Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 8 No. 1 (2025): Trigonometri : Journal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ISSN 3030-8496

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA BERDASARKAN TEORI PEMROSESAN INFORMASI DITINJAU DARI TINGKAT ADVERSITY QUOTIENT (AQ) CAMPER

Submitted
December 6, 2025
Published
2025-12-06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika Siswa dalam menyelesaikan masalah SPLTV ditinjau dari tingkat AQ yang dimiliki Siswa yaitu AQ camper. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Waktu pelaksanaan penelitian pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Subjek pada penelitian ini yaitu kelas X-10 SMAN 2 Pasuruan. Dengan menggunakan purposive sampling terpilih 3 siswa AQ camper dengan masing-masing 1 siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket Adversity Response Profile (ARP), tes pemecahan masalah, pedoman wawancara, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Siswa dengan AQ camper tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika tinggi memiliki dimensi Reach yang tinggi, dalam proses pemecahan masalah matematika, S1 dapat melalui semua tahapan teori pemrosesan informasi. (2) Siswa dengan AQ camper tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika sedang memiliki dimensi Origin & Ownership tinggi, namun endurance rendah, dalam proses pemecahan masalah matematika, S2 dapat melalui 4 tahapan awal teori pemrosesan informasi. (3) Siswa dengan AQ camper tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika rendah memiliki dimensi Control rendah, dalam proses pemecahan masalah matematika, S3 mengalami kesulitan & lemah di hampir semua indikator, terutama retrieval dan encoding.

References

  1. [1] Afri, L. D. 2018. Hubungan Adversity Quotient dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP pada Pembelajaran Matematika. Axiom Jurnal Pendidikan & Matematika, 7(2), 47–53.
  2. [2] Agustina, I., Nusantara, T., & Irawati, S. 2021. Proses Berpikir Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Teori Pemrosesan Informasi. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 5(10), 1503-1512.
  3. [3] Amalia, H. F., & Manoy, J. T. 2021. Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasar Langkah Polya ditinjau dari Adversity Quotient. Mathedunesa, 10(3), 507–513.
  4. [4] Amamah, S. U., Sa'dijah, C., & Sudirman, S. 2016. Proses Berpikir Siswa SMP Bergaya Kognitif Field Dependent dalam Menyelesaikan Masalah Berdasarkan Teori Pemrosesan Informasi. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(2), 237-245.
  5. [5] Cahyani, H., & Setyawati, R. W. 2016. Pentingnya Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui PBL untuk Mempersiapkan Generasi Unggul Menghadapi MEA. Seminar Nasional Matematika X Universitas Negeri Semarang, 151–160.
  6. [6] Dini, M., Nuraeni, N., & Anita, I. W. 2018. Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMK Menggunakan Pendekatan Kontekstual pada Materi SPLTV. Indomath: Indonesia Mathematics Education, 1(1), 49-54.
  7. [7] Faizah, F., Sujadi, I., & Setiawan, R. 2017. Proses Berpikir Siswa Kelas VII E dalam Memecahkan Masalah Matematika pada Materi Pecahan ditinjau dari Kecerdasan Logis-Matematis. Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika (JPMM), 1(4), 15-25.
  8. [8] Fatmawati, F., & Murtafiah, M. 2018. Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 1 Majene. Jurnal Saintifik, 4(1), 63–73.
  9. [9] Hakim, F. 2020. Faktor Adversity Quotient dalam Kemampuan Pemecahan Masalah Pembuktian Matematis Topik Teori Grup. Indonesian Journal of Educational Science (IJES), 02(02), 90-98.
  10. [10] Hasan, B. 2016. Proses Berpikir Mahasiswa dalam Mengkonstruksi Bukti Menggunakan Induksi Matematika Berdasarkan Teori Pemrosesan Informasi. Apotema: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 2(1), 33–40.
  11. [11] Hidayat, W. 2017. Adversity Quotient dan Penalaran Kreatif Matematis Siswa SMA dalam Pembelajaran Argument Driven Inquiry pada Materi Turunan Fungsi. Kalamatika: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 15–28.
  12. [12] Hidayati, N. 2018. Analisis Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Teori Pemrosesan Informasi [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
  13. [13] Hidayatulloh, M. S. 2017. Pengembangan E- Modul Matematika Berbasis Problem Based Learning Berbantuan Geogebra pada Materi Bilangan Bulat. Aksioma, 7(2), 24-31.
  14. [14] Juliangkary, E., & Yuwono, I. 2012. Proses Berpikir Mahasiswa matematika IKIP Mataram dalam Pembuktian Keterbagian Berdasarkan Teori Pemrosesan Informasi. Jurnal Media Pendidikan Matematika, 1(2), 120-126.
  15. [15] Kusaeri, K. 2018. Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Teori Pemrosesan Informasi. Suska Journal Of Mathematics Education, 4(2), 125-141.
  16. [16] Mahromah, L. A., & Manoy, J. T. 2013. Identifikasi Tingkat Metakognisi Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Perbedaan Skor Matematika. Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya.
  17. [17] Masyithah, S. 2022. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Berdasarkan Adversity Quotient (AQ). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika 7(2), 285-295.
  18. [18] Nasution, A. F. 2023. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Cv. Harfa Creative.
  19. [19] Nurhayati, N., Huda, N., & Suratno, S. 2020. Analisis Pemecahan Masalah Berdasarkan Teori Pemrosesan Informasi. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 10(2), 136-143.
  20. [20] Novalita, D., Kamid, K., & Haryanto, H. 2022. Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Berdasarkan Teori Pemrosesan Informasi ditinjau dari Gaya Kognitif. Aksioma: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 11(1), 752-761.
  21. [21] Rehalat, A. 2016. Model Pembelajaran Pemrosesan Informasi. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 23(2), 1-10.
  22. [22] Rusdyi, R., Rusmin R. M. Saleh, & Isman M. Nur. 2023. Proses Berpikir Kreatif Siswa Berkepribadian Adversity Quotient dalam Menyelesaikan Masalah Open-Ended ditinjau dari Teori Pemrosesan Informasi. Jurnal Pendidikan MIPA, 13(3), 851–862.
  23. [23] Sadikin, M., Mondong, T. I., & Wantu, M. 2021. Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Pemrosesan Informasi dalam Mata Pembelajaran Sejarah di Kelas XI Madrasah Aliyah Al-Muttaqin Kabupaten Kapuas Hulu. Jambura History And Culture Journal, 3(2), 7-15.
  24. [24] Septianingtyas, N., & Jusra, H. 2020. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Berdasarkan Adversity Quotient. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(2), 657–672.
  25. [25] Stoltz, P. G. 2007. Adversity Quotient: Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Jakarta: PT. Grasindo.
  26. [26] Widyastuti, R. 2015. Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Teori Polya ditinjau dari Adversity Quotient Tipe Climber. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 183–194.
  27. [27] Widyastuti, R., Usodo, B., & Riyadi. 2013. Proses Berpikir Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah-Langkah Polya ditinjau dari Adversity Quotient. Jurnal Pendidikan Matematika, 239-249.

Downloads

Download data is not yet available.

Similar Articles

1-10 of 11

You may also start an advanced similarity search for this article.