DAMPAK TERLALU BANYAK CURHAT KE CHARACTER.AI: ANTARA TERAPI VIRTUAL DAN KETERGANTUNGAN EMOSIONAL

Authors
  • Christian Bona Tua Sihotang

    Universitas Riau
    Author
  • Zahwah Alya Putri

    Universitas Riau
    Author
  • Rani Purba

    Universitas Riau
    Author
  • Rafael Butarbutar

    Universitas Riau
    Author
  • Nathaniel Ronosky

    Universitas Riau
    Author
  • Irma febrina

    Universitas Riau
    Author
  • Fhadil Habib Nur

    Universitas Riau
    Author
  • Fahrel Alfahrezi

    Universitas Riau
    Author
  • Duta Islami Ridwan

    Universitas Riau
    Author
  • Divo jelianda faii

    Universitas Riau
    Author
  • Ere Mardella Arbiani

    Universitas Riau
    Author
Keywords:
Character.AI, Curhat, Ketergantungan Emosional, Terapi Virtual, Kesehatan Mental Digital
Abstract

Artikel ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifikasi beberapa risiko psikologis yang ada pada C.AI (Character AI). C.AI adalah chatbot LLM yang didirikan pada 2022 yang diisi oleh Noam Shazeer dan Daniel De Freitas. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana pengguna C.AI ini merasakan dan menyeimbangkan risiko dan manfaat dukungan emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus berganda. Penelitian ini dilakukan dengan cara menginterview 15 responden yang diidentifikasi sebagai pengguna C.AI secara intensif (dapat menggunakan C.AI lebih dari 10 jam dalam seminggu) dan ditambah dengan analisis cerita di forum online. Hasil dari penggunaan C.AI menunjukkan adanya dua dampak yang signifikan yaitu dampak positif dan negatif. Dampak positif meliputi virtual therapy, di mana C.AI menyediakan ruang aman untuk mengekspresikan emosi tanpa penilaian, dan berbagai dampak negatif, di mana secara emosional, pengguna virtual therapy lebih terhubung dengan AI daripada manusia. Penelitian ini mengungkap kesimpulan dan menekankan beberapa fungsi yang dapat dilakukan AI untuk memberikan dukungan emosional dari jarak jauh dengan risiko adaptasi pada interaksi manusia.

 

Downloads
Download data is not yet available.
References

Chen, X., & Lee, W. (2023). Digital empathy: The therapeutic potential and ethical boundaries of large language model chatbots. Journal of Applied Digital Psychology, 15(3), 15-49.

Elias, R., & Chen, X. (2024). The allure of algorithmic intimacy: Parasocial relationships in the age of generative AI. Media and Communication Review, 12(1), 102-115.

Haryono, S. (2024). Dampak hubungan parasosial terhadap keterampilan sosial remaja di platform digital. Jurnal Psikologi Sosial dan Media, 7(2), 70-90.

Jones, B. R. (2024). Compulsive over-sharing: Defining emotional dependency in AI chatbot users. International Journal of Digital Mental Health, 18(1), 50-65.

Lee, W. (2023). AI as a scaffolding tool: Exploring the therapeutic applications of chatbot availability. Technology and Behavioral Health, 10(4), 20-35.

Smith, J. A. (2024). The 24/7 listener: Motivation for using character AI for emotional disclosure. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 27(1), 35-48.

Smith, J. A., & Jones, B. R. (2023). When comfort becomes compulsion: Analyzing compulsive chatbot usage among youth. Journal of Applied Digital Psychology, 14(2), 138-155.

Sutarto, P. (2013). Metodologi penelitian dan teknik penulisan ilmiah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wihartono, M. (2023). Analisis validasi emosional pada interaksi chatbot dan dampaknya terhadap proses kognitif pengguna. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Baru, 11(3), 85-99.

Cover Image
Downloads
Published
2025-12-01
Section
Articles

How to Cite

DAMPAK TERLALU BANYAK CURHAT KE CHARACTER.AI: ANTARA TERAPI VIRTUAL DAN KETERGANTUNGAN EMOSIONAL. (2025). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(2), 21-30. https://cibjournal.com/index.php/sindoro/article/view/2536

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1-10 of 542

You may also start an advanced similarity search for this article.