Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological well-being (PWB) ditinjau dari self-acceptance (SA) melalui penerapan etika Kristen pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 41 mahasiswa angkatan 2021 yang telah menempuh mata kuliah Etika Kristen. Data dikumpulkan menggunakan skala Psychological Well-Being (adaptasi Humaida & Mulyono, 2025) dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki PWB dalam kategori tinggi (48,8%) dan sedang (51,2%), serta SA dalam kategori tinggi (68,3%). Terdapat hubungan yang kuat antara SA dan PWB, di mana seluruh responden dengan PWB tinggi berasal dari kelompok SA tinggi. Perspektif etika Kristen, khususnya konsep Imago Dei dan anugerah pengampunan, berperan dalam memperkuat SA sebagai fondasi pencapaian PWB yang optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerimaan diri berfungsi sebagai prasyarat fundamental bagi kesejahteraan psikologis, dan internalisasi nilai-nilai Kristen dapat menjadi landasan yang memperkuat kedua konstruk tersebut. Saran diberikan bagi mahasiswa, dosen, institusi, serta penelitian selanjutnya untuk mengembangkan intervensi berbasis nilai dan spiritual dalam mendukung well-being akademik.
References
Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480.
Azwar, S. (2017). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ceyhan, E., & Ceyhan, A. A. (2007). Loneliness, depression, and computer self-efficacy as predictors of problematic internet use. CyberPsychology & Behavior, 10(6), 699–701.
Chaplin, J. P. (2012). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Cushway, D. (1992). Stress in clinical psychology trainees. British Journal of Clinical Psychology, 31(2), 169–179.
Dag Heward. (2015). Etika pelayanan. Parchment House.
Humaida, H., & Mulyono, M. (2025). Adaptasi Psychological Well-Being Short Scale pada mahasiswa. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan. 7(1), 141-149.
Hurlock, E. B. (2012). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi ke-5). Jakarta: Erlangga.
Keraf, A. S. (1999). Etika bisnis: Membangun citra bisnis sebagai profesi luhur. Jakarta: Kanisius.
Keyes, L. M., Shmotkin, D., & Ryff, C. D. (2002). Optimizing well-being: The empirical encounter of two traditions. Journal of Personality and Social Psychology, 82(6), 1007.
Manik, A. M., & Saragi, F. (2023). Etika Kristen dalam pendidikan karakter dan moral. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(3)
Meyers, R. A. (2003). Theologizing in a global context.
Myers, D. G. (2003). The pursuit of happiness: Discovering the pathway to fulfillment, well-being, and enduring personal joy. New York, NY: HarperCollins.
Neff, K. (2003). Self-compassion: An alternative conceptualization of a healthy attitude toward oneself. Self and Identity, 2(2), 85–101.
Ridha, M. (2012). Psikologi positif: Kajian tentang kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis. Banda Aceh: Ar-Raniry Press.
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081.
Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). Self-acceptance of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69(4), 179.
Ryff, C. D., & Singer, B. H. (2008). Know thyself and become what you are: A eudaimonic approach to psychological well-being. Journal of Happiness Studies, 9(1), 13–39.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutanto, A. (2021). Prevalensi gangguan mental pada mahasiswa di Indonesia: Tinjauan sistematis. [Data fenomena].
Sutoyo, D. (2015). Nilai–nilai etika Kristen. STT Intheos Surakarta, 3(6).
Vanaken, L., Bijttebier, P., & Hermans, D. (2020). The pivotal role of self-acceptance in the mental well-being of adolescents. Journal of Happiness Studies, 21(4), 1205–1223.