SOLUSI MORAL ISLAM DALAM MENGATASI KRISIS MORAL MODERN: PERSPEKTIF TAUHID, AKHLAK, AL-QUR’AN, DAN HADIS
pdf

Keywords

krisis moral, tauhid, akhlak, Al-Qur’an, Hadits, Pendidikan karakter

How to Cite

SOLUSI MORAL ISLAM DALAM MENGATASI KRISIS MORAL MODERN: PERSPEKTIF TAUHID, AKHLAK, AL-QUR’AN, DAN HADIS. (2026). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 18(1), 201-210. https://cibjournal.com/index.php/tashdiq/article/view/5585

Abstract

Penelitian ini mengkaji krisis moral pada masa kini, di mana kemajuan teknologi digital, arus globalisasi nilai-nilai sekuler, serta pelemahan norma sosial-budaya semakin menggerus fondasi etika di kalangan generasi muda, terutama dalam ranah pendidikan dan rutinitas harian masyarakat Indonesia saat ini. Pentingnya pembahasan ini muncul dari urgensi memahami dampak fenomena tersebut terhadap kesadaran spiritual serta rasa tanggung jawab moral individu; di sinilah perspektif Islam lewat prinsip tauhid, akhlak luhur, dan petunjuk normatif dari Al-Qur’an serta Hadis menyajikan landasan potensial untuk pemulihan.

Secara khusus, studi ini bertujuan menyelidiki makna serta pengalaman partisipan saat berhadapan dengan krisis moral tadi, dilihat dari sudut pandang ajaran Islam, dengan menerapkan pendekatan kualitatif fenomenologi yang berfokus pada inti subjektif dari pengalaman hidup (lived experience). Pengumpulan data mengandalkan wawancara mendalam semi-struktural melibatkan 15 partisipan yakni pendidik Islam, mahasiswa, dan pemuka komunitas berusia 20-45 tahun di kawasan perkotaan Jawa Barat yang rutin terlibat dalam aktivitas keagamaan serta dilengkapi pengamatan partisipatif di sesi diskusi akhlak. Sementara itu, pengolahan data dilakukan lewat analisis tematik, yang melacak pola makna melalui pengodean berulang serta penafsiran hermeneutik.

Temuan penelitian menyoroti tiga tema pokok: kerapuhan spiritual yang dipicu oleh hegemoni materialisme digital sehingga meredupkan kesadaran tauhid; pandangan partisipan yang memosisikan akhlak sebagai penghubung antara keyakinan intim dan tindakan sosial; serta pola renungan normatif yang menggarisbawahi penginternalan Al-Qur’an dan Hadis sebagai obat mujarab bagi gangguan moral, dengan partisipan mengisahkan perubahan dari kebuntuan etis ke keyakinan teguh melalui dukungan komunitas.

Dari sisi teori, karya ini memperkaya wawasan fenomenologi Islam dalam kajian moralitas modern dengan menempatkan tauhid sebagai dasar ontologis akhlak. Secara aplikatif, hasilnya membuka peluang bagi pengembangan kurikulum pendidikan karakter Islami di sekolah maupun pesantren, pengukuhan peran komunitas dalam meredam krisis moral, serta jalan baru untuk penelitian lintas disiplin antara psikologi Islam dan etika digital.

pdf

References

A. Mulyono, "Prinsip Tauhid di Era Digitalisasi dan Etika di Media Sosial," Mudabbir: Jurnal Kependidikan Islam 9, no. 1 (2025): 1-15, https://jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/mudabbir/article/view/677.

Adaptasi dari van Manen, M., Researching Lived Experience (Albany: SUNY Press, 1990), dengan konteks akhlak tauhidik oleh Shihab, Q., Tafsir Al-Mishbah (Jakarta: Lentera Hati, 2020).

Ahmad Hidayat, "Tauhid dalam Pendidikan Karakter Indonesia," Al-Jami'ah 60, no. 2 (2022): 245-267.

Ahmad Hidayat, "Tauhid dalam Pendidikan Karakter Indonesia," Al-Jami'ah 60, no. 2 (2022): 245-267.

E.W. Ningrum, "Pendidikan Islam Berbasis Nilai Tauhid untuk Pengembangan Karakter," Jurnal Pembelajaran dan Pengajaran 8, no. 2 (2025): 215-230,

Faisal Rahman, "Internalisasi Hadis untuk Etika Digital," Qudus International Journal of Islamic Studies 12, no. 1 (2024): 55-78.

Faisal Rahman, "Internalisasi Hadis untuk Etika Digital," Qudus International Journal of Islamic Studies 12, no. 1 (2024): 55-78.

Faisal Rahman, "Internalisasi Hadis untuk Etika Digital," Qudus International Journal of Islamic Studies 12, no. 1 (2024): 55-78.

Gadamer, H.-G., Truth and Method (London: Continuum, 2004), diadaptasi untuk etika Qur’ani oleh E. Asad, The Message of the Qur’an (Gibraltar: Dar al-Andalus, 2020).

Gadamer, H.-G., Truth and Method, 2nd ed. (London: Continuum, 2004), 306-307; diadaptasi untuk hermeneutika Qur’ani oleh Fazlur Rahman, Major Themes of the Qur’an (Chicago: University of Chicago Press, 2009), 20-25.

Husserl, E., Ideas: General Introduction to Pure Phenomenology (London: George Allen & Unwin, 1931), dikaitkan dengan adaptasi fenomenologi Islam oleh Nasr, S.H., "Knowledge and the Sacred" (Albany: SUNY Press, 1989).

Integrasi dengan etika Nabawi dari Al-Qaradawi, Y., Fiqh al-Mannat (Kairo: Maktabah Wahbah, 2022 ed.), 145-160, mendukung spiral transformasi dalam konteks urban Indonesia.

Kementerian Agama RI, Laporan Survei Etika Remaja Urban 2024 (Jakarta: Direktorat Pendidikan Islam, 2024), 23.

Kerangka ini diadaptasi dari van Manen, M., Researching Lived Experience (Albany: SUNY Press, 1990), dengan orientasi tauhidik dari Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah (Jakarta: Lentera Hati, 2020).

Kerangka ini terinspirasi Gadamer, H.-G., Truth and Method (London: Continuum, 2004), diintegrasikan dengan etika akhlak dari Al-Ghazali, Ihya Ulum al-Din (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2021 ed.).

Liswandari et al., "Kecerdasan Spiritual dan Internalisasi Tauhid," Al-Thariqah: Jurnal Ilmu Dakwah 26, no. 2 (2022): 245-262.

Liswandari et al., "Kecerdasan Spiritual, Kepatuhan Peraturan dan Internalisasi Tauhid," Al-Thariqah: Jurnal Ilmu Dakwah 26, no. 2 (2022): 245-262, https://journal.uir.ac.id/index.php/althariqah/article/view/6219

M.Z. Damanik, "Penguatan Nilai Tauhid dalam Pendidikan Akhlak," At-Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam (2025): 1-15, https://journal.staittd.ac.id/index.php/at/article/view/442.

Muhammad Abdullah, "Globalization and Muslim Youth Morality," Journal of Islamic Ethics 5, no. 1 (2021): 112-130.

Muhammad Abdullah, "Globalization and Muslim Youth Morality," Journal of Islamic Ethics 5, no. 1 (2021): 112-130.

Muhammad, "Teologi Islam sebagai Basis Etika dan Moral," Syiar: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi 9, no. 1 (2024): 34-50, https://journal.utnd.ac.id/index.php/syiar/article/view/2280.

Nurul Sari, "Media Sosial dan Degradasi Moral Pemuda," Studia Islamika 30, no. 1 (2023): 89-110.

Observasi partisipatif penulis dengan kelompok pengajian wanita Bandung, November 2025, selaras dengan Ningrum (2025).

Observasi partisipatif penulis dengan komunitas pedagang Muslim Bandung, November 2025, selaras dengan temuan Rahman (2024) tentang aplikasi etika digital.

Observasi partisipatif penulis di Pesantren Modern Al-Munawwir Bandung dan komunitas kampus ITB, September 2025.

Observasi partisipatif penulis, komunitas pengajian wanita Bandung, November 2025.

partisipan Bandung 2025.

Rafliyanto, "Tauhid dan Pendidikan Karakter Holistik," Jurnal Tarbiyatuna: Kajian Pendidikan Islam 11, no. 1 (2024): 78-95, https://ejournal.iaiibrahimy.ac.id/index.php/tarbiyatuna/article/view/2745.

Reflection dari observasi partisipatif penulis dengan mahasiswa UIN Bandung, Oktober 2025, selaras dengan temuan Liswandari (2022).

Refleksi konseptual selaras dengan S. Nasr, "Knowledge and the Sacred" (SUNY Press, 1989), diadaptasi untuk konteks digital Indonesia.

S.A. Syafa'adhika, "Nilai-Nilai Pendidikan Tauhid, Akhlak, Ibadah dalam Surah Al-Jumuah," Sujud: Jurnal Studi Islam (2025): 45-62, https://ojs.indopublishing.or.id/index.php/sujud/article/view/291.

Sintesis esensi fenomenologis ala van Manen, Researching Lived Experience (SUNY Press, 1990), diterapkan pada konteks tauhid digital Indonesia.

United Nations Sustainable Development Solutions Network, World Happiness Report 2023 (New York: UN SDSN, 2023), 45-52.

Van Manen, M., Researching Lived Experience: Human Science for an Action Sensitive Pedagogy (Albany: SUNY Press, 1990), 30-35; adaptasi untuk fenomenologi Islam oleh Warda, "Kegunaan Pendekatan Fenomenologi dalam Kajian Agama," Jurnal Warda 18, no. 1 (2023): 45-62.

Wawancara eksploratif penulis dengan mahasiswa Universitas Islam Bandung, 15 Oktober 2025.

Downloads

Download data is not yet available.