Kebocoran air merupakan permasalahan yang sering terjadi pada bangunan gedung, khususnya pada area yang memiliki intensitas kontak air tinggi seperti lantai toilet dan dak atap. Kebocoran yang tidak ditangani dengan baik dapat menurunkan kenyamanan pengguna, merusak elemen bangunan, serta meningkatkan biaya perawatan. Salah satu upaya yang umum dilakukan untuk mencegah kebocoran adalah penerapan waterproofing jenis coating pada permukaan beton.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas waterproofing jenis coating sebagai upaya pencegahan kebocoran air pada lantai toilet dan dak atap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kondisi kebocoran sebelum dan sesudah penerapan waterproofing jenis coating berdasarkan indikator rembesan air, noda lembap, dan kondisi lapisan pelindung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan waterproofing jenis coating mampu mengurangi terjadinya kebocoran air pada lantai toilet dan dak atap. Setelah penerapan waterproofing, tidak ditemukan rembesan air yang signifikan serta kondisi permukaan beton menunjukkan peningkatan kekedapan. Dengan demikian, waterproofing jenis coating dapat dinyatakan efektif sebagai salah satu metode pencegahan kebocoran pada lantai toilet dan dak atap, dengan catatan bahwa pelaksanaan dilakukan sesuai prosedur dan kondisi permukaan beton dipersiapkan dengan baik.
You may also start an advanced similarity search for this article.