Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji akurasi alat echosounder GPSMAPS 585 Plus dalam mendeteksi ketebalan endapan lumpur bauksit dalam skala laboratorium. Simulasi dilakukan dalam akuarium berukuran 23,4 cm × 23,4 cm × 150 cm yang diisi lumpur hasil pencucian bauksit kotor. Bauksit sebanyak 150 kg diproses melalui metode perendaman, pengadukan, dan penyaringan menggunakan saringan 200 mesh untuk menghasilkan lumpur halus. Proses ini menghasilkan 22,83 kg lumpur halus yang digunakan dalam tiga kali percobaan. Ketebalan endapan aktual adalah 10,7 cm dengan total kolom media air dan lumpur sebesar 120 cm. Echosounder digunakan dua kali dalam setiap percobaan, menghasilkan enam data pembacaan. Hasil menunjukkan bahwa alat hanya dapat mendeteksi ketebalan rata-rata endapan sebesar 5,2 cm, yaitu 48,52% dari ketebalan aktual. Hasil ini mengindikasikan bahwa echosounder mampu memberikan gambaran awal batas atas endapan, meskipun tidak sepenuhnya akurat akibat faktor seperti kekeruhan air dan kepadatan permukaan endapan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan kalibrasi dan prosedur pengukuran yang tepat, echosounder memiliki potensi sebagai alat pemantau sedimentasi secara non-destruktif dan efisien dalam simulasi kolam pengendapan.
You may also start an advanced similarity search for this article.