Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 8 No. 2 (2026): Trigonometri : Journal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ISSN 3030-8496

DIVERSITAS FAUNA DI KAWASAN HUTAN HARAPAN JAYA BATU AMPAR NAGARI PANTI KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN SUMATERA BARAT

Submitted
January 16, 2026
Published
2026-01-16

Abstract

Inventarisasi keanekaragaman fauna merupakan salah satu prediktor terbaik dalam menilai kesehatan hutan, dan hal ini menjadi penting untuk hutan dengan tujuan khusus, seperti Hutan Kemasyarakatan (HKm), namun keanekaragaman fauna masih terlewatkan dalam daftar inventarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi keanekaragaman fauna di Hutan Kemasyarakatan (HKm) Harapan Jaya Batu Ampar, Nagari Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2025 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi dan partisipatif. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung, pengumpulan langsung, penggunaan perangkap jebak, dokumentasi tanda-tanda keberadaan satwa (jejak, suara, dan tanda aktivitas), dan wawancara dengan masyarakat setempat. Identifikasi spesies dilakukan berdasarkan karakter morfologi dan dikonfirmasi melalui studi literatur ilmiah. Kami menemukan 40 spesies satwa yang termasuk dalam 30 famili, termasuk mamalia, burung, herpetofauna, dan serangga. Famili Viverridae, Agamidae, dan Formicidae merupakan famili yang memiliki jumlah spesies yang paling banyak dibandingkan dengan famili-famili lainnya. Beberapa jenis fauna tercatat berstatus Rentan (VU), Genting (EN), hingga Kritis (CR) berdasarkan daftar merah IUCN, yang mengindikasikan nilai konservasi yang tinggi pada kawasan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa HKm Harapan Jaya Batu Ampar memiliki keanekaragaman fauna yang tinggi dan berpotensi menjadi kawasan penting untuk konservasi keanekaragaman hayati.

References

  1. Abdul Malik, A., Prayudha, J. S., Anggreany, R., Wulan Sari, M., & Walid, A. (2020). Keanekaragaman Hayati Flora Dan Fauna Di Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (Tnbbs) Resort Merpas Bintuhan Kabupaten Kaur. DIKSAINS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains, 1(1).
  2. Aerts, R., & Honnay, O. (2011). Forest restoration, biodiversity and ecosystem functioning. BMC ecology, 11(1), 29.
  3. Ahyuni, A., & Wilis, R. (2021). Zonation of Conflict between Sun Bear (Helarctos malayanus) - Human as an Effort Wildlife Conflict Mitigation. MAT Journal Environmental Engineering and Studies e-ISSN, 2582-3132.https://doi.org/10.24036/geografi/vol10-iss1/112
  4. Dani, D. N., Irwanjasmoro, S., Sanjaya, E. G. B., & Eprilurahman, R. (2025). Keragaman Herpetofauna di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Riset Daerah Kabupaten Bantul, 25(1).
  5. Fauzan, F., Subrata, E., & Kalsum, R. U. (2024). Keanekaragaman Jenis Amfibi Ordo Anura Di Hutan Kemasyarakatan Harapan Jaya Batu Ampar Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman. Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 18(1).
  6. Febrianto, R., & Yoza, D. (2023). Characteristics of the Asian Tapir (Tapirus indicus) Habitat. Jurnal Ilmu-ilmu Kehutanan, 7(1), 38.
  7. Foulton, A., Yoza, D., & Oktorini, Y. (2022). Identifikasi Kelimpahan Jenis Satwa Mangsa Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) Menggunakan Kamera Jebak di Resort Talang Lakat Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan, 17(1), 55-68.
  8. Iskandar, B. S., Iskandar, J., & Partasasmita, R. (2019). Hobby and business on trading birds: Case study in bird market of Sukahaji, Bandung, West Java and Splendid, Malang, East Java (Indonesia). Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 20(5).
  9. Kholis, M., Faisal, A., Widodo, F. A., Musabine, E. S., Hasiholan, W., & Kartika, E. C. (2017). Pedoman penanggulangan konflik manusia-harimau. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, DITJEN KSDAE-KLHK. Jakarta.
  10. Leksono, S. M., Marianingsih, P., & Nestiadi, A. (2023). Study of Fauna Diversity in Ujung Kulon National Park Banten Indonesia. Indonesian Journal of Biology Education, 6(1), 1-8.
  11. Malik, A. A., Prayudha, J. S., Anggreany, R., Sari, M. W., & Walid, A. (2021). Keanekaragaman hayati flora dan fauna di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Resort Merpas Bintuhan – Kabupaten Kaur. DIKSAINS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains, 1(1), 35–42. https://doi.org/10.33369/diksains.1.1.35-42
  12. Masya, S., Sangadji, I. M., & Isan, M. (2025). Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Sebagai Upaya Konservasi dan Peningkatan Ekonomi di Papua Barat Daya. Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva), 3(1), 12-17.
  13. Mursyid, A., et al. (2024). The Population of Siamang (Symphalangus syndactylus) in Damaran Baru Forest, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 129, 012086.
  14. Neagara, M. S., Muhammad, F., & Maryono, M. (2023). Kajian inventarisasi keanekaragaman jenis flora dan fauna Hutan Lindung Kasinan Kota Batu. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(4), 987–991. https://doi.org/10.14710/jil.21.4.987-991
  15. Novarino, W. (2012). Inventarisasi Jenis-jenis Mamalia di Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi (HPPB) Universitas Andalas dengan Menggunakan Camera Trap. Jurnal Biologi UNAND, 1(1).
  16. Rafi, M., Novarino, W., Rizaldi, R., & Ardiyanto, A. (2017). Aktivitas Kuau Raja (Argusianus argus Linnaeus, 1766) pada Mating Ring di Hutan Konservasi Kalaweit Supayang, Solok, Sumatera Barat. Metamorfosa: Journal of Biological Sciences, 4(1), 58-64.
  17. Ridha, M. (2024). Habitat Potensial Satwa Mangsa Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Terangun-Beutong Kawasan Ekosistem Leuser. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 12(2), 2468-2477.
  18. Ridha, M. (2024). Habitat Potensial Satwa Mangsa Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Terangun-Beutong Kawasan Ekosistem Leuser. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 12(2), 2468-2477.
  19. Sari, R. N., Safe’i, R., & Iswandaru, D. (2019). Biodiversitas fauna sebagai salah satu indikator kesehatan hutan mangrove. Jurnal Perennial, 15(2), 62–66.
  20. Satyatama, et al. (2023). Persepsi Masyarakat Terhadap Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) TWA Grojogan Sewu, Jawa Tengah. Konservasi Hayati, 19(1).
  21. Semiadi, G., et al. (2020). Status Konservasi dan Peran Mamalia di Pulau Jawa. LIPI Press.
  22. Setiawan, A. (2022). Keanekaragaman hayati Indonesia: Masalah dan upaya konservasinya. Indonesian Journal of Conservation, 11(1), 13-21.
  23. Setiawan, I., Putra, A. D., Al'aziz, W. A. F., Nuroktafaedi, A., & Suwarna, C. (2022). Inventarisasi Fauna di Taman Kehati Lido, Bogor, Jawa Barat. Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 223-235.
  24. Trisnawati, W. (2018). Studi Biofisik Calon Habitat Manouria emys di Area Konservasi Kura-Kura. PENDIPA Journal of Science Education, 2(1).
  25. Winantya, A, A, P., Isnaeni, I., Azzahra, U, M., Aryanto, K, D., Maharani, C, B., Sabrina, A. (2024). Sikap Mahasiswa Unnes Terhadap Isu-Isu Konservasi Biodiversitas. Jurnal Analis, 3(1), 134-140.

Downloads

Download data is not yet available.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.