Abstract
Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir seringkali menimbulkan trauma psikologis yang mendalam bagi korban, sehingga memerlukan intervensi konseling yang efektif untuk pemulihan. Artikel ini mengkaji strategi konseling traumatis berdasarkan riset kepustakaan, dengan fokus pada konsep trauma sebagai respons terhadap peristiwa yang menghancurkan, faktor internal (fisik dan psikologis) dan faktor eksternal (pengalaman yang melukai jiwa), serta dampak bencana alam yang dipengaruhi oleh faktor prabencana, saat bencana, dan pascabencana. Strategi konseling traumatis mencakup tiga upaya utama: penyadaran untuk menumbuhkan kesadaran diri, pemulihan melalui terapi perilaku kognitif dan penyembuhan Sufi, serta peningkatan melalui konseling krisis dan terapi bermain. Proses konseling dibagi menjadi tiga tahap: tahap awal (membangun hubungan dan mendefinisikan masalah), tahap tengah (eksplorasi dan intervensi trauma), dan tahap akhir (pemulihan dan perubahan positif). Temuan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif mencegah akumulasi trauma menjadi gangguan berat, memulihkan keseimbangan psikologis, dan meningkatkan resiliensi korban. Rekomendasi mencakup kolaborasi lintas sektor dan adaptasi budaya untuk konteks Indonesia.
References
Afnibar, R. (2012). Trauma dan Penanganannya. Jakarta: Universitas Indonesia.
Corey, G. (2013). Theory and practice of counseling and psychotherapy (9th ed.). California: Brooks/Cole.
Dobson, K. S. (Ed. . (2010). Handbook of cognitive-behavioral therapies (3rd ed.). New York: The Guilford Press.
Fatmah, & Ningsih, D. R. (2021). KONSELING PADA TRAUMATIK. Malang: Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang.
Hendrayadi, Kenedi, G., Afnibar, & Ulfatmi. (2024). Konseling Traumatis. Jurnal Kolaboratif Sains (JKS), 7(1), 272–287. https://doi.org/10.56338/jks.v7i1.4860
Hermon, D. (2015). Geografi Bencana Alam. Jawa Barat: Rajawali Pers.
Masril. (2017). Konseling post-traumatic stress disorder dengan pendekatan “Terapi Realitas.” Prosiding Internasional Seminar & Workshop Post Traumatic Counseling, 1(1), 184–192.
Mujiyanti, S. (2023). Bencana Alam: Penyebab dan Dampaknya. Surabaya: Universitas Airlangga.
Nurhafiza, Netrawati, & Karneli, Y. (2023). Pendekatan Reality Therapy Terhadap Korban Traumatis Akibat Pasca Bencana Alam : Studi Library Research. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Sosial (JIPSI), 1(4). https://doi.org/10.58540/jipsi.v1i4.93
Nurihsan, A. J. (2005). Konseling Krisis: Teori dan Praktik. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Prawirohardjo, S. (2010). Psikologi Trauma. Semarang: Universitas Diponegoro.
Rahmat, A. (2019). Strategi Konseling Traumatik. Malang: Universitas Brawijaya.
Rahmat, H. K., & Alawiyah, D. (2020). Konseling Traumatik: Sebuah Strategi Guna Mereduksi Dampak Psikologis Korban Bencana Alam. JURNAL MIMBAR: Media Intelektual Muslim Dan Bimbingan Rohani, 6(1), 34–44.
Sari, R. K. (2021). Penelitian Kepustakaan Dalam Penelitian Pengembangan Pendidikan Bahasa Indonesia. JURNAL BORNEO HUMANIORA, 60–69.
Syukur, M. A. (2012). Sufi Healing: Terapi dalam Literatur Tasawuf. Jakarta: Erlangga.
Triantoro, S., & Saputra, N. E. (2009). Manajemen Emosi: Sebuah Panduan Cerdas Bagaimana Mengelola Emosi Positif dalam Hidup Anda. Jakarta: Bumi Aksara.
Yuwanto, L., Hartanti, Tjiong, Y. W., Eunike, P., Widyakristi, K. V., & Halim, V. (2018). INTERVENSI PSIKOLOGI BAGI PENYINTAS BENCANA. Surabaya: Cerdas Pustaka Publisher.
Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.