PENGARUH STRATEGI LIVE SELLING DI TIKTOK SHOP TERHADAP PENINGKATAN KONVERSI PENJUALAN PRODUK GALLERIE FRAME
Published 2026-01-29
Keywords
- live selling, TikTok Shop, strategi pemasaran, konversi penjualan
How to Cite
Abstract
Transformasi pemasaran melalui live commerce di jejaring sosial memaksa para wirausahawan untuk beralih ke strategi interaktif yang menghubungkan penjual dan pembeli secara langsung. TikTok Shop, dengan fitur live selling-nya, menjadi salah satu platform paling dominan di Indonesia saat ini. Penelitian ini difokuskan pada analisis dampak teknik penjualan langsung terhadap peningkatan transaksi produk Gallerie Frame di ekosistem TikTok Shop. Melalui pendekatan kuantitatif dan instrumen survei, data diambil dari populasi sebanyak 1.231 followers TikTok Gallerie Frame yang terlibat dalam sesi siaran langsung periode Mei-Juli 2025. Sebanyak 39 responden dipilih sebagai sampel berdasarkan kalkulasi rumus Slovin. Informasi primer yang dihimpun melalui kuesioner elektronik diolah menggunakan teknik regresi linier sederhana. Hasil uji statistik membuktikan adanya pengaruh positif yang nyata dari strategi live selling terhadap konversi penjualan, terlihat dari angka signifikansi 0,000 dan nilai t-hitung sebesar 6,295. Kapasitas strategi ini dalam menjelaskan variasi konversi penjualan tercatat sebesar 51,7%, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai R² 0,517. Kesimpulan ini mempertegas bahwa strategi pemasaran yang efektif di TikTok Shop sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan live selling. Studi ini diproyeksikan memberikan rujukan bagi UMKM dan sumbangsih pemikiran bagi pengembangan studi pemasaran digital.
Downloads
References
- Agrita Endraswara. (2013). Metodologi Penelitian Sosial. Yogyakarta: CAPS.
- Amin, M., et al. (2023). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana.
- Arrohma, R. D., & Istiyanto, B. (2023). Pengaruh Live Streaming Video Promotion, Diskon Harga, Online Customer Review Saat Live Streaming Tiktok Terhadap Keputusan Pembelian. Dinamika Publik: Jurnal Manajemen dan Administrasi Bisnis, 1(3), 22-35. DOI: https://doi.org/10.59061/dinamikapublik.v1i3.266
- Chaffey, D. (2015). Digital Business and E-Commerce Management. London: Pearson Education.
- Chen, Y., & Lin, Z. (2020). The role of live streaming in consumer purchase intention. Journal of Electronic Commerce Research, 21(3), 189–203.
- Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: Sage Publications.
- DataReportal. (2024). Digital 2024: Indonesia. We Are Social & Hootsuite.
- Haryono, S., et al. (2023). Metode Penelitian Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.
- Janna, N. M., & Herianto. (2021). Konsep uji validitas dan reliabilitas. Jurnal Statistik Terapan, 2(1), 1–9.
- Laudon, K. C., & Traver, C. G. (2021). E-Commerce: Business, Technology, Society. New York: Pearson.
- Mardiatmoko, G. (2020). Pentingnya uji asumsi klasik pada analisis regresi linier berganda. BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan, 14(3), 333–342.
- McKinsey & Company. (2021). The Future of Live Commerce.
- Nur Ali Muchtar. (2024). Sales improvement strategy of Jazahijab on TikTok Shop. Journal of Digital Marketing, 5(2), 45–56.
- Sugiyono. (2007). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
- Sujarweni, V. W. (2015). Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
- Vincent Tandrian, & Dwihadiah, D. L. (2025). Strategi social selling live streamer di TikTok Live. Jurnal Komunikasi Digital, 7(1), 12–25.
- Yuliara, I. M. (2016). Regresi Linier Berganda. Denpasar: Universitas Udayana.
- Yusuf, M., & Nurhalim. (2022). Pengaruh gaya komunikasi host terhadap keputusan pembelian live commerce. Jurnal Pemasaran Digital, 4(1), 22–34.