Articles
Vol. 10 No. 6 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311
ANALISIS RISIKO DAN PENGENDALIAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MENGGUNAKAN METODE HIRARC DAN JSA DI DEPARTEMEN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR
-
Submitted
-
November 30, 2025
-
Published
-
2025-11-30
Abstract
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berperan penting dalam menjamin keberlangsungan operasional industri manufaktur yang memiliki potensi bahaya tinggi. Berbagai kegiatan produksi seperti pengoperasian mesin, pengangkatan material, serta paparan fisik dan kimia dapat menyebabkan kecelakaan kerja jika tidak dikelola secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dominan di departemen produksi menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dan Job Safety Analysis (JSA). HIRARC digunakan untuk memetakan bahaya dari sudut pandang proses produksi secara keseluruhan, sedangkan JSA menganalisis bahaya secara rinci pada setiap langkah pekerjaan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat bahaya mekanis, fisik, ergonomis, elektrik, serta kimia yang sebagian besar memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi. Rekomendasi pengendalian disusun berdasarkan hierarki pengendalian risiko untuk meningkatkan keselamatan operator serta mengurangi potensi kecelakaan kerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi metode HIRARC dan JSA secara berkelanjutan untuk meningkatkan budaya K3 di lingkungan manufaktur.
References
- Aulia, R., & Rahman, M. (2019). Penerapan HIRARC dalam pengendalian risiko kerja di industri manufaktur. Jurnal K3 Industri, 7(2), 45–53.
- DOSH Malaysia. (2008). Guidelines for Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Department of Occupational Safety and Health Malaysia.
- Goetsch, D. L. (2019). Occupational Safety and Health for Technologists, Engineers, and Managers (9th ed.). Pearson.
- ILO. (2015). Global Trends on Occupational Accidents and Diseases. International Labour Organization.
- ILO. (2020). Safety and Health at the Heart of the Future of Work. International Labour Organization.
- ISO. (2018). ISO 45001:2018 Occupational Health and Safety Management Systems – Requirements with Guidance for Use. International Organization for Standardization.
- Kemenaker. (2020). Profil Kecelakaan Kerja Nasional. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
- Mahardika, Y., & Prabowo, H. (2020). Efektivitas Job Safety Analysis dalam menurunkan near miss pada industri manufaktur. Jurnal Keselamatan Kerja, 9(1), 12–20.
- Manuele, F. A. (2014). Advanced Safety Management: Focusing on Z10 and Serious Injury Prevention (2nd ed.). John Wiley & Sons.
- Ramli, S. (2010). Pedoman Praktis Manajemen Risiko dalam Perspektif K3. Dian Rakyat.
- Ridley, J. (2008). Safety at Work (6th ed.). Butterworth-Heinemann.
- Ridley, J. (2015). Health and Safety at Work. Routledge.
- Setyawan, A., & Wicaksono, D. (2021). Implementasi HIRARC untuk pengendalian risiko pada area produksi industri logam. Jurnal Teknologi dan Keselamatan, 5(1), 23–31.
- Suma’mur, P. K. (2019). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Sagung Seto.
- Sutalaksana, I. (2010). Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja. ITB Press.
- OSHA. (2016). Job Hazard Analysis. Occupational Safety and Health Administration, U.S. Department of Labor.