Abstract
Artikel ini mengkaji relevansi dan reinterpretasi pemikiran rasional Sir Sayyid Ahmad Khan dalam konteks era kecerdasan buatan (AI) dan pendidikan digital pada tahun 2025. Sebagai tokoh pembaharu Islam abad ke-19, Ahmad Khan menekankan pentingnya akal, sains, dan tafsir rasional terhadap Al-Quran sebagai respons terhadap tantangan modernitas. Studi ini mencoba menggali bagaimana prinsip-prinsip tafsir rasional yang ia usung dapat dijadikan landasan epistemologis dalam menghadapi transformasi teknologi digital dan perkembangan AI dalam pendidikan Islam kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis kritis terhadap karya-karya Ahmad Khan, kemudian dikontekstualisasikan dengan perkembangan terkini dalam dunia pendidikan digital dan AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Ahmad Khan tetap relevan dalam mendorong integrasi nilai-nilai keislaman dengan kemajuan teknologi melalui pendekatan rasional, inklusif, dan adaptif. Artikel ini merekomendasikan perlunya pembaruan metodologi tafsir dan kurikulum pendidikan Islam agar selaras dengan dinamika zaman dan tetap berakar pada prinsip keilmuan Islam yang progresif.Kata kunci: Ahmad Khan, tafsir rasional, Al-Quran, AI, pendidikan digital, era kontemporer.
References
Abduh, Muhammad. Tafsir al-Manar. Kairo: Dar al-Manar, 1947.
Esack, Farid. The Qur’an: A User’s Guide. Oxford: Oneworld, 2005.
Goldziher, Ignaz. Mazahib al-Tafsir al-Islami. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003.
Khan, Syed Ahmad. Tafsir al-Qur’an wa huwa al-Huda wa al-Furqan. Delhi: Scientific
Society Press, 1880.
Nasr, Seyyed Hossein. Islamic Modernism and Contemporary Reformist Thought.
London: Routledge, 1999.
Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition.
Chicago: University of Chicago Press, 1982.
Rippin, Andrew. The Qur’an and Its Interpretative Tradition. Aldershot: Ashgate, 2001.
Shihab, M. Quraish. Membumikan al-Qur’an. Bandung: Mizan, 2002.
Zarkasyi, Hamid Fahmy. Liberalism, Hermeneutika dan Tafsir al-Qur’an. Jakarta:
INSISTS, 2008.