Abstract
Hari Raya Enam merupakan salah satu tradisi religius sekaligus kultural yang berkembang dan dipraktikkan oleh masyarakat Kampar, Provinsi Riau, yang pelaksanaannya berlangsung pada hari keenam setelah perayaan Idulfitri. Tradisi ini tidak semata-mata menjadi ekspresi keagamaan masyarakat setempat, tetapi juga merepresentasikan proses perpaduan antara ajaran Islam dengan nilai-nilai budaya Melayu Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hari Raya Enam sebagai manifestasi warisan keislaman, praktik sosial masyarakat, serta elemen pembentuk identitas budaya komunitas Kampar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi kajian pustaka, pengamatan terhadap praktik budaya, serta penelusuran aspek historis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Hari Raya Enam berperan sebagai media penguat ukhuwah Islamiyah, sarana pelestarian adat dan nilai-nilai budaya Melayu, serta wahana pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Selain itu, tradisi ini menggambarkan cara masyarakat Kampar memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara kontekstual tanpa mengabaikan tradisi budaya lokal. Oleh karena itu, Hari Raya Enam tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mempertahankan identitas budaya Melayu Riau di tengah arus modernisasi.
References
Andrian. (2020). Tradisi Hari Raya Enam (Aghi Ghayo Onam) di Kampar Lebih Meriah dari Idulfitri. Artikel berita.
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Azra, A. (2013). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Jakarta: Kencana.
Denzin, N. K. (1978). The Research Act: A Theoretical Introduction to Sociological Methods. New York: McGraw-Hill.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Hadi. (2016). Tradisi keagamaan dalam masyarakat Melayu Riau. Jurnal Sosial Budaya, 13(2), 145–158.
Hamidy, U. U. (2003). Nilai-Nilai Budaya Melayu Riau. Pekanbaru: UIR Press.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Mahmud, M. (2017). Islam lokal dan tradisi masyarakat Melayu. Jurnal Kebudayaan Islam, 15(1), 67–82.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis. California: Sage Publications.
Said, A. (2015). Tradisi Hari Raya Enam dalam perspektif sosial-keagamaan masyarakat Kampar. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(1), 89–101.
Spradley, J. P. (2007). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Syarifuddin. (2019). Identitas budaya Melayu Riau dalam tradisi keagamaan. Jurnal Adat dan Budaya Melayu, 6(2), 120–134.
Yusuf, M. (2014). Akulturasi Islam dan budaya lokal di Riau. Jurnal Studi Islam Nusantara, 2(1), 33–49.