UMKM tahu memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Aktivitas produksi di UMKM ini sebagian besar dilakukan secara manual, seperti pengangkutan bahan baku, proses pengadukan adonan, hingga pengemasan produk. Namun, aktivitas fisik tersebut sering dilakukan dengan postur kerja yang tidak ergonomis, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada pekerja, seperti nyeri otot dan gangguan pada sistem muskuloskeletal. Kondisi ini tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan pekerja tetapi juga memengaruhi produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja pada pekerja di UMKM Tahu mang Damun untuk mengidentifikasi risiko gangguan musculoskeletal disorders (MSDs) dan memberikan rekomendasi perbaikan. Metode yang digunakan adalah Nordic Body Map (NBM), Ovako Working Posture Analysis System (OWAS), dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Data diperoleh melalui wawancara, pengamatan, dan kuesioner pada pekerja. Hasil analisis NBM menunjukkan risiko tertinggi pada proses pemindahan manual dengan skor 33 (kategori rendah), sedangkan OWAS berada pada kategori rendah (tingkat 1). Analisis REBA menunjukkan nilai tertinggi pada proses penyaringan (skor 8). Kesimpulannya, proses pencetakan secara manual menjadi prioritas perbaikan untuk mengurangi risiko cedera. Rekomendasinya adalah meninggikan permukaan area kerja penyaringan agar sejajar dengan tinggi tubuh pekerja, sehingga pekerja dapat bekerja dalam posisi tegak dan mengurangi risiko cedera.
You may also start an advanced similarity search for this article.