Abstract
Pengembangan peternakan unggas petelur berperan penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, namun tingginya biaya pakan yang berkualitas menjadi tantangan utama yang dihadapi peternak. Inovasi pemanfaatan keong mas (Pomacea canaliculata L.) dalam bentuk produk tepung (mash) sebagai alternatif pakan yang bernutrisi dan mudah diperoleh menjadi solusi dalam permasalahan ini. Mash merupakan bentuk ransum paling sederhana yang terdiri dari campuran bahan pakan dalam bentuk serbuk (tepung). Tujuan karya tulis ini adalah untuk mengetahui efektivitas produk KEONG MASH sebagai sumber protein pakan ternak dalam peningkatan produktivitas telur dan kualitas telur. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Adapun metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan melakukan perlakuan kepada 4 ayam, dimana 2 ayam diberi pakan bekatul saja sebesar 150 gram/hari, dan dua ayam lainnya diberi pakan bekatul yang dicampur dengan produk KEONG MASH masing- masing sebesar 75 gram/hari. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mendeskripsikan dan membandingkan efektivitas pemberian pakan berbeda terhadap peningkatan produktivitas telur dan kualitas telur. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama 7 hari, didapatkan hasil data yaitu rerata jumlah telur pada perlakuan A (pakan bekatul) yaitu sebanyak 0,29 butir per hari, rerata jumlah telur pada perlakuan B (pakan bekatul + tepung keong mas) yaitu sebanyak 1 butir per hari. Pada perlakuan A didapatkan rerata berat telur pada A1 yaitu sebesar 58 gram, rerata aksis panjang A1 56 mm, rerata aksis lebar A1 44 mm, rerata warna cangkang A1 coklat terang, dan rerata warna kuning telur A1 kuning terang. Sedangkan rerata berat telur pada A2 yaitu sebesar 59 gram, rerata aksis panjang A2 56 mm, rerata aksis lebar A2 45 mm, rerata warna cangkang A2 coklat terang, dan rerata warna kuning telur A2 kuning terang. Sedangkan pada perlakuan B didapatkan hasil rerata berat telur pada B1 61,28 gram, rerata aksis panjang B1 56,28 mm, rerata aksis lebar B1 45,00 mm, rerata warna cangkang B1 coklat pekat, dan rerata warna kuning telur B1 kuning terang. Sedangkan rerata berat telur perlakuan B2 yaitu sebesar 61,57 gr, rerata aksis panjang B2 56,71 mm, rerata aksis lebar B2 45,00 mm, rerata warna cangkang B2 coklat pekat, dan rerata warna kuning telur B2 kuning terang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah produk KEONG MASH efektif dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas telur, dimana produksi telur harian pada ayam yang diberi pakan campuran bekatul dan produk KEONG MASH memiliki produktivitas lebih tinggi yaitu sebesar 1 butir/hari dibandingkan ayam yang diberi pakan bekatul saja yaitu sebesar 0,29 butir/hari. Produk KEONG MASH juga efektif dalam meningkatkan kualitas telur yang ditunjukkan oleh berat, ukuran, dan warna cangkang telur yang lebih baik.
References
Ardhiana, M.Y., B.A. Nugroho, dan B. Hartanto. (2014). Efisiensi Pemasaran Telur Ayam Ras di Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Jurnal Fakultas Peternakan 2 (1): 1-13.
Arikunto, S. (2017). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, Hal. 201.
Fitasari, E.& Suroto.K.S & Afrila.A. 2015. Pengaruh Substitusi Penggunaan Tepung Keong Mas Terhadap Konsumsi Pakan dan Kualitas Produksi Telur Ayam Arab. Buana Sains. 15 (2): 145-154.
Kementerian Pertanian Ditjen PKH. (2016). Diakses pada 9 Maret 2022 dari http://ditjenpkh.pertanian.go.id/menghemat-biaya-pakan-dengan-teknologi-enzim.
Kusumawati, D., Santosa, B., & Hidayat, A. (2022). Pengaruh tepung keong mas terhadap kualitas telur itik lokal. Jurnal Peternakan Nusantara, 8(1), 22-29.
Liu, C. P. et al. (2015). The role of heat shock proteins in oxidative stress damage induced by Se deficiency in chicken livers. Biometal s28:163-173.
Luthfi, A, C., Suhardi., Wulandari. (2020). Produktivitas Ayam Petelur Fase Layer II dengan Pemberian Pakan Free Choice Feeding. Tropical Animal Science. 2(2) : 57-65. Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Boyolali.
Luthfianto, D., Noviyanti, R. D., Kurniawati, K. 2017. Karakterisasi Kandungan Zat Gizi Bekatul pada Berbagai Varietas Beras di Surakarta. Hal 371-376
Marginingtyas, E., Mahmudy, W. F. & Indriati, 2015. Penentuan Komposisi Pakan Ternak untuk Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Ayam Petelur dengan Biaya Minimum Menggunakan Algoritma Genetika. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 5(12).
Nafia LO & Pagala MA. (2010). Pemberian Keong Mas (Pomacea sp.) dalam Pakan terhadap Penampilan Itik Bali dan Itik Tegal. Agripars 20(1): 36-41.
Retnasari. T. (2019). Pengembangan Database Untuk Analisa Pembuatan Pakan Pada Agribisnis Peternakan Unggas. Journal of Information Engineering and Educational Technology.
Saputra, A., & Widodo, T. (2021). Pengaruh substitusi tepung ikan dengan keong mas pada ransum itik. Jurnal Teknologi dan Produksi Ternak, 9(3), 99-107.
Sarlan, M., & Ahmadi, R. (2017). Efisiensi Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur Di Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Rinjani, 5(2), 115-131.
Setiawati, T., Afnan, R., Ulupi, N. 2016. Performa produksi dan kualitas telur ayam Petelur pada sistem litter dan cage dengan Suhu kandang berbeda. Jurnal Ilmu Produksi Dan Teknologi Hasil Peternakan, 4(1), 197-203.
Subhan, A. (2016). Populasi dan Potensi Keong Mas (Pomaceae canalicuta) sebagai Sumber Bahan Pakan Itik Alabio (Anas plathyrinchos Borneo) di Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian. Banjarbaru (ID) : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali.
Subhan, M. (2016). Pemanfaatan keong mas sebagai sumber protein alternatif dalam pakan unggas. Jurnal Ilmu Peternakan, 11(2), 61-68,
Sugiyono., (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV.Alfabeta.
Sukmawati., Asmawati., Abubakar, H., S, Nurhidayanti. (2021). Peningkatan Pendapatan Peternak Unggas melalui Konsep Agribisnis Peternakan. Prosiding 5th Seminar Nasional & Pengabdian kepada Masyarakat.
Taha, S, R., Mukhtar, M., Mokodongan, A. (2022). Pengenalan Ternak Unggas dan Ruminansia melalui Media Internet bagi Anak Usia Dini di Desa Talumelito Kabupaten Gorontalo. Jambura Journal of Husbandry and Agriculture Community Serve (JJHCS). 2(1). 34-35
Wardhany, B, A, K., Cholissodin, I., Santoso, E., (2017). Penentuan Komposisi Pakan Ternak untuk Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Ayam Petelur dengan Biaya Minimum Menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. 1(12). Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya.
Zainudin, S., dan Syahrudin. (2012). Pemanfaatan TKM Sebagai Suntitusi Tepung Ikan Terhadap Performa dan Produksi Telur Puyuh. Skripsi. Jurusan Ilmu Peternakan Universitas Negeri Gorontalo.