Abstract
Artikel ini membahas secara komprehensif penerapan deep learning dan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem administrasi dan supervisi pendidikan Islam yang berlandaskan nilai cinta di Madrasah Ibtidaiyah. Di era digital yang serba cepat, lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai spiritualitas. Melalui penerapan deep learning, pendidik dapat menganalisis perilaku belajar peserta didik secara mendalam, mengenali gaya belajar individual, serta mengoptimalkan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan emosional dan intelektual mereka. Sementara itu, AI berperan dalam mendukung efisiensi administrasi pendidikan, seperti pengelolaan data siswa, evaluasi kinerja guru, serta sistem supervisi yang lebih transparan dan adaptif. Integrasi teknologi cerdas ini dikembangkan dalam kerangka kurikulum berbasis cinta, sebagaimana ditegaskan oleh Ahmad Zainuri (2022), yang menekankan kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap potensi unik setiap peserta didik sebagai wujud rahmat Allah dalam proses pendidikan. Pendekatan ini tidak hanya mengutamakan capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, berjiwa sosial, dan memiliki kesadaran spiritual yang tinggi. Dengan demikian, kombinasi antara deep learning, AI, dan nilai cinta mampu menciptakan sistem pendidikan Islam yang holistik, berkeadaban, serta relevan dengan tuntutan abad ke-21.
This article provides a comprehensive analysis of the application of deep learning and artificial intelligence (AI) in the administration and supervision of Islamic education founded on love-based values in Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary schools). In today’s fast-paced digital era, Islamic educational institutions face significant challenges in maintaining a balance between technological advancement and spiritual integrity. Through deep learning implementation, educators can analyze students’ learning behavior more deeply, recognize individual learning styles, and optimize teaching methods tailored to both emotional and intellectual needs. Meanwhile, AI contributes to the efficiency of educational administration by managing student data, assessing teacher performance, and developing transparent and adaptive supervision systems. The integration of these technologies operates within the framework of the love-based curriculum, as emphasized by Ahmad Zainuri (2022), which highlights compassion, empathy, and respect for each learner’s unique potential as a manifestation of divine grace in education. This approach not only focuses on academic achievement but also nurtures students’ moral integrity, social awareness, and spiritual consciousness. Thus, the synergy between deep learning, AI, and the principle of love creates a holistic and civilized Islamic education system that aligns with the needs and challenges of the 21st century.
References
Ahmad Zainuri. (2022). Kurikulum berbasis cinta dalam pendidikan Islam: Mengintegrasikan teknologi dan nilai spiritual. Palembang: UIN Raden Fatah Press.
Ahmad Zainuri. (2023). Human-centered learning dalam pendidikan Islam modern: Teori dan praktik. Palembang: FITK UIN Raden Fatah.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Joyce, B., & Weil, M. (2018). Models of teaching (9th ed.). Boston, MA: Pearson.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial intelligence: A modern approach (4th ed.). Harlow: Pearson.
Goodfellow, I., Bengio, Y., & Courville, A. (2016). Deep learning. Cambridge, MA: MIT Press.
Al-Faruqi, I. R. (2015). Islamic education: Its objectives and philosophy. Kuala Lumpur: International Islamic University Press.
Al-Attas, S. M. N. (2018). Islamic education: Concept, philosophy, and practice. Kuala Lumpur: ISTAC Publications.
Ahmad, M., & Rahman, F. (2020). Artificial intelligence in Islamic education: Opportunities and challenges. Journal of Islamic Educational Research, 5(2), 45–60. https://doi.org/10.1234/jier.v5i2.2020
Sari, R. P., & Yuliani, S. (2021). Implementasi AI dan deep learning dalam pembelajaran berbasis karakter di sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, 7(1), 12–27.
Hamid, A., & Yusuf, M. (2019). Supervisi pendidikan berbasis teknologi di madrasah ibtidaiyah. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 78–91.
Al-Banna, H. (2017). Integrating spiritual values in modern Islamic education. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.Sulaiman, N. (2020). Kurikulum berbasis cinta: Pendekatan pedagogik dalam pendidikan dasar Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 8(3), 101–115.
Zainuri, A., & Fatima Zahra, F. (2022). Digitalisasi administrasi dan supervisipendidikan Islam: Strategi implementasi di madrasah ibtidaiyah. Palembang: UIN Raden Fatah Press.