Abstract
Remaja Gen Z yang mengkonsumsi media sosial secara berlebihan semakin sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan mental. Remaja berada pada tahap perkembangan yang sensitif sehingga penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mempengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku mereka. Fenomena ini dipengaruhi oleh tingginya paparan terhadap konten digital, tekanan untuk mempertahankan citra diri ideal, serta ketergantungan pada jumlah likes, komentar, dan validasi sosial. Artikel ini bertujuan menjelaskan secara sederhana bagaimana penggunaan media sosial yang terlalu sering dapat membuat remaja lebih mudah cemas, stres, membandingkan diri dengan orang lain, dan akhirnya mengalami krisis emosi. Kajian ini menggunakan metode analisis literatur dan telaah teori yang membahas perkembangan remaja, cara mengatur emosi, serta pengaruh media sosial terhadap perilaku. Dari kajian tersebut ditemukan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan sosial, membuat emosi remaja lebih sensitif, dan mengganggu keseimbangan mental karena terus melihat konten yang ideal, rasa takut tertinggal (FOMO), dan kebutuhan untuk mendapat pengakuan dari orang lain. Selain itu, aktivitas di media sosial yang fokus pada penampilan juga dapat meningkatkan rasa cemas dan menurunkan kepercayaan diri. Artikel ini menyimpulkan bahwa remaja perlu mendapatkan pendampingan dan pemahaman digital yang cukup agar penggunaan media sosial dapat berlangsung dengan lebih sehat dan terkontrol.
References
Cahyani Firdaus, N., Putri, A. M., & Ramadhani, S. (2023). Dampak perbandingan sosial di media sosial terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Jurnal Psikologi Remaja, 8(2), 112–124.
Dienlin, T., & Johannes, N. (2020). The impact of digital technology use on adolescent well-being. Dialogues in Clinical Neuroscience, 22(2), 135–142. https://doi.org/10.31887/DCNS.2020.22.2/tdienlin
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and Crisis. W. W. Norton & Company.
Fadhilah, L., Hayati, E. N., & Bashori, K. (2021). Nomophobia di kalangan remaja. Jurnal Diversita, 7(1), 21–29.
Festinger, L. (1954). A Theory of Social Comparison Processes. Human Relations, 7(2), 117–140.
Fiki, A. R., Salsabila, R., & Nugroho, B. (2025). Media sosial, perbandingan sosial, dan kesehatan mental remaja di era digital. Jurnal Komunikasi dan Media Digital, 6(1), 45–58.
Hawkins, J., et al. (2023). Evaluating Digital Competence in Youth: A Psychological Perspective.
Iryadi, A., Adriani, C. A., Pertiwi, N. S. Q., Rahmawati, R., & Dewi, Z. (2024). Pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara, 2(1), 71–78.
Khansa, S. D., & Putri, K. Y. S. (2022). Pengaruh sosial media TikTok terhadap gaya hidup remaja. Ekspresi dan Persepsi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 133–141.
Madihie, A., & Fitriyah, L. (2024). Digital Literacy and Adolescent Mental Health.
Mancone, A., et al. (2024). Digital Literacy as a Protective Factor Against Emotional Distress in Gen Z.
Mau, B., & Gabriela, J. (2021). Dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan perilaku anak remaja masa kini. Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan, 5(1), 99–110.
Naslund, J. A., Bondre, A., Torous, J., & Aschbrenner, K. A. (2020). Social media and mental health: benefits, risks, and opportunities for research and practice. Journal of Technology in Behavioral Science, 5(3), 245–257.
Opoku, D., et al. (2025). Navigating the relationship between social media use and mental health in the digital age. Discover Mental Health, 5(149).
Patchin, J. W., & Hinduja, S. (2015). Bullying Beyond the Schoolyard: Preventing and Responding to Cyberbullying (2nd ed.). Sage.
Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848. https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.02.014
Saputri, N. D. (2024). Pengaruh teknologi dan media sosial terhadap perubahan perilaku remaja. Jurnal Pendidikan Berkarakter, 2(1), 44–53.
Saudah, S. (2023). Problematika perilaku narsistik pada remaja dalam bermedia sosial. Society, 13(2), 2–5.
Simanjuntak, M., Situmorang, E., & Harianja, T. (2024). Media sosial dan pembentukan identitas diri remaja: Perspektif psikologi perkembangan. Jurnal Psikologi Perkembangan, 12(1), 77–90.
Twenge, J. M. (2017). iGen: Why Today’s Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy—and Completely Unprepared for Adulthood. Atria Books.
Wulan Maya, V., & Zaini, A. (2018). Hubungan antara kontrol diri dan kecanduan media sosial pada remaja. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 7(1), 1–10.