GAMBARAN SELF-DETERMINATION PADA INDIVIDU DEWASA YANG MENGALAMI FATHERLESS
pdf

Keywords

Self-determination
Individu Dewasa
Fatherless
Refleksi

How to Cite

GAMBARAN SELF-DETERMINATION PADA INDIVIDU DEWASA YANG MENGALAMI FATHERLESS. (2026). Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 17(2), 371-380. https://cibjournal.com/index.php/liberosis/article/view/6267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung pemenuhan kebutuhan psikologis dasar dan bagaimana pengalaman fatherless memengaruhi proses pemenuhan ketiga kebutuhan dasar. Fenomena fatherless dapat terjadi karena ketidakhadiran ayah secara fisik maupun emosional, yang dalam hal ini dapat memengaruhi individu untuk memenuhi kebutuhan psikologis dasarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis deskriptif. Subjek penelitian adalah dua orang mahasiswi yang mengalami kondisi fatherless. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumetasi, kemudian dianalisis dengan metode yang dikembangkan Colaizzi meliputi membaca dan memahami hasil wawancara, menandai pernyataan yang penting, memberikan makna dari bagian penting, menyusun dan mengelompokkan makna menjadi sebuah tema, menyusun deskripsi tentang pengalaman subjek, merangkum esensi dari pengalaman subjek dan memvalidasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Self-determination berlangsung dengan penuh tantangan, yang ditandai dengan munculnya kepercayaan yang rapuh terhadap hubungan interpersonal, bimbang, insecure dan kemandirian yang muncul karena tuntutan keadaan. Faktor yang mendukung Self-determination meliputi support system dan refleksi diri. Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah refleksi diri sebagai unsur utama dalam memaknai pengalaman yang dialami individu. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada individu dewasa yang mengalami fatherless agar selalu menyayangi diri sendiri dan percaya bahwa setiap pengalaman dalam hidup membawa makna dan pembelajaran tersendiri. Peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas jumlah partisipan dan menggunakan pendekatan wawancara yang lebih terstruktur agar memperoleh data yang lebih kaya serta mendalam.

pdf

References

Adharsyah, M., Sidqi, M., & Rizki, M. A. (2024). PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. 2(1), 44–53.

Dewi, M. S., Sukmawati, D., & Mulyeni, S. (2025). Makna Kehilangan Ayah bagi Mahasiswa Studi Kualitatif Perbedaan Fatherless Akibat Perceraian dan Kematian. https://doi.org/https://doi.org/10.61132/observasi.v3i3.1422

Diallo, G. (2018). Fathers are one of the best, yet most underutilized child development resources – UNICEF. https://www.unicef.org/press-releases/fathers-are-one-best-yet-most-underutilized-child-development-resources-unicef

Dwianti, S., Riza, W. L., & Aisha, D. (2024). Self-esteem in Fatherless Adolescent is reviewed by Parental Attachment and Peer Relationship Harga Diri Remaja Kehilangan Peran Ayah Ditinjau dari Kelekatan Orang Tua dan Hubungan Teman Sebaya. 12(3), 333–340.

DWN. (2025). Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI. 22/04/2025. https://nasional.kompas.com/read/2025/04/22/20550801/tingkatkan-peran-ayah-dalam-keluarga-menteri-wihaji-luncurkan-program-gati?page=all

Fajarrini, A., & Umam, A. N. (2023). DAMPAK FATHERLESS TERHADAP KARAKTER ANAK DALAM PANDANGAN ISLAM. 3(1), 20–28. https://doi.org/http://dx.doi.org/ 10.32665/abata.v2i1.1425

Hardianita, S. L., Rini, A. P., & Pratitis, N. (2024). Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial dengan Kebahagiaan pada Perempuan Dewasa Awal Fatherless. 1, 135–146. https://doi.org/https://doi.org/10.30996/jiwa.v2i1.10421

Hariyasasti, Y., Kristanti, E. Y., Setyawati, L., Widayati, N. S., Widjanarko, & Lestari, I. (2025). Dampak Fatherless terhadap Perkembangan Emosional dan Psikologis Anak Usia Dini. 5(2), 10291–10301.

John W. Santrock. (2011). LIFE-SPAN DEVELOPMENT PERKEMBANGAN MASA-HIDUP (N. I. Sallama (ed.); B. Widyasinta (trans.)). Penerbit Erlangga.