Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Volume 8, No. 1Trigonometri : Journal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ISSN 3030-8496

Published December 1, 2025

Issue description

Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam adalah jurnal yang mempublish berbagai rumpun ilmu alam diataranya Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Jurnal ini diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Bangsa Institute. Jurnal ini terbit 3 kali dalam setahun. Jurnal ini mengundang para akademisi dan praktisi untuk berperan serta mengisi jurnal ini agar dapat berkelanjutan kedepannya. jurnal ini direview oleh ahli berpengalaman di bidang nya agar dapat menghasilkan kualitas tulisan yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya

Articles

  1. ANALISIS PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA BERDASARKAN TEORI PEMROSESAN INFORMASI DITINJAU DARI TINGKAT ADVERSITY QUOTIENT (AQ) CAMPER

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika Siswa dalam menyelesaikan masalah SPLTV ditinjau dari tingkat AQ yang dimiliki Siswa yaitu AQ camper. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Waktu pelaksanaan penelitian pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Subjek pada penelitian ini yaitu kelas X-10 SMAN 2 Pasuruan. Dengan menggunakan purposive sampling terpilih 3 siswa AQ camper dengan masing-masing 1 siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket Adversity Response Profile (ARP), tes pemecahan masalah, pedoman wawancara, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Siswa dengan AQ camper tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika tinggi memiliki dimensi Reach yang tinggi, dalam proses pemecahan masalah matematika, S1 dapat melalui semua tahapan teori pemrosesan informasi. (2) Siswa dengan AQ camper tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika sedang memiliki dimensi Origin & Ownership tinggi, namun endurance rendah, dalam proses pemecahan masalah matematika, S2 dapat melalui 4 tahapan awal teori pemrosesan informasi. (3) Siswa dengan AQ camper tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika rendah memiliki dimensi Control rendah, dalam proses pemecahan masalah matematika, S3 mengalami kesulitan & lemah di hampir semua indikator, terutama retrieval dan encoding.

  2. ANALISIS PENGARUH VARIASI KONSENTRASI GARAM TERHADAP SUHU PEMBEKUAN DAN TEKSTUR ES KRIM

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi garam terhadap suhu pembekuan dan karakteristik tekstur es krim.Penelitian dilaksanakan di Semarang pada tanggal 8 November 2025 menggunakan metode eksperimen sederhana dengan tiga perlakuan konsentrasi garam (10%, 20%, dan 30%) terhadap 600 gram es batu. Adonan es krim yang terdiri dari susu cair UHT dibekukan dalam kaleng besi yang dikelilingi campuran es dan garam, kemudian diamati suhu pembekuan menggunakan termometer digital dan teksturnya melalui metode organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi garam berbanding lurus dengan penurunan suhu pembekuan dan kecepatan pembekuan. Konsentrasi 10% menghasilkan suhu –6°C hingga –8°C dengan tekstur halus dan lembut; konsentrasi 20% mencapai –10°C hingga –12°C dengan tekstur lebih padat; dan konsentrasi 30% mencapai –15°C hingga –18°C dengan tekstur sangat keras dan berkristal besar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsentrasi garam optimal untuk menghasilkan es krim berkualitas terbaik adalah 10–20%, karena menghasilkan keseimbangan antara efisiensi pembekuan dan kualitas tekstur.

  3. MENGENAL BENTUK BANGUN DATAR MENGGUNAKAN MEDIA “PAPAN BANGUN DATAR” UNTUK SISWA KELAS 2 SD

    Pemahaman siswa sekolah dasar terhadap bangun datar masih terbatas, hal tersebut disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang memanfaatkan media konkret. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi bentuk bangun datar dengan menerapkan media yang menggunakan papan bangun datar. Media ini menggabungkan ilustrasi bentuk dengan contoh objek nyata dari lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, implementasi, pengamatan, dan refleksi. Peserta penelitian terdiri dari 18 siswa dari Kelas 2 A di Sekolah Dasar Negeri 1 Totokaton. Pengumpulan data melibatkan pengamatan dan penilaian prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan kemajuan dalam kemampuan siswa mengenali bangun datar. Pada fase pra-siklus, skor rata-rata siswa adalah 58 poin, dengan tingkat pencapaian 44%. Setelah intervensi Siklus I, skor rata-rata naik menjadi 67,5 poin, dan tingkat pencapaian meningkat menjadi 61%. Pada Siklus II, skor kembali meningkat menjadi 71 poin, dengan tingkat pencapaian 89%. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan papan bangun datar sangat efektif dalam membantu siswa memahami konsep bangun datar melalui aktivitas pembelajaran media konkret dan interaktif. Secara keseluruhan, media ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan membawa perbaikan signifikan dalam hasil belajar siswa.

    Kata kunci: bangun datar, media konkret, media pembelajaran, papan bangun datar

  4. TINJAUAN LITERATUR: PENGEMBANGAN KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN DALAM INDUSTRI KOSMETIK

    Tinjauan ini mengintegrasikan penelitian tentang perkembangan industri kosmetik dengan penekanan pada desain kemasan ramah lingkungan, yang bertujuan untuk memenuhi tantangan lingkungan dan permintaan konsumen akan solusi berkelanjutan. Tinjauan ini bertujuan untuk menyoroti material berkelanjutan dan strategi desain ramah lingkungan. Penelitian ini akan menilai integrasi penilaian siklus hidup (LCA) dan ekonomi sirkular, menganalisis pengaruh perilaku konsumen, menilai kerangka peraturan, dan mengidentifikasi tantangan dalam menerapkan kemasan ramah lingkungan. Analisis sistematis terhadap studi yang mencakup Eropa, Asia, dan Amerika dilakukan menggunakan metodologi empiris, kualitatif, dan LCA untuk memetakan inovasi dan dinamika pasar. Temuan menunjukkan bahwa material yang dapat terurai secara hayati dan berbasis bio dapat meningkatkan kinerja lingkungan tetapi menghadapi tantangan terkait biaya dan kompatibilitas. Alat penilaian siklus hidup memungkinkan pengurangan dampak yang terfokus tetapi dibatasi oleh kendala geografis dan cakupan. Penerimaan konsumen dipengaruhi secara positif oleh kesadaran lingkungan tetapi terhambat oleh sensitivitas harga dan pengetahuan yang dirasakan. Kerangka peraturan mendorong kepatuhan tetapi bervariasi secara global dan memerlukan keselarasan dengan insentif inovasi. Dimensi-dimensi ini secara kolektif menekankan kompleksitas dalam memajukan kemasan berkelanjutan di sektor kosmetik. Integrasi material inovatif, keterlibatan konsumen, kepatuhan terhadap regulasi, dan prinsip ekonomi sirkular sangat penting untuk implementasi desain ramah lingkungan yang efektif. Tinjauan ini menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin yang lebih komprehensif untuk mengatasi hambatan ekonomi dan sosial. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi bagi penelitian di masa mendatang dan membimbing para pemangku kepentingan industri menuju solusi pengemasan yang dapat diterapkan secara luas dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

  5. EXPLORATION OF NEW TRIAZINE-BASED INHIBITORS THROUGH DOCKING AGAINST THE DOUBLE-MUTANT (C59R+S108N) PFDHFR-TS ENZYME

    Resistance to conventional antifolates such as pyrimethamine is increasingly widespread in Plasmodium falciparum due to mutations in the dihydrofolate reductase thymidylate synthase (pfDHFR-TS) enzyme, particularly the double mutation C59R+S108N. This study explores the potential of novel 1,6-dihydro-1,3,5-triazine-2,4-diamine-based inhibitors against mutant pfDHFR-TS using a molecular docking approach. The target structure (PDB ID: 1J3J) and ligands were optimized using the semi-empirical PM6 method with partial charges calculated via AM1-BCC, followed by docking using Dock6. The results indicate that 10-(benzyloxy)-6,8,10-triazaspiro [4.5]deca-6,8-diene-7,9-diamine exhibits stronger binding affinity than CP6, a known antimalarial compound. These findings highlight the potential of triazine derivatives as novel inhibitors targeting antifolate-resistant pfDHFR TS mutants.

  6. STUDI DESKRIPTIF TENTANG PEMAHAMAN KONSEP EKSPONEN PADA PEMBELAJARAN MENDALAM UNTUK SISWA KELAS X

    Analisis siswa kelas X tentang konsep eksponen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Siswa yang menjadi subjek penelitian berjumlah 31 orang dan diberikan tes tentang pengetahuan mereka mengenai konsep eksponen. Tes berupa menyelesaikan soal-soal eksponen ini untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengenali berbagai bentuk eksponen, menerapkan aturan eksponen, dan memecahkan masalah eksponen. Data dihitung dengan menggunakan jumlah kesalahan pada setiap siswa dalam pemahaman konsep eksponen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang eksponen terbilang cukup baik, namun ada beberapa siswa yang masih salah dalam menerapkan aturan eksponen pada pangkat negatif, menyederhanakan ekspresi eksponen, dan memecahkan masalah yang memerlukan beberapa langkah. Siswa bahkan mengalami kesulitan dalam memahami soal dan memodelkan soal tersebut ke bentuk matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa jauh pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal-soal eksponen. Pemahaman tentang eksponen oleh siswa sudah cukup baik, tetapi masih terdapat beberapa kesalahan dasar. Disarankan untuk melakukan latihan soal secara bertahap untuk meningkatkan pemahaman konsep eksponen.

  7. ANALISIS KANDUNGAN RESIDU PESTISIDA SIPERMETRIN DAN DELTAMETRIN PADA SAMPEL BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) DI LABORATORIUM KETAHANAN PANGAN PROVINSI SUMATERA BARAT

    Food safety is an important issue for fresh horticultural commodities that are consumed directly, including papaya fruit. The use of synthetic pesticides in papaya cultivation has the potential to leave residues that can impact consumer health if they exceed safe limits. This study aims to analyse the content of pyrethroid insecticide residues, namely cypermethrin and deltamethrin, in papaya fruit tested at the West Sumatra Provincial Food Security Laboratory. Papaya samples were collected from farmers and analysed using gas chromatography (GC) after undergoing homogenisation, acetone partition extraction, clean-up, and instrumental analysis. The results showed that cypermethrin residues were detected in all samples in the range of 0.035–0.115 mg/kg, while deltamethrin residues were detected in two samples in the range of 0.034–0.134 mg/kg. All residue values were still below the Maximum Residue Limit (MRL) set by the National Food Agency of the Republic of Indonesia. These findings indicate that the papaya fruits tested are still safe for consumption; however, regular monitoring of pesticide residues is still necessary to ensure food safety and protect public health.

  8. ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT PADA BERAS DENGAN METODE AOAC DI LABORATORIUM DINAS PANGAN PROVINSI SUMATERA BARAT

    Rice is a staple food for Indonesians that is at risk of heavy metal contamination from the environment and human activities. This study aims to analyze the levels of lead (Pb) and cadmium (Cd) contamination in rice samples circulating in the West Sumatra region. The research method used is qualitative research with quantitative analysis using the AOAC (Association of Official Analytical Chemists) standard method. Rice samples were digested using a microwave digestion system with HNO_3 65% and H_2O_2 30% solvents, then analyzed using Graphite Furnace Atomic Absorption Spectrophotometry (GFA-AAS). The linearity test results showed good correlation values (r) of 0.9969 for Pb and 0.99973 for Cd. Analysis of six types of local rice showed variations in heavy metal levels; the highest levels were found in Suntiang Ameh rice samples (05/CL/SA/SJ/BKP) with a Pb concentration of 0.221 mg/kg and Cd of 0.140 mg/kg. Overall, the test results provide an overview of rice safety levels in West Sumatra as a basis for food quality supervision.

  9. LITERATURE REVIEW: TANTANGAN DAN URGENSI INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)

    Pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran penting dalam mendukung penguasaan kompetensi kejuruan dan kemampuan berpikir siswa. Namun, pada praktiknya pembelajaran matematika di SMK masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti rendahnya motivasi belajar siswa, persepsi negatif terhadap matematika, serta pendekatan pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional. Selain itu, keterkaitan materi matematika dengan konteks kejuruan belum diterapkan secara optimal sehingga pembelajaran kurang bermakna bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan pembelajaran matematika di SMK serta urgensi inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode literature review yang didukung oleh wawancara semi-terstruktur dengan guru matematika kelas XI di SMK Pariwisata Sumbangsih. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika di SMK belum sepenuhnya mampu mengembangkan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah siswa. Oleh karena itu, inovasi pembelajaran matematika yang kontekstual dan berorientasi pada siswa perlu diterapkan secara berkelanjutan.

    Mathematics education in vocational high schools (SMK) plays an important role in supporting students’ mastery of vocational competencies and thinking skills. However, in practice, mathematics education in SMK still faces various problems, such as low student motivation, negative perceptions of mathematics, and a learning approach that is still dominated by conventional methods. In addition, the relevance of mathematics material to the vocational context has not been optimally applied, resulting in learning that is less meaningful for students. This study aims to examine the challenges of mathematics learning in vocational high schools and the urgency of learning innovations that are relevant to vocational education needs. The study uses a descriptive qualitative approach with a literature review method supported by semi-structured interviews with 11th grade mathematics teachers at Sumbangsih Tourism Vocational High School. The results of the study show that mathematics learning in vocational schools has not been fully able to develop students’ conceptual understanding, critical thinking skills, and problem-solving abilities. Therefore, contextual and student-oriented innovations in mathematics learning need to be implemented continuously.

  10. PENGUJIAN CEMARAN LOGAM BERAT PADA SAMPEL CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) DARI KOTA SOLOK, KABUPATEN SIJUNJUNG, KOTA SAWAHLUNTO, DAN KABUPATEN SOLOK DENGAN METODE AOAC DI DINAS PANGAN PROVINSI SUMATERA BARAT

    Red chili (Capsicum annuum L.) is a horticultural commodity widely consumed by the Indonesian population; therefore, its food safety requires careful attention. One of the main threats to the quality of red chili is contamination by heavy metals such as lead (Pb) and cadmium (Cd), which are toxic and pose health risks. This study aimed to analyze the Pb and Cd contents in red chili originating from Solok City, Sijunjung Regency, Sawahlunto City, and Solok Regency using the AOAC method. The research was conducted from June to July 2025 at the Food Security Laboratory of the West Sumatra Provincial Food Service. Samples were digested using a microwave digestion system and quantitatively analyzed using Graphite Furnace Atomic Absorption Spectroscopy (GFA-AAS). The results showed variations in Pb and Cd levels among regions, with most samples detected above the maximum contamination limits established by food safety standards. The AOAC. method proved to be effective and reliable in detecting heavy metal contamination in red chili, indicating the need for routine monitoring and the implementation of environmentally friendly agricultural practices to ensure food safety.

  11. PENGUKURAN TOTAL COLIFORM OULET IPAL LABORATORIUM DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI SUMATERA BARAT MELALUI METODE MPN

    Domestic wastewater is a primary source of environmental pollution in Indonesia, with grey water contributing up to 80% and posing a risk of microbiological contamination. Coliform bacteria serve as indicators of fecal contamination and potential pathogens, making their measurement essential for assessing wastewater quality. This study aims to measure total Coliform at the outlet of the Wastewater Treatment Plant (WWTP) at the Laboratory of the Environmental Agency of West Sumatra Province using the Most Probable Number (MPN) method. The method includes aseptic sample collection, preparation of media such as Buffered Peptone Water (BPW) and Brilliant Green Lactose Broth (BGLB), and stages of presumptive and confirmatory tests with incubation at 35°C for 24 hours. The test results show a value of 2300 MPN/100 mL, which remains below the maximum limit of 3000–10,000 MPN/100 mL according to Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. 5 of 2014. This indicates the effectiveness of the WWTP in reducing microbiological contamination but still reveals the potential for environmental harm if left uncontrolled. Regular inspections such as this are crucial for monitoring wastewater quality, ensuring safety, and planning improvements to the treatment system.

  12. ANALISIS KANDUNGAN RESIDU PESTISIDA SIPERMETRIN DAN DELTAMETRIN PADA ‎SAMPEL CABAI MERAH (Capsicum annuum) ASAL SIJUNJUNG, KOTA SOLOK, DAN PAYAKUMBUH DI LABORATORIUM KEAMANAN PANGAN PROVINSI SUMATERA BARAT

    Red chili (Capsicum annuum) is a horticultural commodity widely consumed by Indonesians and has high economic value, so its food safety needs to be considered. One of the threats that has the potential to reduce the quality of red chili is the presence of pesticide residues of cypermethrin and deltamethrin. If the concentration exceeds the maximum residue limit that has been set, the residue can pose a risk to human health and cause environmental pollution. This study aims to analyze the content of pesticide residues of cypermethrin and deltamethrin in red chili samples originating from Sijunjung, Solok City, and Payakumbuh. The study was conducted from June to July 2025 at the Food Safety Laboratory of Padang City, West Sumatra Province. The data collection process was carried out quantitatively using the pyrethroid pesticide method on a Thermo Scientific TRACE 1610-ECD GC injection device with Chromeleon CDS software. The results of the study showed variations in the levels of cypermethrin and deltamethrin pesticide residues in red chili samples between regions, with the detection of red chili samples from Payakumbuh having deltamethrin residue levels exceeding the maximum residue limit set in food safety standards. This proves that the pyrethroid pesticide method using GC-ECD is effective in detecting pesticide residue levels in food ingredients, especially red chilies.

  13. ANALISIS KUALITAS MIKROBIOLOGIS AIR MENGGUNAKAN METODE COLONY FORMING UNIT (CFU) DALAM IDENTIFIKASI BAKTERI Coliform dan Escherichia coli

    Water is a basic human necessity, and its quality must meet health requirements, particularly from a microbiological perspective. The presence of indicator bacteria such as Coliforms and Escherichia coli reflects environmental contamination and indicates potential risks of waterborne diseases. This study aims to analyze the microbiological quality of water using the Colony Forming Unit (CFU) method to identify Coliforms and Escherichia coli at the UPTD Provincial Health Laboratory of West Sumatra. The CFU method was applied through membrane filtration using selective Chromocult agar, followed by incubation and enumeration of the resulting colonies. The analyzed samples included drinking water, clean water, and wastewater. The results demonstrated variations in bacterial colony counts among different types of water samples, indicating differences in the level of microbiological contamination. The detection of Coliforms and Escherichia coli in several samples suggests that not all water sources complied with established health standards. The CFU method proved to be an effective approach for monitoring the microbiological quality of water in support of public health protection efforts.

  14. INDEKS NILAI PENTING KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DI HUTAN KOTA SERENGSENG

    Hutan Kota Srengseng merupakan ruang terbuka hijau yang berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan, namun informasi mengenai komposisi dan tingkat keanekaragaman vegetasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi dan mengidentifikasi jenis tumbuhan serta menganalisis tingkat keanekaragaman vegetasi di Hutan Kota Srengseng. Penelitian dilaksanakan pada 15 Oktober 2025 di Jakarta Barat dengan metode deskriptif eksploratif menggunakan plot bertingkat dan analisis indeks nilai penting serta indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menemukan 13 spesies tumbuhan dengan nilai indeks keanekaragaman H’ = 2,48 (kategori sedang), indeks kekayaan jenis R = 0,97 (rendah), indeks kemerataan E = 2,38 (stabil), dan indeks dominansi D = 0,15 (rendah). Indeks nilai penting tertinggi pada tingkat pohon dimiliki Macaranga tanarius = 64,35%, sedangkan pada tingkat semai tertinggi adalah Amorphophallus paeniifolius = 38,69%. Kesimpulannya, komunitas vegetasi berada dalam kondisi stabil dan tidak tertekan, namun kekayaan jenis masih perlu ditingkatkan melalui revegetasi dan pengelolaan kawasan berkelanjutan.