INTERNALISASI BUDAYA KERJA SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI ERA TRANSFORMASI ORGANISASI
Published 2025-11-14
Keywords
- budaya kerja, manajemen sumber daya manusia, nilai organisasi, kinerja karyawan, transformasi organisasi
How to Cite
Abstract
Budaya kerja merupakan salah satu elemen kunci dalam membentuk perilaku dan kinerja individu di dalam organisasi. Dalam konteks manajemen sumber daya manusia (SDM), budaya kerja berfungsi sebagai sistem nilai yang mengarahkan cara berpikir, bersikap, dan bertindak pegawai dalam mencapai tujuan organisasi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual hubungan antara budaya kerja dan manajemen SDM, serta bagaimana internalisasi nilai-nilai budaya kerja dapat memperkuat efektivitas organisasi di era transformasi digital dan perubahan lingkungan kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya kerja yang kuat, adaptif, dan berorientasi pada pembelajaran merupakan faktor strategis dalam meningkatkan kinerja SDM, memperkuat loyalitas karyawan, serta menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan.
Downloads
References
- Armstrong, M. (2020). Armstrong’s Handbook of Human Resource Management Practice. London: Kogan Page.
- Hofstede, G. (2011). Culture’s Consequences: Comparing Values, Behaviors, Institutions and Organizations Across Nations. Sage Publications.
- Kreitner, R., & Kinicki, A. (2018). Organizational Behavior. McGraw-Hill Education.
- Luthans, F. (2015). Organizational Behavior: An Evidence-Based Approach. McGraw-Hill Education.
- Meyer, J. P., & Allen, N. J. (1997). Commitment in the Workplace: Theory, Research, and Application. Sage Publications.
- Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational Behavior (18th ed.). Pearson Education.
- Schein, E. H. (2017). Organizational Culture and Leadership (5th ed.). Wiley.