: 10.30821/ansiru.v2i1.1628.
Ianah, Ana, Rena Latifa, Risatianti Kolopaking, and Muhamad Nanang Suprayogi. 2021. “Kesejahteraan Siswa: Faktor Pendukung Dan Penghambatnya.” Business Economic, Communication, and Social Sciences (BECOSS) Journal 3(1):43–49. doi: 10.21512/becossjournal.v3i1.7028.
Keo, Glorius Deonatus. 2022. “Pengaruh Dukungan Sosial Guru Terhadap Resiliensi Akademik Siswa SMP.” Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 4(6):7840–50. doi: 10.31004/edukatif.v4i6.4241.
Maghfiroh, S. 2020. “Peran Guru Bimbingan Dan Konseling (Bk) Dalam Membentuk Aktualisasi Diri Siswa Kelas Xi Di Man 2 Brebes.”
Maros, Hikmah, and Sarah Juniar. 2016. “Hakikat Program Bimbingan Dan Konseling.” 1–23.
Masdudi. 2015. “BIMBINGAN DAN KONSELING Prespektif Sekolah.” Nurjati Press 215.
Maturidi. 2019. “Peranan Masyarakat Dalam Dakwah Di Kecamatan Bukit Kemuning.” Tesis 53(9):1689–99.
Purba, Surya Murni. 2016. “Peranan Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di MTs N Lubuk Pakam.”
Rifqi Muhammad. 2021. “Analisis Implementasi Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan Dan Konseling.” Jurnal Ilmiah Edukatif 7(1):53–65. doi: 10.37567/jie.v7i1.518.
Rizqiyah, Mumtazah. 2018. “Peranan Guru Bk Dalam Membantu Penyesuaian Diri Siswa Baru Di Smp It Abu Bakar Yogyakarta.” Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Dakwah Islam 14(2):1–14. doi: 10.14421/hisbah.2017.142-01.
Rosmalina, Asriyanti. 2018. “Peran Komunikasi Interpersonal Dalam Mewujudkan Kesehatan Mental Seseorang.” Prophetic : Professional, Empathy and Islamic Counseling Journal 1(01):49–68. doi: 10.24235/prophetic.v1i01.3479.
Saekhul Anwar, M., and Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Islam. 2023. PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA DI SMP SUNAN KALIJOGO 2 JABUNG S K R I P S I Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S. Sos) Program Studi Bimbingan Konseling Islam.
Sakroni, Sakroni. 2019. “Peran Pekerja Sosial Sekolah Dalam Menangani Perundungan Di Sekolah-Sekolah Di Bandung.” Sosio Konsepsia 9(1):63–76. doi: 10.33007/ska.v9i1.1818.
Sanusi. 2023. “Pentingnya Mengutamakan Kesejahteraan Mental Siswa Bagi Puncak Pencapaian Pedagogis.” Jurnal Pendidikan Islam Usia Dini 4(1):14–31.
Sugiyono. 2020. Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif.
Supini, Pipin, Anne Ryoga Putri Gandakusumah, Nasyiatul Asyifa, Zahwatun Nadzifah Auliya, and Dzakki Risqullah Ismail. 2024. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Pada Remaja.” JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary 2(1):166–72. doi: 10.57235/jerumi.v2i1.1760.
Weare, Katherine, and Melanie Nind. 2011. “Mental Health Promotion and Problem Prevention in Schools: What Does the Evidence Say?” Health Promotion International 26(SUPPL. 1). doi: 10.1093/heapro/dar075.
Yeni Fitria, Rahmawati Maulida, 2018. 2019. “Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kesehatan Jiwa Remaja Di Smpn Kota Malang.” Journal of Chemical Information and Modeling 53(9):1689–99.
Yunere, Falerisiska, Millia Anggraini, and Cici Yuliana Vitri. 2021. “Dukungan Teman Sebaya Dan Lingkungan Sekolah Dengan Gangguan Mental Emosional Pada Siswa SMK.” Jurnal Seminar Kesehatan Perintis 4(2):112–18.