Vol. 24 No. 11 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi
Articles

OPTIMALISASI TRANSAKSI DIGITAL UMKM SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN QRIS DI DESA BANTAN

Dwipangga Simanjuntak
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Mutiah Khaira Sihotang
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Muhammad Hasan Basry
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published 2025-10-30

Keywords

  • UMKM, QRIS, transaksi digital, literasi keuangan, pemberdayaan masyarakat.,
  • MSME, QRIS, digital transaction, financial literacy, community empowerment.

How to Cite

OPTIMALISASI TRANSAKSI DIGITAL UMKM SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN QRIS DI DESA BANTAN. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 24(11), 1601-1610. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/884

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam sistem transaksi keuangan, termasuk di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, tingkat adopsi pembayaran digital di wilayah pedesaan masih tergolong rendah akibat keterbatasan pengetahuan, fasilitas, dan sosialisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan transaksi digital melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada pelaku UMKM di Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan survei, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi digital dan kemampuan teknis pelaku UMKM. Dari 25 UMKM peserta, sebanyak 20 (80%) berhasil melakukan registrasi dan aktivasi QRIS, serta 18 (90%) aktif menggunakan QRIS dalam transaksi sehari-hari. Program ini juga meningkatkan efisiensi operasional, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme pelaku usaha. Selain itu, masyarakat Desa Bantan mengalami peningkatan literasi keuangan digital secara umum. Dengan demikian, sosialisasi dan pendampingan QRIS terbukti efektif dalam mempercepat transformasi digital UMKM pedesaan dan mendukung program pemerintah dalam mewujudkan inklusi keuangan nasional berbasis teknologi.

The rapid development of digital technology has significantly transformed financial transaction systems, including those utilized by micro, small, and medium enterprises (MSMEs). However, digital payment adoption in rural areas remains low due to limited knowledge, infrastructure, and outreach. This study aims to optimize digital transactions through socialization and mentoring programs on the use of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) among MSME actors in Bantan Village, Dolok Masihul District, Serdang Bedagai Regency. The program was carried out as part of the Independent Community Service Program (KKN Mandiri) of Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara using a participatory and empowerment-based approach. The implementation stages included surveys, socialization, practical training, mentoring, and evaluation. The results show a significant increase in digital literacy and technical competence among MSME participants. Out of 25 participating businesses, 20 (80%) successfully registered and activated QRIS, and 18 (90%) actively used QRIS in daily transactions. The program also improved operational efficiency, expanded market access, and enhanced the credibility and professionalism of the enterprises. Furthermore, the local community experienced increased financial digital literacy. Thus, the QRIS mentoring and socialization program proved effective in accelerating MSME digital transformation in rural areas and supported the Indonesian government’s agenda of achieving inclusive, technology-based financial ecosystems.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Bagus, S. R., Kom, M., Cahya, N., Hidayat, T., Nursyamsiyah, S., Jalil, A., & Kenja, K. (2021). Buku Pedoman Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Universitas Muhammadiyah Jember.
  2. Bank Indonesia. (2022). Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Jakarta: Bank Indonesia.
  3. Fadilah, R., & Lestari, N. (2024). Strategi peningkatan inklusi keuangan melalui digitalisasi pembayaran berbasis QRIS di wilayah pedesaan. Jurnal Inovasi Ekonomi dan Pembangunan, 9(1), 77–90.
  4. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2023). Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) Tahun 2022–2023. Jakarta: Kemenkop UKM.
  5. Listia, A., & Sihotang, M. K. (2024). Pengaruh Digital Payment dan E-Commerce terhadap Perilaku Konsumtif: Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Agama Islam UMSU. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 6(7), 5730-57
  6. Pratama, A. R., & Hidayat, R. (2023). Implementasi QRIS dalam meningkatkan transaksi digital pada UMKM. Jurnal Ekonomi Digital, 5(2), 145–158.
  7. Rahmawati, D., & Sari, M. (2024). Literasi digital dan adopsi teknologi fintech pada pelaku UMKM. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 8(1), 67–82.
  8. Santoso, B. (2023). Transformasi Digital UMKM: Peluang dan Tantangan di Era Ekonomi Digital. Yogyakarta: Penerbit Andi.
  9. Setiawan, D., & Nuraini, F. (2022). Pengaruh literasi keuangan digital terhadap penggunaan sistem pembayaran non-tunai oleh pelaku UMKM. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Indonesia, 4(1), 55–68.
  10. Wibowo, A., & Suryani, L. (2022). Peran mahasiswa dalam pemberdayaan UMKM melalui program KKN berbasis digitalisasi ekonomi. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia, 5(3), 231–243.
  11. Widodo, S., & Kusuma, H. (2024). Pemberdayaan UMKM melalui teknologi pembayaran digital. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 6(3), 201–215.
  12. Yuliana, T., & Hartono, B. (2023). Dampak adopsi QRIS terhadap peningkatan efisiensi transaksi pada sektor perdagangan ritel. Jurnal Keuangan dan Teknologi Informasi, 7(2), 102–115.