Abstract
Penelitian ini menganalisis terhadap pelaksanaan deduktif dari spiritualitas Sumur 7 dalam dua periode sejarah, yaitu sebelum dan setelah terjadinya islamisasi. Metode deduktif dipakai untuk melihat perubahan nilai-nilai spiritual yang muncul dari kepercayaan masyarakat lokal, lalu dibandingkan dengan perubahan makna yang terjadi setelah ajaran Islam diperkenalkan. Sebelum terjadinya islamisasi, Sumur 7 diartikan sebagai lambang suci, lokasi untuk ritus penyucian diri, serta elemen dari sistem kepercayaan tradisional yang menyoroti keselarasan antara manusia dan lingkungan. Begitu islamisasi terjadi, peran spiritual Sumur 7 berpindah menjadi praktik yang sejalan dengan nilai-nilai tauhid, seperti penyucian diri, pengabdian melalui doa, serta penafsiran baru yang menghubungkan sumur dengan berkah dan tata krama dalam konteks Islam. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa spiritualitas Sumur 7 tidak sepenuhnya berubah, tetapi mengalami penyesuaian dalam konsep, makna, dan praktik agar sejalan dengan prinsip-prinsip Islam tanpa menghilangkan tradisi lokal yang sudah mendalam.
References
Antono, Yustinus Slamet. "Penyelesaian Masalah Model Animistis." Artikel Ilmiah.
Benawa, Arcadius. (2018). "EKO-SPIRITUAL: Dimensi Iman yang Lama Terabaikan." Jurnal Pasupati 5, no. 2: 153–.
Fitriyanti, Siti. (2025). "Kearifan Lokal Banten dalam Menjaga Tradisi dan Spiritualita." Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 4, no. 3.
Meizandi, Andre. (2025). "Transformasi Kepercayaan: Perjalanan dari Nilai Tradisional Animisme dan Dinamisme ke Monoteisme yang Toleran." SETYARI: Jurnal Studi Keagamaan Islam 3, no. 2. DOI: 10.59966/setyaki.v312.1730.
Pratama, Aditya Anugrah Dwi dkk. (2022). "Eksplorasi Potensi Sumber Daya Gunung Karang dan Gunung Aseupan." MAHACITA: Jurnal Pencinta Alam dan Lingkungan 1, no. 1: 17–22.
Putra, Ricky Warman, Nyoman Sukerna, Pande Made Sukerta, dan Asep Saipul Haris. (2025). "Mitos dan Animisme: Struktur Imajinatif dalam Kesenian Saluang Sirompak." AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra 26, no. 2: 436–449. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/aksara/v26i2.pp436-449.
S., Muh. Nasir. “Perkembangan Tarekat dalam Lintasan Sejarah Islam di Indonesia.” Jurnal Adabiyah 11, no. 1 (2011): 113–126.