Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 10 No. 5 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

ANALISIS PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT TERHADAP PERANCANGAN RUMAH SAKIT KHUSUS KARDIOLOGI DI KOTA MALANG

Submitted
October 26, 2025
Published
2025-10-26

Abstract

Penyakit kardiovaskular menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dan Kota Mlang tidak terkecuali dari tren ini. Dalam merancang Rumah Sakit Khusus Kardiologi yang efektif, penting untuk mengintegrasikan pendekatan healing environment guna mendukung proses penyembuhan pasien secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen desain yang mendukung penyembuhan pasien kardiovaskular melalui pendekatan ini. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, analisis lokasi, studi banding, dan simulasi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen seperti pencahayaan alami, ruang hijau, tata ruang fleksibel, dan penggunaan material alami memiliki pengaruh signifikan terhadap kenyamanan pasien dan efisiensi operasional rumah sakit. Penelitian ini memberikan rekomendasi desain rumah sakit kardiologi yang tidak hanya fokus pada pengobatan medis, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan psikologis pasien.

References

  1. Ulrich, R.S. (1984). View Through a Window May Influence Recovery from Surgery. Science, 224(4647), 420–421. https://doi.org/10.1126/science.6143402
  2. Ulrich, R.S., Zimring, C., Zhu, X., DuBose, J., Seo, H.B., Choi, Y.S., Quan, X., & Joseph, A. (2008). A Review of the Research Literature on Evidence-Based Healthcare Design. HERD: Health Environments Research & Design Journal, 1(3), 61–125.
  3. Lawson, B. (2005). Healing Architecture. Arts & Health: An International Journal for Research, Policy and Practice, 1(1), 5–9.
  4. Department of Health Republic of Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Standar Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  5. Hamilton, D.K., & Watkins, D.H. (2009). Evidence-Based Design for Multiple Building Types. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
  6. Kurniawan, H. (2017). Healing Environment sebagai Pendekatan Desain Arsitektur Rumah Sakit. Jurnal Arsitektur ARCADE, 1(1), 1–9.
  7. Adi Utomo, A. (2019). Pendekatan Desain Arsitektur Rumah Sakit yang Humanis dan Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Arsitektur dan Lingkungan, 11(2), 80–91.
  8. Reiling, J.G., Hughes, R.G., & Murphy, M.R. (2008). The Impact of Facility Design on Patient Safety. In Hughes, R.G. (Ed.), Patient Safety and Quality: An Evidence-Based Handbook for Nurses. Rockville, MD: Agency for Healthcare Research and Quality (US).
  9. World Health Organization. (2020). Healthy, Prosperous Lives for All: The European Health Equity Status Report. Geneva: WHO Press.
  10. Ching, F.D.K. (2015). Architectural Graphics (6th ed.). New York: John Wiley & Sons.
  11. Sadana, R., & Blas, E. (2013). What Can Public Health Programs Do to Improve Health Equity?. Public Health Reports, 128(Suppl 3), 12–20.
  12. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2020). SNI 03-7046-2020 tentang Tata Cara Perencanaan Rumah Sakit. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
  13. Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME). (2024). Global Burden of Disease Study Results. University of Washington. https://www.healthdata.org
  14. Pemerintah Kota Surabaya. (2021). Masterplan Rumah Sakit Vertikal Surabaya. Surabaya: Dinas Kesehatan & Dinas Cipta Karya Kota Surabaya.
  15. Pemerintah Kota Surakarta. (2022). Dokumen Masterplan Rumah Sakit Khusus Jantung Surakarta. Surakarta: Dinas Kesehatan Kota Surakarta.

Similar Articles

1-10 of 88

You may also start an advanced similarity search for this article.