Produk olahan berbasis daging kelinci memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena kandungan proteinnya tinggi dan rendah lemak, tetapi pemanfaatannya di Indonesia masih terbatas. Inovasi Sambal Daging Kelinci “Terwelu” yang dikembangkan di Science Techno Park (STP) IPB menjadi salah satu upaya diversifikasi pangan yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pengendalian mutu pada proses produksi sambal kelinci dengan pendekatan Input–Process–Output (IPO) serta mengidentifikasi sumber utama penyimpangan mutu menggunakan Fishbone Diagram. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab variasi mutu produk berasal dari aspek manusia dan metode, terutama kurangnya pelatihan teknis, belum adanya SOP yang baku, serta penggunaan peralatan manual tanpa pengatur suhu. Upaya perbaikan dilakukan melalui pelatihan operator, penyusunan SOP produksi, serta peningkatan kontrol proses secara berkelanjutan. Penerapan analisis Fishbone terbukti membantu mengidentifikasi akar permasalahan mutu secara sistematis, sehingga dapat menjadi dasar peningkatan kualitas dan konsistensi produk sambal kelinci di masa mendatang.
You may also start an advanced similarity search for this article.