Perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan analitik data telah mendorong adopsi strategi personalisasi dalam Marketing Decision Support System (MDSS) secara masif di berbagai industri. Personalisasi memungkinkan perusahaan menyesuaikan rekomendasi, konten, serta keputusan pemasaran berdasarkan karakteristik dan perilaku pelanggan secara real-time. Meskipun personalisasi terbukti meningkatkan kepuasan pelanggan, efektivitas kampanye, dan loyalitas merek, implementasinya menimbulkan dilema etis yang semakin kompleks. Permasalahan utama yang muncul meliputi pelanggaran privasi data, kurangnya transparansi proses algoritmik, risiko bias dalam pengambilan keputusan otomatis, serta potensi manipulasi perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis isu-isu etika yang muncul dalam penerapan personalisasi MDSS melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap studi yang dipublikasikan dalam 6 tahun terakhir. Selain itu, penelitian ini mengevaluasi berbagai framework etika yang diusulkan dalam literatur untuk memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab, serta mengkaji implikasi etika tersebut terhadap kepercayaan konsumen dan keberlanjutan bisnis jangka panjang. Hasil review menunjukkan bahwa integrasi aspek etika dalam desain dan implementasi MDSS merupakan faktor kunci dalam membangun hubungan jangka panjang antara perusahaan dan pelanggan di era digital.
You may also start an advanced similarity search for this article.